{"id":79106,"date":"2026-07-28T20:22:36","date_gmt":"2026-07-28T20:22:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/28\/40-persen-pakaian-tak-pernah-terjual\/"},"modified":"2026-07-28T20:22:36","modified_gmt":"2026-07-28T20:22:36","slug":"40-persen-pakaian-tak-pernah-terjual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/28\/40-persen-pakaian-tak-pernah-terjual\/","title":{"rendered":"40 Persen Pakaian tak Pernah Terjual"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/28\/1785249142_167e53c1a2b2cc1d6dab.jpeg\" alt=\"40 Persen Pakaian tak Pernah Terjual\"\/><figcaption>Para narasumber Seminar PINTU 2026 seusai memaparkan materi seputar keberlanjutan industri tekstil dan penanganan limbah fashion di Jakarta Pusat, Selasa (28\/7).(MI\/Nadhira Izzati)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MASALAH <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/limbah-tekstil\" title=\"Limbah tekstil\">limbah tekstil<\/a> tidak hanya berasal dari kebiasaan konsumen, tetapi juga dari keputusan produksi berskala besar.<\/p>\n<p>Dalam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/seminar-pintu-2026\" title=\"Seminar PINTU 2026\">Seminar PINTU 2026<\/a> di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28\/7), Co-founder sekaligus CEO The New Factory, Alia Sarastita, menyebut sekitar 40 persen <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pakaian\" title=\"pakaian\">pakaian<\/a> yang diproduksi secara global tidak pernah terjual atau sampai ke tangan konsumen.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cIni adalah\u00a0<em>pre-consumer waste<\/em>,\u201d ujar Alia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/912789\/ribuan-pakaian-layak-pakai-dibagikan-di-bekasi\" title=\"Ribuan Pakaian Layak Pakai Dibagikan di Bekasi\" target=\"_blank\">Ribuan Pakaian Layak Pakai Dibagikan di Bekasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, limbah tersebut muncul akibat buruknya perkiraan pasar, produksi massal untuk mengejar efisiensi, serta perhitungan biaya yang mendorong produsen membuat barang secara berlebihan.<\/p>\n<p>\u201cJika produsen membuat keputusan yang tepat, 40 persen limbah tadi bisa dicegah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<h2>Satu Kolaborasi Bisa Menghasilkan Dua Ton Limbah<\/h2>\n<p>Dampak limbah tekstil terlihat nyata di kawasan Kopo, Bandung. Tumpukan sisa kain memenuhi sisi jalan hingga menyumbat saluran air.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/fashion\/908028\/merajut-asa-dari-kain-sisa\" title=\"Merajut Asa dari Kain Sisa\" target=\"_blank\">Merajut Asa dari Kain Sisa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Fasilitas pengolahan juga kerap kewalahan karena belum tersedia teknologi daur ulang berskala besar yang mampu menangani beragam komposisi bahan.<\/p>\n<p>\u201cSatu kolaborasi dengan satu perusahaan saja bisa dengan mudah menyumbang dua ton limbah tekstil,\u201d kata Alia.<\/p>\n<p>Di sektor ritel, produksi berlebih kerap dilakukan untuk memaksimalkan keuntungan. Stok yang tidak terjual dialihkan ke gerai diskon, tetapi banyak yang akhirnya tetap berakhir di tempat pembuangan.<\/p>\n<p>Dosen dan peneliti Politeknik STTT Bandung, Mohamad Widodo, mengatakan industri juga menciptakan persepsi bahwa konsumen membutuhkan produk baru.<\/p>\n<p>Pergantian tren warna dan model yang cepat memicu fenomena\u00a0<em>Fear of Missing Out<\/em>\u00a0atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fomo\" title=\"Fomo\">FOMO<\/a>, sehingga masyarakat terdorong membeli pakaian yang sebenarnya tidak dibutuhkan.<\/p>\n<h2>Regulasi dan Pencegahan dari Tahap Desain<\/h2>\n<p>Perubahan sistemik membutuhkan regulasi yang lebih tegas. Prancis, misalnya, telah melarang iklan perusahaan\u00a0<em>ultra fast fashion<\/em>.<\/p>\n<p>Di Indonesia, upaya tersebut mulai didorong melalui Peta Jalan Ekonomi Sirkular. Sejumlah manufaktur juga mulai menggunakan teknologi CAD dan AI untuk menerapkan desain minim limbah.<\/p>\n<p>Namun, Widodo menilai Indonesia masih berada pada tahap awal.<\/p>\n<p>\u201cKita sebenarnya siap, tetapi baru berada di langkah paling awal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa limbah harus dicegah sejak tahap perencanaan melalui pendekatan\u00a0<em>eco-design<\/em>, disertai edukasi dan regulasi yang mendorong industri lebih bertanggung jawab. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/fashion\/915763\/40-persen-pakaian-tak-pernah-terjual\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para narasumber Seminar PINTU 2026 seusai memaparkan materi seputar keberlanjutan industri tekstil dan penanganan limbah fashion di Jakarta Pusat, Selasa (28\/7).(MI\/Nadhira Izzati) MASALAH limbah tekstil tidak hanya berasal dari kebiasaan konsumen, tetapi juga dari keputusan produksi berskala besar. Dalam Seminar PINTU 2026 di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28\/7), Co-founder sekaligus CEO The New Factory, Alia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":79107,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-79106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79106"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79106\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}