{"id":79633,"date":"2026-07-29T19:57:38","date_gmt":"2026-07-29T19:57:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/29\/digitalisasi-back-office-jadi-penopang-ekspansi-bisnis-ritel-dan-fb\/"},"modified":"2026-07-29T19:57:38","modified_gmt":"2026-07-29T19:57:38","slug":"digitalisasi-back-office-jadi-penopang-ekspansi-bisnis-ritel-dan-fb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/29\/digitalisasi-back-office-jadi-penopang-ekspansi-bisnis-ritel-dan-fb\/","title":{"rendered":"Digitalisasi Back Office Jadi Penopang Ekspansi Bisnis Ritel dan FB"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/30\/1785354747_4fe949a620a0237023e1.jpg\" alt=\"Digitalisasi Back Office Jadi Penopang Ekspansi Bisnis Ritel dan F&amp;B\"\/><figcaption>Kenangan Brands yang telah memiliki lebih dari 1.300 gerai dan hampir 10.000 karyawan di seluruh Indonesia memperkirakan harus mengelola sekitar 20.000 dokumen ketenagakerjaan setiap tahunnya. Untuk mendukung proses administrasi dalam skala besar, perusaha(Dok. Kenangan Brands)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>EKSPANSI bisnis ritel dan makanan-minuman (F&amp;B) tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan membuka gerai baru atau menarik pelanggan. Di balik pertumbuhan jaringan yang semakin luas, perusahaan juga dituntut memiliki sistem administrasi yang mampu mengikuti laju ekspansi. Mulai dari perekrutan karyawan, kontrak kerja, hingga kerja sama dengan vendor, seluruh proses harus berjalan cepat tanpa mengorbankan akurasi maupun kepatuhan terhadap regulasi.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut membuat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/digitalisasi\" title=\"digitalisasi\">digitalisasi<\/a> <em>back office<\/em> semakin dipandang sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar upaya meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan yang masih mengandalkan proses manual berpotensi menghadapi hambatan administrasi ketika jumlah gerai dan tenaga kerja terus bertambah. Karena itu, kebutuhan akan sistem yang mampu mempercepat pengelolaan dokumen sekaligus memberikan kepastian hukum mulai menjadi perhatian pelaku industri.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Tantangan tersebut juga dihadapi Kenangan Brands. Perusahaan yang telah memiliki lebih dari 1.300 gerai dan hampir 10.000 karyawan di seluruh Indonesia memperkirakan harus mengelola sekitar 20.000 dokumen ketenagakerjaan setiap tahunnya. Untuk mendukung proses administrasi dalam skala besar, perusahaan mengadopsi layanan <em>digital trust<\/em> dari Privy.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/728874\/adopsi-teknologi-meningkat-70-perusahaan-mulai-digitalisasi-dokumen\" title=\"Adopsi Teknologi Meningkat, 70% Perusahaan Mulai Digitalisasi Dokumen\" target=\"_blank\">Adopsi Teknologi Meningkat, 70% Perusahaan Mulai Digitalisasi Dokumen<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Group HRIS &amp; People Analytics Kenangan Brands, Andre Christian, mengatakan skala ekspansi perusahaan saat ini tidak mungkin diwujudkan tanpa dukungan digitalisasi. Menurutnya, teknologi memungkinkan perusahaan mengelola ratusan hingga ribuan gerai, mengambil keputusan secara <em>real-time<\/em>, sekaligus menjaga standar layanan yang tersebar di berbagai wilayah.<\/p>\n<p>Namun, Andre menilai tantangan terbesar bukan hanya besarnya volume dokumen yang harus diproses, melainkan bagaimana memastikan seluruh dokumen ketenagakerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, terdokumentasi dengan baik, serta memiliki keabsahan hukum tanpa menghambat operasional gerai.<\/p>\n<p>&#8220;Di titik inilah <em>digital trust<\/em> menjadi kerangka kerja yang menjamin dua aspek penting, yaitu kecepatan dan keabsahan hukum berjalan beriringan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kuliner\/914617\/produsen-bahan-baku-perkuat-inovasi-seiring-pertumbuhan-industri-kuliner\" title=\"Produsen Bahan Baku Perkuat Inovasi Seiring Pertumbuhan Industri Kuliner\" target=\"_blank\">Produsen Bahan Baku Perkuat Inovasi Seiring Pertumbuhan Industri Kuliner<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Melalui sistem tersebut, proses penandatanganan berbagai dokumen ketenagakerjaan, mulai dari <em>employment agreement<\/em> hingga <em>non-disclosure agreement<\/em> (NDA), dapat dilakukan dari berbagai lokasi tanpa terkendala jarak maupun waktu. Berkurangnya proses manual juga membuat tim <em>human resources<\/em> memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada pekerjaan yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Selain memangkas biaya cetak dan distribusi dokumen fisik, digitalisasi tersebut juga mendukung komitmen keberlanjutan (<em>sustainability<\/em>) Kenangan Brands.