{"id":76798,"date":"2026-07-24T02:59:45","date_gmt":"2026-07-24T02:59:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/24\/ancaman-silent-cognitive-burden-akibat-gangguan-penglihatan-anemia-dan-masalah-perilaku\/"},"modified":"2026-07-24T02:59:45","modified_gmt":"2026-07-24T02:59:45","slug":"ancaman-silent-cognitive-burden-akibat-gangguan-penglihatan-anemia-dan-masalah-perilaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/24\/ancaman-silent-cognitive-burden-akibat-gangguan-penglihatan-anemia-dan-masalah-perilaku\/","title":{"rendered":"Ancaman Silent Cognitive Burden Akibat Gangguan Penglihatan, Anemia, dan Masalah Perilaku."},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/24\/1784861553_b2acea08456f7a905ad4.jpg\" alt=\"Ancaman Silent Cognitive Burden Akibat Gangguan Penglihatan, Anemia, dan Masalah Perilaku.\"\/><figcaption>Penjabaran mengenai Silent Cognitive Burden(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>INDONESIA Health Development Center (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ihdc\" title=\"IHDC\">IHDC<\/a>) mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi ancaman <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/silent-cognitive-burden\" title=\"Silent Cognitive Burden\">Silent Cognitive Burden<\/a><\/i>\u00a0yang menghantui generasi muda Indonesia. Fenomena ini merujuk pada penurunan kapasitas perkembangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kognitif-anak\" title=\"kognitif anak\">kognitif anak<\/a> yang berlangsung secara perlahan akibat masalah kesehatan yang selama ini luput dari perhatian utama kebijakan publik.<\/p>\n<p>Temuan ini merupakan hasil kajian <i>Community Diagnosis<\/i> yang dituangkan dalam Seri Kajian Strategis IHDC Nomor 4. Kajian yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif IHDC, Dr. dr. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ray-wagiu-basrowi\" title=\"Ray Wagiu Basrowi\">Ray Wagiu Basrowi<\/a>, MKK, FRSPH, ini disusun melalui <i>rapid review<\/i> penelitian internasional dan divalidasi oleh para pakar lintas disiplin, mulai dari pediatri, neurologi, hingga kebijakan publik.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Empat Determinan Utama Krisis Kognitif<\/h3>\n<p>Kajian tersebut mengidentifikasi empat faktor kesehatan utama yang memiliki hubungan ilmiah kuat terhadap kapasitas kognitif anak usia sekolah. Masalah-masalah ini jika dibiarkan dapat menjelma menjadi krisis kognitif nasional.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/914090\/waspada-bayi-mudah-lelah-saat-menyusu-bisa-jadi-gejala-penyakit-jantung-bawaan\" title=\"Waspada, Bayi Mudah Lelah saat Menyusu Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Bawaan\" target=\"_blank\">Waspada, Bayi Mudah Lelah saat Menyusu Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Bawaan<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Determinan Kesehatan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Estimasi Jumlah Terdampak<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Sumber Data<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Gangguan Refraksi (Penglihatan) tidak terkoreksi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">&gt; 8 Juta Anak<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Estimasi Studi IHDC<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Defisiensi Zat Besi (Anemia)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">&gt; 7 Juta Balita<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Estimasi Studi IHDC<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Gangguan Perilaku (Cemas)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">&gt; 300 Ribu Anak Usia Sekolah<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Data Kemenkes<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Defisiensi Protein<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Signifikan (dalam kajian)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kajian Strategis IHDC<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Ketua Dewan Pembina IHDC sekaligus Menteri Kesehatan RI periode 2014-2019, Prof. Nila F. Moeloek, menekankan bahwa masalah ini bukan sekadar persoalan kesehatan individual.<\/p>\n<p>&#8220;Dampaknya dapat memengaruhi kualitas modal manusia nasional. Yang hilang bukan hanya nilai rapor, tetapi juga potensi berpikir, berinovasi, dan membangun masa depan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<h3>Konsep Cognitive and Future Imaginative Capacity<\/h3>\n<p>IHDC memperkenalkan paradigma baru melalui konsep <i>Cognitive and Future Imaginative Capacity<\/i>. Konsep ini menitikberatkan pada kapasitas neurokognitif yang memungkinkan anak untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan memiliki orientasi masa depan yang jelas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/913538\/waspada-hoaks-stunting-dan-bullying-pada-anak-bertubuh-pendek\" title=\"Waspada Hoaks Stunting dan Bullying pada Anak Bertubuh Pendek\" target=\"_blank\">Waspada Hoaks Stunting dan Bullying pada Anak Bertubuh Pendek<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dr. Ray Wagiu Basrowi menjelaskan bahwa pembangunan anak harus bergeser dari sekadar mencegah penyakit fisik menuju pembangunan kapasitas otak. IHDC mengusulkan model <i>Community Framework<\/i> yang melihat perkembangan kognitif sebagai hasil interaksi antara faktor biologis, kualitas sensorik, fungsi neurokognitif, perilaku, dan lingkungan sosial.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #2196F3; margin: 20px 0;\"><strong>Rekomendasi Strategis IHDC:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Prioritas intervensi pada gangguan refraksi melalui skrining dan penyediaan kacamata.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penguatan pencegahan anemia defisiensi besi sejak dini.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Peningkatan kualitas nutrisi protein bagi anak sekolah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Deteksi dini gangguan perilaku sebagai bagian dari strategi modal manusia.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Sebagai penutup, Prof. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nila-moeloek\" title=\"nila moeloek\">Nila Moeloek<\/a> mengingatkan bahwa visi Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai hanya dengan generasi yang sehat secara fisik.<\/p>\n<p>&#8220;Indonesia membutuhkan generasi yang mampu berpikir dan berinovasi. Investasi terhadap perkembangan otak anak adalah investasi terhadap daya saing bangsa,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>IHDC berharap kajian ini mendorong integrasi kebijakan antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pembangunan manusia dalam satu strategi nasional yang komprehensif. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/914267\/ancaman-silent-cognitive-burden-akibat-gangguan-penglihatan-anemia-dan-masalah-perilaku\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penjabaran mengenai Silent Cognitive Burden(MI\/HO) INDONESIA Health Development Center (IHDC) mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi ancaman Silent Cognitive Burden\u00a0yang menghantui generasi muda Indonesia. Fenomena ini merujuk pada penurunan kapasitas perkembangan kognitif anak yang berlangsung secara perlahan akibat masalah kesehatan yang selama ini luput dari perhatian utama kebijakan publik. Temuan ini merupakan hasil kajian Community Diagnosis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":76799,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-76798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76798"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76798\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}