{"id":76553,"date":"2026-07-23T14:37:39","date_gmt":"2026-07-23T14:37:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/23\/efisiensi-industri-jadi-kunci-dongkrak-investasi-dan-daya-saing-manufaktur-nasional\/"},"modified":"2026-07-23T14:37:39","modified_gmt":"2026-07-23T14:37:39","slug":"efisiensi-industri-jadi-kunci-dongkrak-investasi-dan-daya-saing-manufaktur-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/23\/efisiensi-industri-jadi-kunci-dongkrak-investasi-dan-daya-saing-manufaktur-nasional\/","title":{"rendered":"Efisiensi Industri Jadi Kunci Dongkrak Investasi dan Daya Saing Manufaktur Nasional"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/23\/1784817255_70f9b0df4ba053d90ebd.jpeg\" alt=\"Efisiensi Industri Jadi Kunci Dongkrak Investasi dan Daya Saing Manufaktur Nasional\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Transformasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/industri-manufaktur\" title=\"Industri Manufaktur\">industri manufaktur<\/a> nasional tak cukup hanya mengandalkan modernisasi mesin, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan adopsi teknologi material handling untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/daya-saing\" title=\"daya saing\">daya saing<\/a>, sekaligus mendukung target keberlanjutan.<br \/>&#13;<br \/>\nHal tersebut mengemuka pada Simposium bertema Material Handling in Manufacturing yang digelar di Jakarta, Kamis (23\/7\/2026).<\/p>\n<p>Forum tersebut menghadirkan CEO PT Indonesia Research Institute Japan (IRIJ) Albertus Prasetyo Heru Nugroho, Kasubdit Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan Kementerian Kehutanan Deden Nurochman, Ketua Tim Industri Peralatan Pabrik, Alat Berat, dan Mesin Pelestari Lingkungan Kementerian Perindustrian Norma Budiman, serta Unozawa Engineering Co Ltd Shuichi Todate.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>CEO PT IRIJ Albertus Prasetyo Heru Nugroho mengatakan simposium ini menjadi wadah memperkuat jejaring antara pelaku industri, pemerintah, dan penyedia teknologi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/620566\/aspek-keberlanjutan-tingkatkan-daya-saing-industri-baja\" title=\"Aspek Keberlanjutan Tingkatkan Daya Saing Industri Baja\" target=\"_blank\">Aspek Keberlanjutan Tingkatkan Daya Saing Industri Baja<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, hubungan yang semakin erat akan mempermudah lahirnya berbagai bentuk kerja sama strategis, mulai dari nota kesepahaman (MoU), nota kesepakatan (MoA), hingga perjanjian kerja sama.<br \/>&#13;<br \/>\n&#8220;Kami harap dengan acara sederhana seperti ini, hubungan antarpemangku kepentingan kian dekat. Ketika sudah saling mengenal, proses membangun kerja sama akan menjadi jauh lebih mudah,&#8221; ujar Albertus.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan kolaborasi itu berawal dari diskusi bersama mitra teknologi Jepang mengenai peluang penerapan sistem material handling pada industri pulp.<\/p>\n<p>Pembahasan kemudian berkembang bersama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kehutanan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri nasional.<br \/>&#13;<br \/>\nAlbertus menilai prospek pengembangan material handling di Indonesia masih sangat besar, terutama karena industri global kini semakin memperhatikan aspek efisiensi dan keberlanjutan sebagai indikator utama dalam pengambilan keputusan investasi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/913288\/uu-pfii-percepat-transformasi-indonesia-sebagai-pusat-finansial-global\" title=\"UU PFII Percepat Transformasi Indonesia sebagai Pusat Finansial Global\" target=\"_blank\">UU PFII Percepat Transformasi Indonesia sebagai Pusat Finansial Global<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, pengurangan material loss atau kehilangan bahan baku jadi salah satu parameter penting dalam penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Perusahaan yang mampu mengelola proses produksi secara efisien memiliki profitabilitas lebih baik sekaligus lebih menarik bagi investor.<\/p>\n<p>&#8220;Semakin efisien perusahaan mengelola material, profitabilitas akan meningkat dan tentu disukai investor. Indonesia masih membutuhkan investasi asing langsung (FDI), sehingga efisiensi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya tarik investasi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Albertus juga menilai kepastian regulasi dan sosialisasi kebijakan kepada investor asing menjadi faktor penting agar investasi tumbuh.<br \/>&#13;<br \/>\n&#8220;Dari sisi industri, peluangnya sangat besar. Yang perlu diperkuat adalah bagaimana regulasi dan mekanisme investasi di Indonesia dapat dipahami dengan baik oleh investor internasional,&#8221; ujar Albertus.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kasubdit Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan Kementerian Kehutanan Deden Nurochman mengatakan penerapan teknologi material handling memiliki manfaat langsung terhadap pengelolaan sumber daya hutan yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p>Menurut Deden, efisiensi penggunaan bahan baku akan membantu menekan kebutuhan material sehingga turut menjaga kelestarian hutan.<br \/>&#13;<br \/>\n&#8220;Saat efisiensi meningkat, kebutuhan bahan baku jadi lebih terukur. Dampaknya, jaminan terhadap pelestarian hutan juga menjadi semakin baik,&#8221; kata Deden.<\/p>\n<p>Selain itu, ia menilai inovasi teknologi akan meningkatkan nilai tambah hasil hutan Indonesia. Selama ini, bahan baku yang dijual dalam bentuk mentah memiliki nilai ekonomi relatif rendah dibandingkan produk yang melalui proses pengolahan.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan efisiensi dan inovasi, nilai tambah dari sumber daya hutan diharapkan terus meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Pada sisi lain, Ketua Tim Industri Peralatan Pabrik, Alat Berat, dan Mesin Pelestari Lingkungan Kementerian Perindustrian Norma Budiman menegaskan pemerintah mendukung penuh langkah industri dalam melakukan modernisasi dan otomasi proses produksi.<\/p>\n<p>Menurut Norma, peningkatan efisiensi menjadi kebutuhan utama industri nasional agar mampu bersaing di pasar global. &#8220;Kami mendorong industri melakukan modernisasi, mulai dari mengganti mesin-mesin yang sudah tua, menambah sistem otomasi, hingga menerapkan teknologi material handling yang sebelumnya masih dilakukan secara manual,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia berharap simposium tersebut menjadi sarana mempertemukan penyedia teknologi, pelaku industri, dan pemerintah untuk mempercepat adopsi inovasi di sektor manufaktur. &#8220;Harapannya semua pihak semakin terkoneksi, saling berbagi pengalaman, dan menghadirkan solusi yang dapat meningkatkan efisiensi industri nasional,&#8221; pungkas Norma. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/914158\/efisiensi-industri-jadi-kunci-dongkrak-investasi-dan-daya-saing-manufaktur-nasional\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) Transformasi industri manufaktur nasional tak cukup hanya mengandalkan modernisasi mesin, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan adopsi teknologi material handling untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, sekaligus mendukung target keberlanjutan.&#13; Hal tersebut mengemuka pada Simposium bertema Material Handling in Manufacturing yang digelar di Jakarta, Kamis (23\/7\/2026). Forum tersebut menghadirkan CEO PT Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":76554,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-76553","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76553"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76553\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}