{"id":79122,"date":"2026-07-28T21:04:37","date_gmt":"2026-07-28T21:04:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/28\/bareskrim-tegaskan-gas-whip-pink-ilegal-dan-tak-sesuai-standar-badan-pom\/"},"modified":"2026-07-28T21:04:37","modified_gmt":"2026-07-28T21:04:37","slug":"bareskrim-tegaskan-gas-whip-pink-ilegal-dan-tak-sesuai-standar-badan-pom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/28\/bareskrim-tegaskan-gas-whip-pink-ilegal-dan-tak-sesuai-standar-badan-pom\/","title":{"rendered":"Bareskrim Tegaskan Gas Whip Pink Ilegal dan tak Sesuai Standar Badan POM"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/28\/1785248050_63b61af75cc10ac05f35.jpeg\" alt=\"Bareskrim Tegaskan Gas Whip Pink Ilegal dan tak Sesuai Standar Badan POM\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-path-to-node=\"1\">DIREKTORAT\u00a0Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menyatakan bahwa produk gas N2O bermerek <b data-index-in-node=\"118\" data-path-to-node=\"1\"><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/whip-pink\" title=\"whip pink\">Whip Pink<\/a><\/b> terbukti melanggar aturan bahan tambahan pangan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).<\/p>\n<p data-path-to-node=\"1\">&#8220;\u2009Tabung gas N2O merek Whip Pink ternyata tidak memenuhi standar surat edaran BPOM Nomor 2 Tahun 2026 tanggal 27 Februari 2026 tentang ketentuan produksi, importasi, registrasi, dan peredaran bahan tambahan pangan dinitrogen monoksida (N2O),\u2009&#8221; ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"4\">Hasil Uji Laboratorium dan Temuan Barang Bukti<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"5\">Berdasarkan investigasi lanjutan, uji laboratorium forensik Polri berkolaborasi dengan BPOM menunjukkan bahwa isi dari tabung Whip Pink merupakan gas N2O murni standar medis untuk anestesi, bukan grade makanan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/913552\/dittipidnarkoba-bareskrim-polri-jerat-2-bos-whip-pink\" target=\"_blank\" title=\"Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Jerat 2 Bos Whip Pink\">Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Jerat 2 Bos Whip Pink<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\">Temuan krusial lainnya datang dari keterangan ahli yang menyebutkan bahwa aksesori <i data-index-in-node=\"83\" data-path-to-node=\"6\">nozzle<\/i> atau corong plastik bawaan tidak sesuai untuk keperluan alat pembuat krim kuliner (<em>whipped cream dispenser<\/em>).<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\">&#8220;Justru diduga dirancang untuk menghirup gas secara langsung,\u2009&#8221; imbuh Eko.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">Penyidik menyimpulkan bahwa kedok Whip Pink sebagai bahan pangan hanyalah modus operandi untuk mengaburkan niat jahat (<i data-index-in-node=\"119\" data-path-to-node=\"8\">mens rea<\/i>). Tujuannya jelas untuk menutupi pelanggaran hukum di sektor kesehatan, mengingat penyalahgunaan gas ini memicu risiko kesehatan fatal seperti hipoksia, kerusakan sistem saraf, hingga kematian.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/892199\/kasus-whip-pink-bareskrim-akan-periksa-influencer-znm-dan-konsumen-loyal\" target=\"_blank\" title=\"Kasus Whip Pink: Bareskrim akan Periksa Influencer ZNM dan Konsumen Loyal\">Kasus Whip Pink: Bareskrim akan Periksa Influencer ZNM dan Konsumen Loyal<\/a><\/strong><\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"10\">Status Tersangka dan Ancaman Hukuman<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"11\">Dittipidnarkoba Bareskrim Polri secara resmi telah menetapkan dua pimpinan pabrik berinisial <b data-index-in-node=\"93\" data-path-to-node=\"11\">AH<\/b> dan <b data-index-in-node=\"100\" data-path-to-node=\"11\">JH<\/b> sebagai tersangka. Keduanya diduga kuat memproduksi serta mendistribusikan sediaan farmasi berupa gas N2O yang melanggar standar keamanan dan mutu.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Para tersangka dijerat dengan <b data-index-in-node=\"30\" data-path-to-node=\"12\">Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan<\/b>, dengan ancaman hukuman maksimal <b data-index-in-node=\"125\" data-path-to-node=\"12\">12 tahun penjara<\/b>.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"14\">Sanggahan Pihak Tersangka<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"15\">Di sisi lain, kuasa hukum dari kedua tersangka, Rizky Hariyo Wibowo, sebelumnya sempat mengklaim bahwa produk Whip Pink dibuat murni untuk kebutuhan industri kuliner.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"15\">&#8220;Terbukti dari, kalau kita lihat tabungnya Whip Pink, mungkin teman-teman juga lihat, di situ jelas ada &#8216;perhatian&#8217; tulisannya, bahwa ini khusus untuk digunakan di industri kuliner. Tidak bisa disalahgunakan,\u2009&#8221; ucapnya. (Ant\/E-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/915751\/bareskrim-tegaskan-gas-whip-pink-ilegal-dan-tak-sesuai-standar-badan-pom\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara) DIREKTORAT\u00a0Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menyatakan bahwa produk gas N2O bermerek Whip Pink terbukti melanggar aturan bahan tambahan pangan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). &#8220;\u2009Tabung gas N2O merek Whip Pink ternyata tidak memenuhi standar surat edaran BPOM Nomor 2 Tahun 2026 tanggal 27 Februari 2026 tentang ketentuan produksi, importasi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":78971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-79122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79122\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}