{"id":73654,"date":"2026-07-17T18:58:42","date_gmt":"2026-07-17T18:58:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/17\/ahli-hukum-price-fixing-seharusnya-bikin-harga-naik\/"},"modified":"2026-07-17T18:58:42","modified_gmt":"2026-07-17T18:58:42","slug":"ahli-hukum-price-fixing-seharusnya-bikin-harga-naik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/17\/ahli-hukum-price-fixing-seharusnya-bikin-harga-naik\/","title":{"rendered":"Ahli Hukum Price Fixing Seharusnya Bikin Harga Naik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/18\/1784314497_b0ed8453a69bc74fd73c.jpg\" alt=\"Ahli Hukum: Price Fixing Seharusnya Bikin Harga Naik\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara\/Muhammad Bagus Khoirunas)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PERKARA dugaan pengaturan suku bunga oleh pelaku pindar memasuki babak baru. Terkini, Guru Besar Universitas Sumatra Utara (USU) Profesor Ningrum Sirait selaku ahli hukum persaingan usaha menyentil putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kppu\" title=\"KPPU\">KPPU<\/a>) dalam kelanjutan sidang di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis (16\/7).<\/p>\n<p>Ningrum menjelaskan bahwa KPPU mendasarkan tuduhannya kepada para pelaku usaha menggunakan Pasal 5 UU Persaingan Usaha. Dalam beleid itu, pengaturan harga (<em>price fixing<\/em>) dilakukan oleh sesama pelaku usaha secara horizontal dengan cara menetapkan harga yang tinggi. Ningrum mengkritik penggunaan pasal tersebut sebab tidak memenuhi kriteria pengaturan harga secara tepat.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Kalau misalnya di bagian <em>price fixing<\/em> itu, perjanjian antara pesaing horizontal malah menurunkan, itu aneh,&#8221; tukas Ningrum kepada majelis hakim.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/886995\/putusan-kppu-soal-kartel-pindar-dinilai-abaikan-konteks-regulasi\" title=\"Putusan KPPU soal Kartel Pindar Dinilai Abaikan Konteks Regulasi\" target=\"_blank\">Putusan KPPU soal Kartel Pindar Dinilai Abaikan Konteks Regulasi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menerangkan dalam perkara pelanggaran persaingan usaha, Pasal 5 melarang secara imperatif para pelaku usaha untuk membuat perjanjian yang dapat menghilangkan persaingan sehingga menyebabkan keuntungan berlebih untuk pelaku usaha. Maka dari itu, perjanjian antara pelaku usaha menghasilkan harga terbaik bagi mereka dalam meraih keuntungan sebesar-besarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau <em>price fixing<\/em> pasti dia akan <em>best price<\/em>, dinaikkan, dan tempus-nya sangat cepat karena akan memancing kecurigaan,&#8221; imbuh Ningrum.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, industri <em>peer-to-peer lending<\/em> pada tahun-tahun awal kemunculannya direspons secara antusias oleh masyarakat mengingat <em>credit gap<\/em> di Indonesia yang cukup besar. Sebagaimana industri baru, ketiadaan regulasi saat itu menjadi santapan nikmat para pelaku usaha dengan mengenakan bunga yang sangat besar kepada nasabah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/884066\/pengaturan-bunga-pindar-karena-kekosongan-regulasi-bukan-praktik-kartel\" title=\"Pengaturan Bunga Pindar karena Kekosongan Regulasi, bukan Praktik Kartel\" target=\"_blank\">Pengaturan Bunga Pindar karena Kekosongan Regulasi, bukan Praktik Kartel<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator turun tangan dengan meminta asosiasi untuk menurunkan besaran bunga yang wajar dan tidak mencekik konsumen. Namun, KPPU melihat ini sebagai pengaturan harga yang menyalahi regulasi.<\/p>\n<p>Data OJK per April 2026 menunjukkan saat ini jumlah <em>outstanding<\/em> di industri P2P <em>lending<\/em> mencapai sekitar Rp102,07 triliun, tumbuh 26,11% <em>year on year<\/em>. Melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang dihadirkan industri pindar, batasan suku bunga saat itu justru dinilai membantu masyarakat dari praktik <em>predatory lending<\/em>.<\/p>\n<p>Putusan KPPU menyatakan 97 platform pindar terbukti melanggar Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terkait penetapan harga. Seluruh pelaku usaha pun dijatuhi denda dengan nominal yang bervariasi. Pelaku usaha menggugat keputusan tersebut dan telah mengajukan banding ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. (E-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/912052\/ahli-hukum-price-fixing-seharusnya-bikin-harga-naik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara\/Muhammad Bagus Khoirunas) PERKARA dugaan pengaturan suku bunga oleh pelaku pindar memasuki babak baru. Terkini, Guru Besar Universitas Sumatra Utara (USU) Profesor Ningrum Sirait selaku ahli hukum persaingan usaha menyentil putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam kelanjutan sidang di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis (16\/7). Ningrum menjelaskan bahwa KPPU mendasarkan tuduhannya kepada para pelaku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":73655,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-73654","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73654","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73654"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73654\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73655"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73654"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73654"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73654"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}