{"id":79843,"date":"2026-07-30T05:35:44","date_gmt":"2026-07-30T05:35:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/30\/tanpa-bor-dan-suntik-cairan-murah-ini-ampuh-hentikan-gigi-berlubang-anak\/"},"modified":"2026-07-30T05:35:44","modified_gmt":"2026-07-30T05:35:44","slug":"tanpa-bor-dan-suntik-cairan-murah-ini-ampuh-hentikan-gigi-berlubang-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/30\/tanpa-bor-dan-suntik-cairan-murah-ini-ampuh-hentikan-gigi-berlubang-anak\/","title":{"rendered":"Tanpa Bor dan Suntik, Cairan Murah Ini Ampuh Hentikan Gigi Berlubang Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/30\/1785372600_2ed3b50b8713f5dfde15.jpg\" alt=\"Tanpa Bor dan Suntik, Cairan Murah Ini Ampuh Hentikan Gigi Berlubang Anak\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEBUAH cairan yang dioleskan pada gigi berlubang dalam hitungan detik berpotensi menyelamatkan anak-anak dari rasa sakit, infeksi, hingga prosedur bedah. Uji klinis skala besar di Amerika Serikat menemukan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/silver-diamine-fluoride\" title=\"silver diamine fluoride\">silver diamine fluoride<\/a> (SDF) berhasil menghentikan pembusukan pada lebih dari separuh gigi susu yang dirawat.<\/p>\n<p>Gigi berlubang yang tidak ditangani kerap membuat anak-anak harus dilarikan ke instalasi gawat darurat akibat rasa sakit yang hebat. Tanpa tindakan perbaikan mendasar, sebagian dari mereka bahkan terpaksa menjalani operasi di bawah anestesi umum.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Cairan SDF menawarkan opsi yang jauh lebih sederhana dan hemat biaya. Dokter gigi hanya perlu mengoleskan cairan ini secara langsung ke area gigi yang berlubang menggunakan aplikator berujung spons kecil selama beberapa detik. Proses penanganan ini sama sekali tidak memerlukan pemboran, suntikan anestesi, maupun sedasi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/911180\/mengenal-karies-gigi-pada-anak-gejala-bahaya-dan-cara-mengatasinya\" title=\"Mengenal Karies Gigi pada Anak: Gejala, Bahaya, dan Cara Mengatasinya\" target=\"_blank\">Mengenal Karies Gigi pada Anak: Gejala, Bahaya, dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Studi Fase III yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics ini melibatkan 830 anak berusia di bawah 6 tahun. Peneliti menemukan bahwa penggunaan SDF konsentrasi 38 persen yang dioleskan setiap enam bulan sekali efektif menghentikan pembusukan gigi.<\/p>\n<p>&#8220;Ini adalah perawatan yang sangat efektif dan aman &#8212; bahkan untuk anak-anak berusia 1 tahun,&#8221; kata Margherita Fontana, profesor kedokteran gigi di University of Michigan School of Dentistry sekaligus peneliti utama studi tersebut.<\/p>\n<p>Meski demikian, perawatan ini memiliki satu kekurangan visual. Kandungan perak dalam cairan SDF akan mengubah warna bagian gigi yang membusuk menjadi gelap secara permanen.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/853081\/hasil-ckg-2025-gigi-berlubang-masalah-kesehatan-termasif\" title=\"Hasil CKG 2025, Gigi Berlubang Masalah Kesehatan Termasif\" target=\"_blank\">Hasil CKG 2025, Gigi Berlubang Masalah Kesehatan Termasif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Fontana menjelaskan bahwa SDF sangat bermanfaat bagi anak-anak usia dini, lansia, penyandang disabilitas, serta pasien yang mengalami kecemasan berlebih terhadap tindakan medis gigi. Bagi anak-anak, pengolesan berkala dapat mengendalikan kerusakan gigi hingga gigi susu tanggal secara alami.<\/p>\n<p>&#8220;Jika kita ingin lebih banyak anak dan keluarga memperoleh manfaat dari perawatan ini, kita memerlukan bukti kuat yang menunjukkan bahwa metode ini bekerja dan aman. Dari perspektif kesehatan masyarakat, data yang dikumpulkan secara cermat pada populasi AS kini telah kita miliki,&#8221; ujar Fontana.<\/p>\n<p>Temuan uji klinis yang didukung dana lebih dari US$12 juta dari National Institute of Dental and Craniofacial Research ini diharapkan dapat mendorong persetujuan resmi dari Food and Drug Administration (FDA) AS untuk mengategorikan SDF sebagai obat sakit gigi, bukan sekadar perangkat medis.<\/p>\n<p>Co-principal investigator dari New York University College of Dentistry, Amr Moursi, menilai persetujuan resmi dari FDA akan memperluas akses pelayanan kesehatan gigi masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil kami mendukung persetujuan FDA atas SDF untuk menghentikan pembusukan gigi pada anak-anak. Mengubah status SDF akan menjadi inovasi penting yang dapat meningkatkan penggunaan oleh penyedia layanan, pembiayaan asuransi yang lebih baik, serta kualitas produk yang lebih konsisten,&#8221; ungkap Moursi.<\/p>\n<p>Fontana menambahkan bahwa hadirnya bukti ilmiah ini sangat penting agar para dokter anak dapat mendeteksi dan menangani gigi berlubang lebih awal sebelum kondisi anak makin parah.<\/p>\n<p>&#8220;Bagi hampir siapa saja, ini dapat menghentikan pembusukan serta meredakan infeksi dan rasa sakit yang ditimbulkannya. Ini bisa memberi manfaat bagi banyak orang,&#8221; tutup Fontana. (Science Daily\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/916318\/tanpa-bor-dan-suntik-cairan-murah-ini-ampuh-hentikan-gigi-berlubang-anak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) SEBUAH cairan yang dioleskan pada gigi berlubang dalam hitungan detik berpotensi menyelamatkan anak-anak dari rasa sakit, infeksi, hingga prosedur bedah. Uji klinis skala besar di Amerika Serikat menemukan silver diamine fluoride (SDF) berhasil menghentikan pembusukan pada lebih dari separuh gigi susu yang dirawat. Gigi berlubang yang tidak ditangani kerap membuat anak-anak harus dilarikan ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":79844,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-79843","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79843"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79843\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}