{"id":7449,"date":"2024-07-08T19:12:35","date_gmt":"2024-07-08T19:12:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/08\/pengembangan-kawasan-rebana-didukung-lembaga-internasional\/"},"modified":"2024-07-08T19:12:35","modified_gmt":"2024-07-08T19:12:35","slug":"pengembangan-kawasan-rebana-didukung-lembaga-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/08\/pengembangan-kawasan-rebana-didukung-lembaga-internasional\/","title":{"rendered":"Pengembangan Kawasan Rebana Didukung Lembaga Internasional"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/90590643510c1fbd7969c51daa012cf6.jpg\" alt=\"Pengembangan Kawasan Rebana Didukung Lembaga Internasional\"\/><figcaption>Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana Bernardus Djonoputro menjelaskan progres pembangunan kawasan.(MI\/SUMARIYADI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SEJUMLAH lembaga internasional memberikan dukungan pada program<br \/>pengembangan kawasan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/rebana\" title=\"Rebana\" rel=\"dofollow\">Rebana<\/a>. Delapan di antaranya ialah JICA, GIZ, World<br \/>Resources Institute, World Bank Group, The Australia-Indonesia Center,<br \/>PJL Enviro, Sagri Internasional dan Xurya.<\/p>\n<p>&#8220;Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam upaya mempercepat<br \/>terciptanya kawasan masa depan Rebana. Rebana Metropolitan akan menjadi<br \/>masa depan pertumbuhan ekonomi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jawa-barat\" title=\"Jawa Barat\" rel=\"dofollow\">Jawa Barat<\/a> dan nasional,&#8221; ujar<br \/>Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana Bernardus Djonoputro, di Bandung.\n<\/p>\n<p>Kedelapan lembaga internasional itu, lanjut dia, akan memberi dukungan<br \/>dalam sejumlah bidang. Di antaranya, pembangunan pelabuhan, pengelolaan<br \/>sampah, industri hijau, pemulihan ekonomi, pengembangan vokasi,<br \/>pengelolaan limbah, industri karbon, dan energi terbarukan. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/645896\/bp-kawasan-rebana-ika-unpad-dukung-pengembangan-wilayah-metropolitan\" title=\"BP Kawasan Rebana-IKA Unpad Dukung Pengembangan Wilayah Metropolitan\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">BP Kawasan Rebana-IKA Unpad Dukung Pengembangan Wilayah Metropolitan<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Menurutnya, kehadiran lembaga internasional ini merupakan bentuk<br \/>kepercayaan kepada upaya pembangunan kawasan metropolitan baru Rebana.<br \/>Mereka melihat kehadiran kawasan ini memiliki masa depan yang baik.\n<\/p>\n<p>Bernie, panggilan akrab Bernardus, menyatakan kawasan Rebana meliputi<br \/>tujuh kabupaten dan kota di Jawa Barat, yakni Subang, Indramayu, Kota<br \/>dan Kabupaten Cirebon, Majalengka, Sumedang dan Kuningan. Kawasan ini<br \/>diproyeksikan menjadi alternatif baru pertumbuhan ekonomi dan industri<br \/>di Jawa Barat.\n<\/p>\n<p>&#8220;Alasan mengapa dibutuhkan kawasan baru ini karena koridor ekonomi lama<br \/>di Jawa Barat, yakni Bekasi-Cikarang-Karawang mulau terpuruk.<br \/>Penyebabnya karena kurangnya daya saing koridor yang berkembang secara<br \/>kebetulan itu,&#8221; ujarnya. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/pilkada\/683412\/sandiaga-dilirik-pkb-ppp-beliau-gubernur-indonesia\" title=\"Sandiaga Dilirik PKB, PPP: Beliau Gubernur Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Sandiaga Dilirik PKB, PPP: Beliau Gubernur Indonesia<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Di koridor lama, tambah dia, biaya ekonomi sudah sangat tinggi dan biaya logistik kian mahal dari tahun ke tahun. Selain itu, kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi sudah tinggi, tumbuhnya permukiman kumuh dan penurunan kualitas penghidupan para pekerja.\n<\/p>\n<p>Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan koridor baru<br \/>pertumbuhan ekonomi dan industri di kawasan timur-utara provinsi ini.<br \/>Kawasan baru ini juga akan memberi dukungan bagi pertumbuhan ekonomi dan industri nasional.\n<\/p>\n<p>Pemprov Jawa Barat mendirikan Badan Pengelola Kawasan Rebana, sebagai<br \/>perpanjangan tangan dan mempercepat terealisasinya kawasan baru ini.<br \/>Tugas badan ini ialah menyelenggarakan fasilitasi dan pemenuhan<br \/>pelayanan bidang investasi, penataan ruang dan infrastruktur.\n<\/p>\n<p>Untuk pertumbuhan ekonomi dan industri, Badan Pengelola Kawasan Rebana<br \/>menyiapkan 13 kota industri baru dengan luas total 43.913 hektare. Ke-13<br \/>kota industri itu ialah Cipali Subang Barat, Butom, Tukdana, Patrol,<br \/>Cipali Subang Timur, Losarang dan Cirebon. Selain itu juga<br \/>Kertajati, Cipali Indramayu, Krangkeng, Balongan, Patimban dan<br \/>Jatiwangi.\n<\/p>\n<p>&#8220;Kami sudah mengatur ke-13 kawasan itu sesuai rencana tata ruang dan<br \/>wilayah di nasional, provinsi dan 7 kabupaten serta kota. Pengaturan<br \/>kawasan industri ini untuk menghindari perkembangan yang kurang<br \/>menguntungkan, seperti yang terjadi di koridor<br \/>Bekasi-Cikarang-Karawang,&#8221; tandas Bernie.\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/683522\/pengembangan-kawasan-rebana-didukung-lembaga-internasional\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana Bernardus Djonoputro menjelaskan progres pembangunan kawasan.(MI\/SUMARIYADI) SEJUMLAH lembaga internasional memberikan dukungan pada programpengembangan kawasan Rebana. Delapan di antaranya ialah JICA, GIZ, WorldResources Institute, World Bank Group, The Australia-Indonesia Center,PJL Enviro, Sagri Internasional dan Xurya. &#8220;Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam upaya mempercepatterciptanya kawasan masa depan Rebana. Rebana Metropolitan akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7450,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-7449","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7449"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7449\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7450"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}