{"id":78778,"date":"2026-07-28T05:49:37","date_gmt":"2026-07-28T05:49:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/28\/pistacio-vs-kacang-tanah-untuk-diet-mana-yang-lebih-ampuh\/"},"modified":"2026-07-28T05:49:37","modified_gmt":"2026-07-28T05:49:37","slug":"pistacio-vs-kacang-tanah-untuk-diet-mana-yang-lebih-ampuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/28\/pistacio-vs-kacang-tanah-untuk-diet-mana-yang-lebih-ampuh\/","title":{"rendered":"Pistacio vs Kacang Tanah untuk Diet Mana yang Lebih Ampuh"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/28\/1785202329_c74fef853a4d7652ba1d.jpg\" alt=\"Pistacio vs Kacang Tanah untuk Diet: Mana yang Lebih Ampuh?\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KACANG-kacangan kerap menjadi pilihan camilan favorit saat menjalani program penurunan berat badan. Dua jenis yang paling populer adalah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pistacio\" title=\"Pistacio\">pistacio<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kacang-tanah\" title=\"kacang tanah\">kacang tanah<\/a>. Keduanya padat nutrisi dan mampu memberi rasa kenyang lebih lama untuk menjaga defisit kalori. Namun, mana yang sebenarnya lebih efektif untuk diet?<\/p>\n<p>Ahli gizi terdaftar Nicole Randazzo, M.A., RDN, CDCES, menjelaskan peran kacang bukan sekadar dari aspek rendah kalori semata.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Kacang-kacangan seperti pistacio dan kacang tanah mendukung penurunan berat badan bukan semata-mata karena &#8216;rendah kalori&#8217;, melainkan karena menjadi camilan bernutrisi yang practical atau bahan tambahan dalam makanan,&#8221; kata Randazzo.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/874963\/11-manfaat-kacang-tanah-bagi-kesehatan-bisa-meningkatkan-sistem-imun\" title=\"11 Manfaat Kacang Tanah bagi Kesehatan, Bisa Meningkatkan Sistem Imun\" target=\"_blank\">11 Manfaat Kacang Tanah bagi Kesehatan, Bisa Meningkatkan Sistem Imun<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Keunggulan Kacang Tanah<\/h2>\n<p>Satu porsi kacang tanah (sekitar 28 gram) mengandung 166 kalori, 7 gram protein, 2 gram serat, dan 14 gram lemak. Kandungan karbohidratnya yang rendah serta kombinasi protein dan lemak sehatnya dapat menjaga stabilitas gula darah.<\/p>\n<p>&#8220;Kombinasi protein, serat, dan lemak sehatnya memperlambat pencernaan, sehingga menghasilkan energi yang lebih stabil dan mengurangi rasa ingin makan,&#8221; ujar Randazzo.<\/p>\n<p>Selain itu, menjadikan kacang tanah sebagai pengganti camilan tidak sehat turut membantu menekan asupan kalori harian.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/857065\/12-manfaat-kacang-tanah-untuk-kesehatan-bisa-melancarkan-pencernaan\" title=\"12 Manfaat Kacang Tanah untuk Kesehatan, Bisa Melancarkan Pencernaan\" target=\"_blank\">12 Manfaat Kacang Tanah untuk Kesehatan, Bisa Melancarkan Pencernaan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Mengganti makanan ringan olahan berlebih (ultra-processed) dengan kacang-kacangan seperti kacang tanah juga dapat menurunkan total konsumsi kalori sepanjang hari,&#8221; ujar ahli gizi Lauren Harris-Pincus, M.S., RDN.<\/p>\n<h2>Keunggulan Pistacio<\/h2>\n<p>Sementara itu, satu porsi pistacio (28 gram) mengandung 162 kalori, 6 gram protein, 3 gram serat, dan 13 gram lemak. Kandungan serat pistacio sedikit lebih tinggi, yang mendukung kesehatan pencernaan dan bakteri baik di usus.<\/p>\n<p>Keunggulan unik pistacio terletak pada jumlah bijinya. Dalam berat 28 gram, Anda mendapatkan sekitar 49 butir pistacio, berbanding 28 butir pada kacang tanah.<\/p>\n<p>&#8220;Bagi seseorang yang mencoba memaksimalkan porsi, Anda mendapatkan 49 butir pistacio per ons, sedangkan porsi kacang tanah yang sama kira-kira setara dengan 28 butir,&#8221; jelas Randazzo.<\/p>\n<p>Aktivitas mengupas kulit pistacio juga mendorong pola makan yang lebih sadar (mindful eating).<\/p>\n<p>&#8220;Khusus untuk penurunan berat badan, saya lebih condong ke pistacio karena beberapa alasan,&#8221; kata Randazzo. &#8220;Karena lebih sering dimakan bersama cangkangnya, hal ini secara alami memperlambat cara makan Anda dan memberikan petunjuk visual tentang porsi, yang membantu mencegah mindless snacking.&#8221;<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Secara garis besar, perbandingan nutrisi kedua jenis kacang ini tergolong sangat tipis.<\/p>\n<p>&#8220;Baik kacang tanah maupun pistacio sama-sama kaya nutrisi dan lezat dengan makronutrisi yang sangat mirip,&#8221; catat Harris-Pincus.<\/p>\n<p>Jika Anda menyukai porsi camilan yang tampak lebih banyak dan ingin memperlambat tempo makan, pistacio dapat menjadi pilihan tepat. Namun, manfaat serupa juga bisa didapatkan dengan memilih kacang tanah yang masih bercangkang. Pilihan terbaik adalah kacang yang paling Anda nikmati untuk dikonsumsi secara konsisten dalam pola makan seimbang. (Eating Well\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/915410\/pistacio-vs-kacang-tanah-untuk-diet-mana-yang-lebih-ampuh\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) KACANG-kacangan kerap menjadi pilihan camilan favorit saat menjalani program penurunan berat badan. Dua jenis yang paling populer adalah pistacio dan kacang tanah. Keduanya padat nutrisi dan mampu memberi rasa kenyang lebih lama untuk menjaga defisit kalori. Namun, mana yang sebenarnya lebih efektif untuk diet? Ahli gizi terdaftar Nicole Randazzo, M.A., RDN, CDCES, menjelaskan peran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":78779,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-78778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78778"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78778\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}