{"id":7628,"date":"2024-07-09T05:30:49","date_gmt":"2024-07-09T05:30:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/09\/ajak-anak-lakukan-urban-farming-yuk\/"},"modified":"2024-07-09T05:30:49","modified_gmt":"2024-07-09T05:30:49","slug":"ajak-anak-lakukan-urban-farming-yuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/09\/ajak-anak-lakukan-urban-farming-yuk\/","title":{"rendered":"Ajak Anak Lakukan Urban Farming Yuk"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/66c1de5edad2fd1bf00edd557730a146.jpg\" alt=\"Ajak Anak Lakukan Urban Farming Yuk\"\/><figcaption>Abdul Rahman (60), saat merawat tanamannya di kebun yang berada diatas balkon rumah di kawasan Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta(MI\/Adi Maulana)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KETERBATASAN lahan di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perkotaan\" title=\"Perkotaan\" rel=\"dofollow\">perkotaan<\/a> tak menyurutkan langkah para pecinta tanaman untuk tetap bisa berkebun. Salah satunya dengan konsep <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/urban-farming\" title=\"urban farming\" rel=\"dofollow\">urban farming<\/a>, berkebun dalam ruang yang terbatas. Kegiatan ini tak hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa tetapi juga bisa melibatkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anak\" title=\"anak\" rel=\"dofollow\">anak<\/a>-anak.<\/p>\n<p>Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ary Bakhtiar, SP.,M.Si mengatakan urban farming merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat perkotaan. Pun bisa menjadi solusi yang cocok dengan menggunakan metode tanam sekam hidroponik dalam berbagai bentuk.\n<\/p>\n<p>Urban farming juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkotaan. Hasil panen tidak hanya dapat dijual tetapi juga dapat dikonsumsi sendiri. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/668727\/peringati-hardiknas-dengan-gelar-urban-farming-goes-to-school\" title=\"Peringati Hardiknas dengan Gelar Urban Farming Goes to School\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Peringati Hardiknas dengan Gelar Urban Farming Goes to School<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>\u201cMayoritas yang ditanam adalah produk-produk pangan yang dibutuhkan sehari-hari, sehingga dapat menekan jumlah pengeluaran dengan mengalihkannya ke pos-pos pengeluaran lain,\u201d kata Ari seperti dikutip dari situs resmi UMM, Senin (8\/7).\n<\/p>\n<p>Menurut Ari, urban farming juga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Melibatkan berbagai jenis tanaman dan ternak yang terintegrasi, seperti lele yang dapat diintegrasikan dengan bayam dan kangkung melalui budi daya dalam ember, urban farming dapat mendukung kebutuhan keluarga dalam berbagai aspek.\u00a0\n<\/p>\n<p>Meski demikian, ada sejumlah tantangan saat melakukan urban farming di antaranya keterbatasan lahan yang dapat diatasi dengan teknik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertanian\" title=\"Pertanian\" rel=\"dofollow\">pertanian<\/a> vertikal dan atap, kualitas tanah yang terpengaruh polutan dapat diatasi melalui penerapan pertanian organik dan manajemen limbah. Ketergantungan pada pasokan air teratasi dengan teknik penghematan air seperti irigasi tetes dan penangkapan air hujan. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/603077\/otorita-ikn-ajak-petani-lokal-jadi-pionir-urban-farming\" title=\"Otorita IKN Ajak Petani Lokal Jadi Pionir Urban Farming\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Otorita IKN Ajak Petani Lokal Jadi Pionir Urban Farming<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>\u201cTantangan utama dalam urban farming adalah konsistensi dalam niat, perencanaan, dan implementasi. Kegiatan ini memerlukan perawatan rutin, dan konsistensi dalam menjaga tanaman atau hewan menjadi,\u201d jelasnya.\n<\/p>\n<p>Penerapan teknologi seperti hidroponik dan aeroponik dapat meningkatkan efisiensi dan hasil produksi urban farming. Penggunaan teknologi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran bahwa bercocok tanam tidak selalu memerlukan lahan yang luas.