{"id":7453,"date":"2024-07-08T19:24:42","date_gmt":"2024-07-08T19:24:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/08\/defisit-diperkirakan-melebar-banggar-dpr-ri-minta-pemerintah-hati-hati-kelola-apbn\/"},"modified":"2024-07-08T19:24:42","modified_gmt":"2024-07-08T19:24:42","slug":"defisit-diperkirakan-melebar-banggar-dpr-ri-minta-pemerintah-hati-hati-kelola-apbn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/08\/defisit-diperkirakan-melebar-banggar-dpr-ri-minta-pemerintah-hati-hati-kelola-apbn\/","title":{"rendered":"Defisit Diperkirakan Melebar, Banggar DPR RI Minta Pemerintah Hati-Hati Kelola APBN"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/8f65ab58295bb69d52313f665e1f2749.jpg\" alt=\"Defisit Diperkirakan Melebar, Banggar DPR RI Minta Pemerintah Hati-Hati Kelola APBN\"\/><figcaption>Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) dan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah (kiri)(ANTARA FOTO\/Galih Pradipta)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KETUA Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dpr-ri\" title=\"DPR RI\" rel=\"dofollow\">DPR RI<\/a>) Said Abdullah meminta pemerintah berhati-hati mengelola <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/apbn\" title=\"APBN\" rel=\"dofollow\">APBN<\/a> tahun ini. Itu terutama karena <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/defisit-anggaran\" title=\"Defisit anggaran\" rel=\"dofollow\">defisit anggaran<\/a> diperkirakan bakal lebih tinggi dari yang telah ditetapkan sebelumnya.<\/p>\n<p>&#8220;Pimpinan Banggar DPR meminta pemerintah berhati hati, sebab prognosis defisit APBN lebih besar dari target APBN 2024. Kami berharap defisit itu maksimal bisa dikendalikan di angka 2,5%,&#8221; ujarnya dalam Rapat Kerja bersama pemerintah, Jakarta, Senin (8\/7).\n<\/p>\n<p>Pengelolaan fiskal yang hati-hati, kata Said, dapat dilakukan dengan menerapkan efisiensi atau menentukan prioritas belanja. Penggunaan uang negara didorong untuk bisa berdampak pada perekonomian dan mengungkit laju pertumbuhan ekonomi. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/678643\/pengamat-defisit-rendah-jangan-jadi-disinsentif-bagi-perekonomian\" title=\"Pengamat: Defisit Rendah Jangan Jadi Disinsentif bagi Perekonomian\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Pengamat: Defisit Rendah Jangan Jadi Disinsentif bagi Perekonomian<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>&#8220;Sebaiknya proyek proyek kejar tayang yang tidak terlalu signifikan untuk menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi, dan pembukaan lapangan kerja, hendaknya pelaksanaannya dipertimbangkan ulang,&#8221; terang Said.\n<\/p>\n<p>&#8220;Langkah ini semata mata agar ruang fiskal tetap sehat di tengah sentimen eksternal yang kurang menguntungkan, serta tidak mewariskan beban keuangan bagi pemerintahan berikutnya,&#8221; tambahnya.\n<\/p>\n<p>Adapun pemerintah memperkirakan defisit anggaran tahun ini bakal mencapai 2,70% terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pdb\" title=\"PDB\" rel=\"dofollow\">PDB<\/a>, setara Rp609,7 triliun. Prakiraan defisit anggaran itu lebih tinggi dari asumsi awal yang ada di dalam UU APBN 2024, yaitu 2,29% dari PDB, setara Rp522,8 triliun. (Mir\/Z-7)\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/683520\/defisit-diperkirakan-melebar-banggar-dpr-ri-minta-pemerintah-hati-hati-kelola-apbn\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) dan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah (kiri)(ANTARA FOTO\/Galih Pradipta) KETUA Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Said Abdullah meminta pemerintah berhati-hati mengelola APBN tahun ini. Itu terutama karena defisit anggaran diperkirakan bakal lebih tinggi dari yang telah ditetapkan sebelumnya. &#8220;Pimpinan Banggar DPR meminta pemerintah berhati hati, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7454,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-7453","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7453","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7453"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7453\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7453"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7453"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7453"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}