{"id":74015,"date":"2026-07-18T12:46:57","date_gmt":"2026-07-18T12:46:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/18\/semaglutide-efektif-atasi-obesitas-dan-prediabetes-pada-pasien-skizofrenia\/"},"modified":"2026-07-18T12:46:57","modified_gmt":"2026-07-18T12:46:57","slug":"semaglutide-efektif-atasi-obesitas-dan-prediabetes-pada-pasien-skizofrenia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/18\/semaglutide-efektif-atasi-obesitas-dan-prediabetes-pada-pasien-skizofrenia\/","title":{"rendered":"Semaglutide Efektif Atasi Obesitas dan Prediabetes pada Pasien Skizofrenia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/18\/1784378215_da7f542e58aaaf77ebd5.jpg\" alt=\"Semaglutide Efektif Atasi Obesitas dan Prediabetes pada Pasien Skizofrenia\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PENGELOLAAN kesehatan fisik pada pasien <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/skizofrenia\" title=\"skizofrenia\">skizofrenia<\/a> kini mendapatkan titik terang baru. Sebuah uji klinis acak bertajuk <em>HISTORI Randomized Clinical Trial<\/em> yang dipublikasikan dalam jurnal <strong>JAMA Psychiatry<\/strong> melaporkan bahwa penggunaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/semaglutide\" title=\"semaglutide\">semaglutide<\/a> memberikan hasil menjanjikan dalam mengatasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/obesitas\" title=\"obesitas\">obesitas<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/prediabetes\" title=\"Prediabetes\">prediabetes<\/a> pada kelompok pasien tersebut.<\/p>\n<p>Penelitian ini menjadi krusial mengingat pasien skizofrenia memiliki risiko gangguan metabolik yang jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Selain faktor gaya hidup, penggunaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/obat\" title=\"obat\">obat<\/a> antipsikotik generasi kedua, yang sangat penting untuk stabilitas mental, sering kali memicu efek samping berupa kenaikan berat badan signifikan. Kondisi ini meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2 hingga penyakit kardiovaskular.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Detail Penelitian dan Metodologi<\/h3>\n<p>Studi ini melibatkan 154 peserta berusia 18\u201360 tahun yang sedang menjalani terapi antipsikotik generasi kedua. Seluruh partisipan memiliki kondisi prediabetes serta obesitas atau kelebihan berat badan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/907717\/inovasi-terapi-tirzepatide-resmi-hadir-di-indonesia-untuk-diabetes-tipe-2-dan-obesitas\" title=\"Inovasi Terapi Tirzepatide Resmi Hadir di Indonesia untuk Diabetes Tipe 2 dan Obesitas\" target=\"_blank\">Inovasi Terapi Tirzepatide Resmi Hadir di Indonesia untuk Diabetes Tipe 2 dan Obesitas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selama 30 minggu, peserta dibagi secara acak untuk menerima dosis semaglutide 1 mg atau plasebo, tanpa menghentikan pengobatan gangguan kejiwaan utama mereka.<\/p>\n<p>Hasilnya menunjukkan perbaikan signifikan pada kelompok yang menerima semaglutide dibandingkan kelompok plasebo, sebagaimana dirangkum dalam tabel berikut:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Parameter Pengukuran<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Hasil Kelompok Semaglutide<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Penurunan Berat Badan Rata-rata<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">9,21 Kilogram<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Penurunan Kadar HbA1c<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">0,46%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Peserta Mencapai HbA1c Normal (&lt;5,7%)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">81%<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Parameter Lain<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: center;\">Peningkatan HDL &amp; Penurunan Trigliserida<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Keamanan Gejala Kejiwaan Terjaga<\/h3>\n<p>Salah satu temuan paling penting dalam studi ini adalah aspek keamanan mental. Peneliti menegaskan bahwa selama periode intervensi, tidak ditemukan adanya perburukan gejala skizofrenia maupun penurunan kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan mental. Efek samping yang dilaporkan umumnya bersifat ringan, seperti gangguan saluran cerna, yang konsisten dengan profil keamanan semaglutide pada populasi umum.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/860099\/who-tinjau-efektivitas-obat-diet-viral-ozempic-dan-tirzepatide-untuk-obesitas\" title=\"WHO Tinjau Efektivitas Obat Diet Viral Ozempic dan Tirzepatide untuk Obesitas\" target=\"_blank\">WHO Tinjau Efektivitas Obat Diet Viral Ozempic dan Tirzepatide untuk Obesitas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Temuan ini mendorong para ahli medis untuk mulai menerapkan pendekatan multidisiplin. Perawatan pasien skizofrenia tidak lagi hanya berfokus pada psikiatri, tetapi juga melibatkan endokrinolog dan ahli gizi untuk mengelola risiko metabolik secara komprehensif.<\/p>\n<p><strong>Catatan Penting:<\/strong> Di Indonesia, zat aktif semaglutide tersedia melalui merek Ozempic (untuk diabetes tipe 2) dan Wegovy (untuk manajemen berat badan). Penggunaannya wajib melalui resep dan pengawasan dokter.<\/p>\n<h3>Batasan Penelitian<\/h3>\n<p>Meskipun hasilnya positif, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini dilakukan secara spesifik pada pasien yang menggunakan antipsikotik generasi kedua dengan kondisi prediabetes. Hasilnya tidak dapat langsung digeneralisasikan untuk seluruh pasien skizofrenia. Selain itu, karena durasi penelitian hanya 30 minggu, studi lanjutan masih diperlukan untuk melihat efektivitas dan keamanan jangka panjang.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, publikasi ini memberikan harapan baru bahwa kenaikan berat badan akibat terapi antipsikotik bukanlah kondisi yang harus diterima tanpa penanganan, melainkan faktor risiko yang dapat dikelola demi meningkatkan harapan hidup pasien. (Z-1)<\/p>\n<hr\/>\n<p style=\"font-size: 0.9em; color: #666;\"><em>Sumber: Adaptasi editorial dari publikasi ilmiah Ganeshalingam AA, et al. &#8220;Semaglutide Treatment of Antipsychotic-Treated Patients With Schizophrenia, Prediabetes, and Obesity: The HISTORI Randomized Clinical Trial&#8221;, JAMA Psychiatry (2025).<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/912206\/semaglutide-efektif-atasi-obesitas-dan-prediabetes-pada-pasien-skizofrenia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) PENGELOLAAN kesehatan fisik pada pasien skizofrenia kini mendapatkan titik terang baru. Sebuah uji klinis acak bertajuk HISTORI Randomized Clinical Trial yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry melaporkan bahwa penggunaan semaglutide memberikan hasil menjanjikan dalam mengatasi obesitas dan prediabetes pada kelompok pasien tersebut. Penelitian ini menjadi krusial mengingat pasien skizofrenia memiliki risiko gangguan metabolik yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":74016,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-74015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74015"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74015\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}