{"id":78950,"date":"2026-07-28T13:27:38","date_gmt":"2026-07-28T13:27:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/28\/brin-kembangkan-sistem-deteksi-dini-ancaman-biologis-di-tiga-wilayah-pesisir\/"},"modified":"2026-07-28T13:27:38","modified_gmt":"2026-07-28T13:27:38","slug":"brin-kembangkan-sistem-deteksi-dini-ancaman-biologis-di-tiga-wilayah-pesisir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/28\/brin-kembangkan-sistem-deteksi-dini-ancaman-biologis-di-tiga-wilayah-pesisir\/","title":{"rendered":"BRIN Kembangkan Sistem Deteksi Dini Ancaman Biologis di Tiga Wilayah Pesisir"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/28\/1785243758_fca75a949ad3d7772569.jpg\" alt=\"BRIN Kembangkan Sistem Deteksi Dini Ancaman Biologis di Tiga Wilayah Pesisir\"\/><figcaption>Ilustrasi ubur-ubur(Magnific.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BADAN Riset dan Inovasi Nasional (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/brin\" title=\"BRIN\">BRIN<\/a>) mengembangkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sistem-pemantauan-terpadu\" title=\"sistem pemantauan terpadu\">sistem pemantauan terpadu<\/a> untuk mendeteksi secara dini ancaman biologis di kawasan pesisir, seperti ledakan populasi ubur-ubur beracun (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/harmful-jellyfish\" title=\"harmful jellyfish\">harmful jellyfish<\/a>) dan Harmful Algal Blooms (HABs). Sistem tersebut diharapkan dapat menjadi dasar mitigasi berbasis data di wilayah pesisir yang rentan.<\/p>\n<p>Penelaah Teknis Kebijakan BRIN Aria Bisri mengatakan ancaman biologis di kawasan pesisir selama ini belum menjadi perhatian utama dalam upaya mitigasi bencana, padahal dampaknya dapat mengganggu ekosistem laut hingga aktivitas ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Fenomena blooming ubur-ubur dapat mengganggu operasional pembangkit listrik serta menimbulkan sengatan terhadap wisatawan di kawasan pesisir. Selain itu, fenomena ini juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut yang pada akhirnya berdampak pada penurunan produksi perikanan. Wilayah pesisir urban seperti Teluk Jakarta, pesisir selatan Pulau Jawa, dan Teluk Ambon merupakan kawasan yang rentan terhadap kejadian tersebut,&#8221; ujar Aria dalam keterangan resmi, Selasa (28\/7).\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/915712\/kai-dan-brin-perkuat-riset-automatic-train-protection-roadmap-disiapkan-hingga-triwulan-ii-2027\" title=\"KAI dan BRIN Perkuat Riset Automatic Train Protection, Roadmap Disiapkan hingga Triwulan II 2027\" target=\"_blank\">KAI dan BRIN Perkuat Riset Automatic Train Protection, Roadmap Disiapkan hingga Triwulan II 2027<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Melalui penelitian bertajuk Pemantauan Blooming Ubur-Ubur Beracun (Harmful Jellyfish) dan Marak Alga Berbahaya (Harmful Algal Blooms\/HABs) di Perairan Pesisir Urban: JellyHABS-GIS, BRIN mengembangkan sistem pemantauan yang mengintegrasikan data kualitas air, meliputi parameter fisik dan kimia, dengan data biologi untuk mendeteksi lebih dini potensi kemunculan HABs maupun blooming ubur-ubur.<\/p>\n<p>Aria menjelaskan, riset tersebut juga diarahkan pada pembangunan platform informasi berbasis web dan Geographic Information System (GIS) yang menyajikan informasi lintas parameter secara interaktif.<\/p>\n<p>&#8220;Platform tersebut dirancang untuk menyajikan informasi lintas parameter secara interaktif sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pengambilan keputusan bagi para pemangku kepentingan dalam mitigasi risiko ekologi pesisir,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/915600\/brin-siapkan-teknologi-hadapi-cuaca-ekstrem\" title=\"BRIN Siapkan Teknologi Hadapi Cuaca Ekstrem\" target=\"_blank\">BRIN Siapkan Teknologi Hadapi Cuaca Ekstrem<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Penelitian itu menargetkan tersusunnya kerangka sistem pemantauan terpadu yang menggabungkan berbagai parameter kualitas air dan data biologi, serta pembentukan basis data terintegrasi yang memuat hasil pemantauan lapangan, data historis, citra satelit, dan hasil analisis laboratorium. Basis data tersebut akan dikembangkan untuk tiga lokasi prioritas, yakni Teluk Jakarta, pesisir selatan Jawa, dan Teluk Ambon.<\/p>\n<p>Selain itu, BRIN juga mengembangkan prototipe platform WebsiteGIS yang memungkinkan pengguna mengakses peta kualitas air, dinamika plankton dan ubur-ubur, indikator risiko HABs maupun *blooming* ubur-ubur, serta dashboard interaktif untuk mendukung pemantauan.<\/p>\n<p>&#8220;Penelitian ini juga menargetkan pengembangan prototipe platform WebsiteGIS. Melalui platform ini, pengguna dapat mengakses peta kualitas air, dinamika plankton dan ubur-ubur, indikator risiko HABs maupun blooming ubur-ubur, serta dashboard interaktif sebagai pendukung pemantauan,&#8221; ujar Aria.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pengembangan aplikasi tersebut menggunakan pendekatan vibe engineering yang memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Teknologi AI diterapkan sejak penyusunan kebutuhan sistem, perencanaan implementasi, pengelolaan version control, implementasi, hingga tahap pengujian dan dokumentasi perangkat lunak. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/915714\/brin-kembangkan-sistem-deteksi-dini-ancaman-biologis-di-tiga-wilayah-pesisir\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi ubur-ubur(Magnific.com) BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem pemantauan terpadu untuk mendeteksi secara dini ancaman biologis di kawasan pesisir, seperti ledakan populasi ubur-ubur beracun (harmful jellyfish) dan Harmful Algal Blooms (HABs). Sistem tersebut diharapkan dapat menjadi dasar mitigasi berbasis data di wilayah pesisir yang rentan. Penelaah Teknis Kebijakan BRIN Aria Bisri mengatakan ancaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":78951,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-78950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78950"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78950\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}