<\/p>\n<p>Andre juga menyarankan perusahaan lain, khususnya di sektor ritel dan F&amp;B yang memiliki pola ekspansi serupa, untuk mulai mendigitalisasi pengelolaan dokumen sejak dini sebelum skala bisnis berkembang semakin besar. Menurutnya, perusahaan juga perlu memilih solusi yang tidak hanya efisien, tetapi mampu memenuhi ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.<\/p>\n<p>Senior Manager Compensation Benefit, HR Strategy, and Performance Management Kenangan Brands, Jeremiah, mengatakan kompleksitas administrasi akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah gerai dan tenaga kerja.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika jumlah gerai dan karyawan terus bertambah, kompleksitas administrasi ikut meningkat. Kami membutuhkan proses yang berjalan lebih cepat tanpa mengurangi ketelitian dan kepatuhan. Bagi kami, digitalisasi bukan hanya soal efisiensi, tetapi bagaimana memastikan operasional dapat terus mendukung pertumbuhan bisnis,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, VP Marketing &amp; Communication Privy, Ratu Rima Novia Rahma, menilai industri ritel dan F&amp;B memiliki karakteristik berbeda dibanding sektor lainnya. Setiap pembukaan gerai baru selalu diikuti proses perekrutan karyawan, penandatanganan kontrak kerja, hingga kerja sama dengan vendor yang harus diselesaikan dalam waktu singkat.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau proses administrasinya masih manual, kecepatan ekspansi akan selalu terhambat oleh birokrasi internal. Di titik inilah <em>digital trust<\/em> berperan, bukan hanya mempercepat, tetapi memastikan keamanan dan keabsahan hukum dari setiap dokumen yang dikelola,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Rima, pengalaman Kenangan Brands yang mengelola lebih dari 20.000 dokumen ketenagakerjaan setiap tahun menunjukkan bahwa <em>digital trust<\/em> kini telah bergeser dari sekadar fitur tanda tangan elektronik menjadi bagian dari infrastruktur operasional perusahaan. Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), Privy juga menyediakan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar untuk memberikan lapisan perlindungan hukum tambahan pada setiap dokumen yang ditandatangani.<\/p>\n<p>Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa di tengah persaingan industri ritel dan F&amp;B yang semakin ketat, kesiapan sistem administrasi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan ekspansi. Kemampuan memproses dokumen secara cepat, terdokumentasi dengan baik, dan memiliki kepastian hukum kini tidak lagi dipandang sebagai fungsi pendukung, melainkan menjadi bagian dari fondasi pertumbuhan bisnis. (E-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/916267\/digitalisasi-back-office-jadi-penopang-ekspansi-bisnis-ritel-dan-fb\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenangan Brands yang telah memiliki lebih dari 1.300 gerai dan hampir 10.000 karyawan di seluruh Indonesia memperkirakan harus mengelola sekitar 20.000 dokumen ketenagakerjaan setiap tahunnya. Untuk mendukung proses administrasi dalam skala besar, perusaha(Dok. Kenangan Brands) EKSPANSI bisnis ritel dan makanan-minuman (F&amp;B) tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan membuka gerai baru atau menarik pelanggan. Di balik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":79634,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-79633","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79633","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79633"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79633\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79633"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79633"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}