{"id":73591,"date":"2026-07-17T16:12:43","date_gmt":"2026-07-17T16:12:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/17\/izin-tinggal-mahasiswa-asing-di-as-akan-dibatasi\/"},"modified":"2026-07-17T16:12:43","modified_gmt":"2026-07-17T16:12:43","slug":"izin-tinggal-mahasiswa-asing-di-as-akan-dibatasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/17\/izin-tinggal-mahasiswa-asing-di-as-akan-dibatasi\/","title":{"rendered":"Izin Tinggal Mahasiswa Asing di AS akan Dibatasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/17\/1784302200_6bf277312a9be578c54c.png\" alt=\"Izin Tinggal Mahasiswa Asing di AS akan Dibatasi\"\/><figcaption>Ilustrasi mahasiswa asing di AS.(Harvard University)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DEPARTEMEN Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security\/DHS) Amerika Serikat (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/as\" title=\"AS\">AS<\/a>) pada Kamis (16\/7) mengumumkan bahwa pihaknya akan memperketat batasan bagi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mahasiswa-internasional\" title=\"Mahasiswa Internasional\">mahasiswa internasional<\/a> dan peserta program pertukaran, dengan membatasi masa tinggal sah mereka maksimal empat tahun, kecuali jika memperoleh perpanjangan yang disetujui pemerintah federal.<\/p>\n<p>&#8220;Mahasiswa nonimigran (visa F) dan peserta pertukaran (visa J) akan diterima selama periode program spesifik mereka, tidak melebihi jangka periode maksimum selama empat tahun,&#8221; kata departemen tersebut dalam pernyataan yang dirilis di situs webnya.<\/p>\n<p>Menurut pernyataan itu, aturan final tersebut &#8220;secara resmi menghapus celah &#8216;duration of status'&#8221; yang memungkinkan mahasiswa asing, peserta program pertukaran pelajar, dan yang lainnya untuk tetap tinggal di AS tanpa batas waktu dan &#8220;tanpa pengawasan rutin dari pemerintah&#8221;.<\/p>\n<p>Ketentuan Duration of Status memungkinkan warga negara asing untuk tetap tinggal di AS selama mereka secara aktif menjalankan tujuan visa mereka, alih-alih menetapkan tanggal pasti kapan mereka harus meninggalkan negara tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Selama hampir setengah abad, sistem duration of status yang sudah usang telah membahayakan keamanan nasional dan menciptakan lingkungan yang subur untuk penipuan imigrasi,&#8221; kata Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Markwayne Mullin, menuduh ribuan mahasiswa asing menyalahi sistem imigrasi AS.<\/p>\n<p>Dalam sebuah pernyataan, Fanta Aw, direktur eksekutif sekaligus CEO NAFSA, sebuah asosiasi pendidik internasional yang berbasis di AS, menggambarkan keputusan DHS sebagai &#8220;perubahan kebijakan yang keliru dan tidak perlu, yang menimbulkan ketidakpastian, birokrasi, dan ketakutan ke dalam sistem yang telah lama berjalan secara efektif.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Hal ini memberi sinyal kepada para pelajar dan akademisi terbaik di dunia bahwa keramahan, prediktabilitas, dan komitmen AS telah menurun,&#8221; kata Aw. (Ant\/P-3)<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/912034\/izin-tinggal-mahasiswa-asing-di-as-akan-dibatasi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi mahasiswa asing di AS.(Harvard University) DEPARTEMEN Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security\/DHS) Amerika Serikat (AS) pada Kamis (16\/7) mengumumkan bahwa pihaknya akan memperketat batasan bagi mahasiswa internasional dan peserta program pertukaran, dengan membatasi masa tinggal sah mereka maksimal empat tahun, kecuali jika memperoleh perpanjangan yang disetujui pemerintah federal. &#8220;Mahasiswa nonimigran (visa F) dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":73592,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-73591","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73591"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73591\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73592"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}