\u00a0\n<\/p>\n<p>Ari menambahkan, urban farming memiliki potensi besar untuk terus berkembang di masa depan. Dengan inisiatif dan dukungan yang tepat, kegiatan urban farming dapat berkontribusi pada pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup penduduk, dan menciptakan lingkungan yang sehat serta menguatkan komunitas.\u00a0 <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/585301\/sensus-pertanian-2023-dimulai-1-juni-gunakan-tiga-metode\" title=\"Sensus Pertanian 2023 Dimulai 1 Juni, Gunakan Tiga Metode\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Sensus Pertanian 2023 Dimulai 1 Juni, Gunakan Tiga Metode<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>\u201cMelalui eksplorasi dan pengembangan praktik pertanian perkotaan yang inovatif, kita dapat mencapai visi perkotaan yang lebih hijau dan berkelanjutan,\u201d ungkapnya.\n<\/p>\n<p>Manfaat lain dari urban farming ialah meningkatkan kualitas udara dengan penyerapan karbon dioksida dan produksi oksigen melalui fotosintesis. Praktik pertanian organik dan manajemen limbah juga membantu mengurangi polusi air dan tanah. Selain aspek lingkungan, pertanian perkotaan berperan dalam memperkuat komunitas dengan memfasilitasi interaksi berbagi pengetahuan dan membangun hubungan yang kuat.\u00a0\n<\/p>\n<p>\u201cDampak positif dari urban farming misalnya meningkatnya edukasi masyarakat, terutama anak-anak yang senang bercocok tanam. Selain itu, urban farming dapat berfungsi sebagai sarana rekreasi keluarga,\u201d ucapnya. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/566132\/ganjar-pranowo-dorong-siswa-sekolah-terampil-budi-daya-tanaman-pertanian-perkebunan\" title=\"Ganjar Pranowo Dorong Siswa Sekolah Terampil Budi Daya Tanaman Pertanian-Perkebunan\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Ganjar Pranowo Dorong Siswa Sekolah Terampil Budi Daya Tanaman Pertanian-Perkebunan<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p><strong>Manfaat Anak Bercocok Tanam<\/strong>\n<\/p>\n<p>Anak-anak juga bisa bercocok tanam dengan menerapkan urban farming bersama orang tua. Terdapat sejumlah manfaat yang bisa didapatkan anak ketika bercocok tanam, yakni:\n<\/p>\n<h2>1. Mengembangkan Kemampuan Sensorik Anak<\/h2>\n<p>Dengan bercocok tanam, anak-anak bisa mengenali dan mengembangkan hampir semua jenis indera, seperti merasakan tekstur tanah, bunga, dan lainnya dengan tangannya. Anak juga bisa mencium berbagai aroma yang ada di lahan urban farming.\n<\/p>\n<p>Selain itu, bercocok tanam juga membuat anak aktif bergerak mulai dari mempersiapkan bahan-bahan untuk bercocok tanam hingga menanam tanaman.\n<\/p>\n<h2>2. Mendorong Anak Makan Sayur<\/h2>\n<p>Mengajak anak bercocok tanam, mengajarkan pentingnya makan buah dan sayur-sayuran. Hasil panen dari yang anak tanam sendiri dapat dikonsumsi dan membangkitkan rasa bangga.\n<\/p>\n<h2>3. Mengurangi Stres<\/h2>\n<p>Bercocok tanam mengajarkan cara untuk rileks, tenang, hingga mengendalikan emosi yang dapat membantu mengurangi stres pada anak-anak. Selain itu, menghabiskan waktu di luar rumah, dengan banyak tanaman dapat membantu meningkatkan suasana hati menjadi lebih bahagia.(M-3)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/683681\/ajak-anak-lakukan-urban-farming-yuk\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abdul Rahman (60), saat merawat tanamannya di kebun yang berada diatas balkon rumah di kawasan Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta(MI\/Adi Maulana) KETERBATASAN lahan di perkotaan tak menyurutkan langkah para pecinta tanaman untuk tetap bisa berkebun. Salah satunya dengan konsep urban farming, berkebun dalam ruang yang terbatas. Kegiatan ini tak hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa tetapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7629,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-7628","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7628"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7628\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}