{"id":78766,"date":"2026-07-28T05:17:45","date_gmt":"2026-07-28T05:17:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/28\/terlalu-banyak-peringatan-di-media-sosial-dokter-anak-soroti-fenomena-safety-fatigue\/"},"modified":"2026-07-28T05:17:45","modified_gmt":"2026-07-28T05:17:45","slug":"terlalu-banyak-peringatan-di-media-sosial-dokter-anak-soroti-fenomena-safety-fatigue","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/28\/terlalu-banyak-peringatan-di-media-sosial-dokter-anak-soroti-fenomena-safety-fatigue\/","title":{"rendered":"Terlalu Banyak Peringatan di Media Sosial, Dokter Anak Soroti Fenomena Safety Fatigue"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/28\/1785195204_e571e6f811e3d2f678c1.jpg\" alt=\"Terlalu Banyak Peringatan di Media Sosial, Dokter Anak Soroti Fenomena 'Safety Fatigue'\"\/><figcaption>ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MENYAKSIKAN video peringatan keselamatan di media sosial kerap memicu rasa cemas berlebih bagi para orang tua. Rentetan unggahan tentang bahaya yang mengintai anak-anak memicu fenomena yang disebut oleh para ahli sebagai &#8220;<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/safety-fatigue\" title=\"safety fatigue\">safety fatigue<\/a>&#8221; atau kelelahan akibat berlebihnya informasi keselamatan.<\/p>\n<p>Seorang dokter anak sekaligus ibu dari dua anak membagikan pengalamannya saat menyaksikan video viral tentang imbauan menutup pintu kamar anak untuk mencegah dampak kebakaran. Meski imbauan tersebut berbasis riset, ia menyadari bahwa ancaman tersebut relatif jarang terjadi dibandingkan kekhawatiran harian lainnya, seperti pola tidur anak.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Kelelahan akibat peringatan keselamatan (safety fatigue) terjadi ketika volume peringatan, baik yang nyata maupun dibesar-besarkan, yang mendesak maupun yang sepele, menjadi begitu nyaring sehingga kita kehilangan kemampuan untuk membedakannya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900452\/gedung-sekolah-rakyat-harus-perhatikan-keselamatan-anak-sudjatmiko-tak-boleh-asal-dibangun\" title=\"Gedung Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak, Sudjatmiko: tak Boleh Asal Dibangun\" target=\"_blank\">Gedung Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak, Sudjatmiko: tak Boleh Asal Dibangun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Fenomena ini kerap diperparah oleh psikologi availability heuristic, di mana seseorang menilai tingkat bahaya bukan dari seberapa sering hal itu terjadi, melainkan dari seberapa mudah mereka mengingat contoh visual yang dramatis.<\/p>\n<h2>Memilah Risiko Nyata dari Rasa Takut<\/h2>\n<p>Sebuah studi mengenai konten terpopuler di TikTok pada kategori pola asuh dan kesehatan menunjukkan bahwa mayoritas klaim kesehatan dalam video tersebut menyesatkan. Sebanyak 80% disinformasi tersebut berasal dari sesama orangtua atau influencer, bukan dari tenaga medis profesional. Algoritma media sosial dirancang untuk meningkatkan interaksi (engagement), dan rasa takut merupakan salah satu pemicu interaksi yang sangat kuat.<\/p>\n<p>Untuk memilah mana ancaman yang nyata dan mana yang sekadar menakutkan, orang tua disarankan mengajukan dua pertanyaan mendasar: Seberapa sering hal ini benar-benar terjadi pada anak? Serta berapa besar biaya, waktu, dan ketenangan pikiran yang harus dikorbankan untuk mengatasinya?<\/p>\n<p>Di dalam praktik medis, terdapat tiga risiko utama pada anak yang sebenarnya memerlukan perhatian lebih ketat ketimbang fenomena viral di media sosial:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Senjata Api: Menjadi penyebab utama kematian anak dan remaja di AS, melebihi kecelakaan lalu lintas.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tenggelam: Salah satu pemicu kematian tertinggi pada anak kecil, terutama di kolam renang tanpa pengawasan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pemasangan Kursi Bayi (Car Seat): Masih sangat sering dipasang secara tidak tepat di dalam kendaraan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Orangtua diimbau untuk fokus pada bahaya nyata yang umum terjadi serta memverifikasi setiap informasi melalui sumber tepercaya, seperti dokter anak atau situs resmi organisasi kesehatan, daripada terhanyut oleh narasi viral yang belum teruji. (CNN\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/915387\/terlalu-banyak-peringatan-di-media-sosial-dokter-anak-soroti-fenomena-safety-fatigue\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Magnific) MENYAKSIKAN video peringatan keselamatan di media sosial kerap memicu rasa cemas berlebih bagi para orang tua. Rentetan unggahan tentang bahaya yang mengintai anak-anak memicu fenomena yang disebut oleh para ahli sebagai &#8220;safety fatigue&#8221; atau kelelahan akibat berlebihnya informasi keselamatan. Seorang dokter anak sekaligus ibu dari dua anak membagikan pengalamannya saat menyaksikan video viral tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":78767,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-78766","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78766","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78766"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78766\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}