{"id":76668,"date":"2026-07-23T19:45:42","date_gmt":"2026-07-23T19:45:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/23\/israel-bangun-parit-buaya-di-penjara-ketziot-untuk-tahanan-hamas\/"},"modified":"2026-07-23T19:45:42","modified_gmt":"2026-07-23T19:45:42","slug":"israel-bangun-parit-buaya-di-penjara-ketziot-untuk-tahanan-hamas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/23\/israel-bangun-parit-buaya-di-penjara-ketziot-untuk-tahanan-hamas\/","title":{"rendered":"Israel Bangun Parit Buaya di Penjara Ketziot untuk Tahanan Hamas"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/23\/1784818351_5ae3e941f9c56a3330a6.jpg\" alt=\"Israel Bangun Parit Buaya di Penjara Ketziot untuk Tahanan Hamas\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>OTORITAS\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/israel\" title=\"Israel\">Israel<\/a> dilaporkan tengah memulai proyek kontroversial dengan menggali parit yang ditujukan untuk menampung buaya di sekitar sayap keamanan tinggi suatu penjara di wilayah selatan. Penjara tersebut diketahui menjadi lokasi penahanan bagi anggota <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hamas\" title=\"Hamas\">Hamas<\/a>.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan harian <i>Yedioth Ahronoth<\/i> pada Rabu (22\/7), parit-parit tersebut digali di sekeliling <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penjara-ketziot\" title=\"Penjara Ketziot\">Penjara Ketziot<\/a> dengan panjang mencapai sekitar 170 meter. Seorang pejabat lokal dari Dewan Regional Ramat Negev, wilayah tempat penjara itu berada, menyatakan bahwa penggalian dilakukan di dalam area penjara di sekitar salah satu sayap khusus sehingga tidak terlihat dari luar.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada yang tahu pasti apakah nanti benar-benar akan ada buaya di sana, tetapi persiapan sedang dilakukan,&#8221; ujar pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut sebagaimana dikutip media setempat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/912168\/israel-ingin-gunakan-buaya-nil-untuk-cegah-tahanan-palestina-kabur\" title=\"Israel Ingin Gunakan Buaya Nil untuk Cegah Tahanan Palestina Kabur\" target=\"_blank\">Israel Ingin Gunakan Buaya Nil untuk Cegah Tahanan Palestina Kabur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kementerian Keamanan Nasional Israel mengonfirmasi dimulai\u00a0pengerjaan saluran yang dirancang untuk buaya tersebut. Proyek ini dapat berjalan setelah Menteri Perlindungan Lingkungan, Idit Silman, memutuskan untuk mengklasifikasikan buaya Nil sebagai hewan liar yang dijinakkan\u00a0pada pekan lalu.<\/p>\n<p>Keputusan Silman tersebut tetap diambil meskipun mendapat keberatan dari para pejabat profesional di kementeriannya sendiri. Langkah ini dianggap sebagai dasar hukum yang memungkinkan pemanfaatan reptil predator tersebut dalam fasilitas pemasyarakatan.<\/p>\n<h2>Fase Pilot dan Anggaran Besar<\/h2>\n<p>Kantor Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/itamar-ben-gvir\" title=\"Itamar Ben-Gvir\">Itamar Ben-Gvir<\/a>, menyatakan bahwa keputusan Silman telah membuka jalan bagi proyek ini. Pihaknya menegaskan bahwa fase pilot dari penjara buaya\u00a0resmi dimulai di salah satu sayap Penjara Ketziot.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/735525\/kabinet-israel-setujui-kesepakatan-tahanan-dan-gencatan-senjata-gaza\" title=\"Kabinet Israel Setujui Kesepakatan Tahanan dan Gencatan Senjata Gaza\" target=\"_blank\">Kabinet Israel Setujui Kesepakatan Tahanan dan Gencatan Senjata Gaza<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Siapa pun yang mengira ini hanya sekadar gertakan atau aksi cari perhatian, mereka salah,&#8221; tegas kantor Ben-Gvir.<\/p>\n<p>Layanan Penjara Israel dilaporkan telah menyiapkan rencana komprehensif untuk perawatan, pengawasan, dan penempatan buaya-buaya tersebut. Para petugas penjara bahkan\u00a0menerima pelatihan khusus mengenai cara menangani hewan tersebut.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin: 20px 0;\"><strong>Detail Proyek:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Lokasi:<\/strong> Penjara Ketziot, Israel Selatan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Panjang Parit:<\/strong> Sekitar 170 meter.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Anggaran:<\/strong> 21 juta shekel (setara kurang lebih Rp100 miliar atau US$6,3 juta).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Target:<\/strong> Sayap khusus yang menampung anggota Hamas.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Hingga saat ini, proyek tersebut terus berjalan di bawah pengawasan ketat, memicu perdebatan mengenai etika dan efektivitas penggunaan hewan liar sebagai bagian dari sistem keamanan penjara. (Middle East Monitor\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/914165\/israel-bangun-parit-buaya-di-penjara-ketziot-untuk-tahanan-hamas\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) OTORITAS\u00a0Israel dilaporkan tengah memulai proyek kontroversial dengan menggali parit yang ditujukan untuk menampung buaya di sekitar sayap keamanan tinggi suatu penjara di wilayah selatan. Penjara tersebut diketahui menjadi lokasi penahanan bagi anggota Hamas. Berdasarkan laporan harian Yedioth Ahronoth pada Rabu (22\/7), parit-parit tersebut digali di sekeliling Penjara Ketziot dengan panjang mencapai sekitar 170 meter. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":76669,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-76668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76668"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76668\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}