{"id":76497,"date":"2026-07-23T12:18:39","date_gmt":"2026-07-23T12:18:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/23\/waspada-bayi-mudah-lelah-saat-menyusu-bisa-jadi-gejala-penyakit-jantung-bawaan\/"},"modified":"2026-07-23T12:18:39","modified_gmt":"2026-07-23T12:18:39","slug":"waspada-bayi-mudah-lelah-saat-menyusu-bisa-jadi-gejala-penyakit-jantung-bawaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/23\/waspada-bayi-mudah-lelah-saat-menyusu-bisa-jadi-gejala-penyakit-jantung-bawaan\/","title":{"rendered":"Waspada, Bayi Mudah Lelah saat Menyusu Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Bawaan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/23\/1784808546_162e19b29aa812c00784.jpeg\" alt=\"Waspada, Bayi Mudah Lelah saat Menyusu Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Bawaan\"\/><figcaption>Penyakit jantung bawaan bayi.(Dok. Magnificific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bayi\" title=\"bayi\">BAYI<\/a> yang tampak cepat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lelah-menyusu\" title=\"lelah menyusu\">lelah menyusu<\/a> atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menghabiskan susu tidak selalu hanya mengalami kesulitan makan biasa. Kondisi ini patut diwaspadai sebagai salah satu indikasi awal <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit-jantung-bawaan\" title=\"Penyakit Jantung Bawaan\">penyakit jantung bawaan<\/a> (<em>congenital heart defect<\/em>).<\/p>\n<p>Menurut data <em>Centers for Disease Control and Prevention<\/em> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cdc\" title=\"CDC\">CDC<\/a>), penyakit jantung bawaan adalah kelainan struktur jantung yang terbentuk sejak lahir. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah di dalam jantung maupun ke seluruh tubuh.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Kelainan ini merupakan jenis cacat lahir yang paling umum, terjadi pada hampir 1% kelahiran setiap tahunnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/911923\/waspadai-penyakit-jantung-bawaan-pada-anak-kenali-gejala-bibir-kebiruan\" title=\"Waspadai Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Kenali Gejala Bibir Kebiruan\" target=\"_blank\">Waspadai Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Kenali Gejala Bibir Kebiruan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Mengapa Bayi Menjadi Cepat Lelah?<\/h2>\n<p>Proses menyusu memerlukan koordinasi kompleks antara mengisap, menelan, dan bernapas. Pada bayi dengan kelainan jantung, organ jantung harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Akibatnya, bayi menjadi lebih cepat lelah, proses menyusu berlangsung lebih lama, atau sering terhenti sebelum kebutuhan nutrisi terpenuhi.<\/p>\n<p>Selain mudah lelah, orang tua perlu memperhatikan gejala penyerta lainnya seperti:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Bibir atau kuku berwarna kebiruan (sianosis).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Napas cepat atau tampak sesak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Bayi tampak sangat sering mengantuk atau lemas.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Berat badan sulit bertambah karena asupan nutrisi yang tidak optimal.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Faktor Risiko dan Diagnosis<\/h2>\n<p>Penyebab pasti penyakit jantung bawaan sebagian besar belum diketahui, namun diduga kuat merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Beberapa faktor risiko yang teridentifikasi meliputi kondisi ibu yang mengalami diabetes atau obesitas sebelum hamil, kebiasaan merokok saat masa kehamilan, serta penggunaan obat-obatan tertentu.<\/p>\n<p>Deteksi dini dapat dilakukan sejak masa kehamilan melalui ekokardiografi janin. Setelah lahir, dokter biasanya menggunakan pemeriksaan <em>pulse oximetry<\/em> untuk mengukur kadar oksigen darah. Jika ditemukan kecurigaan, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan ekokardiografi untuk melihat struktur jantung secara mendalam.<\/p>\n<h2>Langkah Penanganan<\/h2>\n<p>Penanganan medis sangat bergantung pada tingkat keparahan kelainan. Pilihan terapi meliputi pemberian obat-obatan, prosedur kateterisasi jantung, hingga tindakan operasi untuk memperbaiki struktur jantung. Meski kemajuan medis memungkinkan pasien hidup lebih lama dan sehat, CDC menekankan bahwa sebagian pasien tetap memerlukan pemantauan rutin oleh dokter spesialis jantung seumur hidup karena kondisi ini tidak selalu dapat sembuh sepenuhnya. (<em>Ant\/<\/em>Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/914090\/waspada-bayi-mudah-lelah-saat-menyusu-bisa-jadi-gejala-penyakit-jantung-bawaan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit jantung bawaan bayi.(Dok. Magnificific) BAYI yang tampak cepat lelah menyusu atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menghabiskan susu tidak selalu hanya mengalami kesulitan makan biasa. Kondisi ini patut diwaspadai sebagai salah satu indikasi awal penyakit jantung bawaan (congenital heart defect). Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit jantung bawaan adalah kelainan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":76498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-76497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}