{"id":76003,"date":"2026-07-22T14:53:49","date_gmt":"2026-07-22T14:53:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/22\/bukan-sekadar-gula-darah-ini-alasan-penderita-diabetes-wajib-rutin-cek-mata\/"},"modified":"2026-07-22T14:53:49","modified_gmt":"2026-07-22T14:53:49","slug":"bukan-sekadar-gula-darah-ini-alasan-penderita-diabetes-wajib-rutin-cek-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/22\/bukan-sekadar-gula-darah-ini-alasan-penderita-diabetes-wajib-rutin-cek-mata\/","title":{"rendered":"Bukan Sekadar Gula Darah, Ini Alasan Penderita Diabetes Wajib Rutin Cek Mata"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/22\/1784731583_8015af5dacfd914bec3d.jpeg\" alt=\"Bukan Sekadar Gula Darah, Ini Alasan Penderita Diabetes Wajib Rutin Cek Mata\"\/><figcaption>Kenali risiko katarak, glaukoma, dan retinopati diabetik sejak dini.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENYAKIT <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/diabetes\" title=\"diabetes\">diabetes<\/a> tidak hanya berdampak pada kadar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gula-darah\" title=\"gula darah\">gula darah<\/a>, tetapi juga mengancam kesehatan organ penglihatan jika tidak dikendalikan dengan baik. Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat merusak pembuluh darah kecil dan saraf di mata secara perlahan tanpa gejala awal yang nyata.<\/p>\n<p>Kondisi ini sering kali membuat penderita baru menyadari adanya gangguan saat penglihatan mulai menurun secara signifikan. Oleh karena itu, menjaga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-mata\" title=\"kesehatan mata\">kesehatan mata<\/a> menjadi pilar penting dalam manajemen diabetes jangka panjang.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Gangguan Mata Akibat Gula Darah Tinggi<\/h2>\n<p>Salah satu keluhan yang paling sering muncul adalah penglihatan kabur. Hal ini terjadi akibat pembengkakan lensa mata yang dipicu oleh kadar gula darah tinggi, sehingga mengganggu kemampuan fokus mata. Biasanya, penglihatan akan membaik seiring dengan terkendalinya kadar gula darah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/913531\/retinopati-diabetik-gejala-risiko-dan-cara-mencegah-kebutaan-akibat-diabetes\" title=\"Retinopati Diabetik: Gejala, Risiko, dan Cara Mencegah Kebutaan akibat Diabetes\" target=\"_blank\">Retinopati Diabetik: Gejala, Risiko, dan Cara Mencegah Kebutaan akibat Diabetes<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain penglihatan kabur, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/katarak\" title=\"Katarak\">katarak<\/a>. Pada pengidap diabetes, kekeruhan lensa mata ini cenderung muncul lebih dini dan berkembang lebih cepat dibandingkan orang tanpa diabetes. Komplikasi lain yang patut diwaspadai adalah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/glaukoma\" title=\"glaukoma\">glaukoma<\/a>, yakni peningkatan tekanan bola mata yang berisiko merusak saraf optik secara permanen.<\/p>\n<p>Retinopati diabetik menjadi salah satu komplikasi paling serius yang dapat menyebabkan kebutaan. Penyakit ini terjadi ketika gula darah tinggi merusak pembuluh darah di retina, lapisan sensitif cahaya yang mengirimkan sinyal ke otak.<\/p>\n<p>Bahayanya, retinopati sering kali berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Gejala seperti pandangan buram, munculnya bintik hitam (floaters), atau hilangnya sebagian lapang pandang biasanya baru muncul saat kerusakan sudah mencapai tahap lanjut. Risiko ini meningkat drastis pada mereka yang sudah lama mengidap diabetes atau memiliki kontrol gula darah yang buruk.<\/p>\n<h2>Pentingnya Deteksi Dini<\/h2>\n<p>Langkah pencegahan terbaik adalah dengan menjaga stabilitas kadar gula darah dan menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, pemeriksaan mata rutin ke dokter spesialis mata setiap satu hingga dua tahun sangat dianjurkan untuk mendeteksi kerusakan sejak dini.<\/p>\n<p>Dengan deteksi dini, penanganan medis dapat segera dilakukan sebelum terjadi kerusakan permanen. Langkah sederhana ini sangat krusial untuk mempertahankan kualitas penglihatan dan kualitas hidup penderita diabetes di masa depan. (<em>Alodokter<\/em>\/Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/913695\/bukan-sekadar-gula-darah-ini-alasan-penderita-diabetes-wajib-rutin-cek-mata\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenali risiko katarak, glaukoma, dan retinopati diabetik sejak dini.(Dok. Magnific) PENYAKIT diabetes tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga mengancam kesehatan organ penglihatan jika tidak dikendalikan dengan baik. Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat merusak pembuluh darah kecil dan saraf di mata secara perlahan tanpa gejala awal yang nyata. Kondisi ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":76004,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-76003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76003"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76003\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76004"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}