{"id":73355,"date":"2026-07-17T05:52:17","date_gmt":"2026-07-17T05:52:17","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/17\/10-kanker-penyebab-kematian-terbanyak-global-2024-kanker-paru-dominasi\/"},"modified":"2026-07-17T05:52:17","modified_gmt":"2026-07-17T05:52:17","slug":"10-kanker-penyebab-kematian-terbanyak-global-2024-kanker-paru-dominasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/17\/10-kanker-penyebab-kematian-terbanyak-global-2024-kanker-paru-dominasi\/","title":{"rendered":"10 Kanker Penyebab Kematian Terbanyak Global 2024, Kanker Paru Dominasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/17\/1784267351_50aed82ce468cf0c9877.jpeg\" alt=\"10 Kanker Penyebab Kematian Terbanyak Global 2024, Kanker Paru Dominasi\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kanker\" title=\"kanker\">KANKER<\/a> masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia. Laporan terbaru <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/global-cancer-statistics-2024\" title=\"Global Cancer Statistics 2024\">Global Cancer Statistics 2024<\/a> yang dirilis International Agency for Research on Cancer (IARC) mengungkapkan penyakit ini menyebabkan sekitar 9,8 juta kematian di seluruh dunia sepanjang 2024. Dari puluhan jenis kanker yang dianalisis, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kanker-paru\" title=\"kanker paru\">kanker paru<\/a> tetap menjadi penyebab kematian tertinggi, disusul kanker kolorektal, hati, payudara, dan lambung.<\/p>\n<p>Laporan yang disusun melalui proyek GLOBOCAN 2024 tersebut mencakup estimasi kejadian dan kematian akibat 34 jenis kanker di 186 negara. Secara keseluruhan, IARC memperkirakan terdapat 20,6 juta kasus baru kanker pada 2024. Temuan ini menunjukkan beban kanker terus meningkat seiring bertambahnya populasi dunia, meningkatnya angka harapan hidup, serta masih tingginya paparan berbagai faktor risiko.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Kanker Paru Masih Menjadi Penyebab Kematian Tertinggi<\/h2>\n<p>Menurut IARC, kanker paru menyumbang sekitar 1,86 juta kematian, atau hampir seperlima dari seluruh kematian akibat kanker secara global. Tingginya angka tersebut masih berkaitan dengan kebiasaan merokok yang menjadi faktor risiko utama, ditambah paparan polusi udara serta zat-zat karsinogen di lingkungan maupun tempat kerja.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/911091\/kolaborasi-indonesia-tiongkok-perkuat-penanganan-kanker-berbasis-teknologi-dan-riset\" title=\"Kolaborasi Indonesia-Tiongkok Perkuat Penanganan Kanker Berbasis Teknologi dan Riset\" target=\"_blank\">Kolaborasi Indonesia-Tiongkok Perkuat Penanganan Kanker Berbasis Teknologi dan Riset<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di posisi kedua terdapat kanker kolorektal, yang menjadi salah satu jenis kanker dengan angka kematian tertinggi di berbagai negara. Selanjutnya disusul kanker hati, kanker payudara, dan kanker lambung, yang secara konsisten masuk dalam kelompok kanker paling mematikan di dunia.<\/p>\n<h2>Daftar 10 Kanker Penyebab Kematian Terbanyak<\/h2>\n<p>Berdasarkan Global Cancer Statistics 2024, berikut 10 jenis kanker dengan angka kematian tertinggi di dunia:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Kanker paru<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kanker kolorektal<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kanker hati<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kanker payudara<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kanker lambung<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kanker pankreas<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kanker esofagus<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kanker prostat<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Leukemia<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kanker serviks<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Daftar tersebut menunjukkan bahwa selain kanker yang berkaitan dengan gaya hidup, sejumlah kanker yang dipengaruhi infeksi maupun faktor genetik juga masih menjadi penyebab kematian yang signifikan di berbagai kawasan dunia.<\/p>\n<h2>Beban Kanker Diperkirakan Terus Meningkat<\/h2>\n<p>IARC memperkirakan kasus dan kematian akibat kanker akan terus meningkat seiring pertumbuhan dan penuaan populasi dunia. Untuk menekan angka tersebut, IARC menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini melalui skrining, serta peningkatan akses diagnosis dan pengobatan, di samping mengurangi faktor risiko seperti merokok, konsumsi alkohol, obesitas, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan paparan polusi udara. (IARC\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/911815\/10-kanker-penyebab-kematian-terbanyak-global-2024-kanker-paru-dominasi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) KANKER masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia. Laporan terbaru Global Cancer Statistics 2024 yang dirilis International Agency for Research on Cancer (IARC) mengungkapkan penyakit ini menyebabkan sekitar 9,8 juta kematian di seluruh dunia sepanjang 2024. Dari puluhan jenis kanker yang dianalisis, kanker paru tetap menjadi penyebab kematian tertinggi, disusul kanker kolorektal, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":73356,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-73355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73355"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73355\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}