{"id":73323,"date":"2026-07-17T04:07:38","date_gmt":"2026-07-17T04:07:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/17\/polri-respons-wacana-sertifikasi-ham-natalius-pigai-untuk-promosi-jabatan\/"},"modified":"2026-07-17T04:07:38","modified_gmt":"2026-07-17T04:07:38","slug":"polri-respons-wacana-sertifikasi-ham-natalius-pigai-untuk-promosi-jabatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/17\/polri-respons-wacana-sertifikasi-ham-natalius-pigai-untuk-promosi-jabatan\/","title":{"rendered":"Polri Respons Wacana Sertifikasi HAM Natalius Pigai untuk Promosi Jabatan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/17\/1784260665_2db3b568873b6fe1ec75.jpg\" alt=\"Polri Respons Wacana Sertifikasi HAM Natalius Pigai untuk Promosi Jabatan\"\/><figcaption>Polisi berjaga di kawasan Bundaran HI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (15\/6\/2026).(MI\/Usman Iskandar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEPOLISIAN Negara Republik Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/polri\" title=\"polri\">Polri<\/a>) memberikan respons terhadap wacana yang digulirkan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/natalius-pigai\" title=\"Natalius Pigai\">Natalius Pigai<\/a>, mengenai kebijakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sertifikasi-ham\" title=\"Sertifikasi HAM\">sertifikasi HAM<\/a> sebagai prasyarat promosi jabatan bagi anggota kepolisian. Polri menegaskan bahwa nilai-nilai HAM sebenarnya telah menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan dan penilaian kinerja personel selama ini.<\/p>\n<p>Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa mekanisme kenaikan pangkat saat ini telah diatur secara ketat melalui Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kenaikan Pangkat. Dalam sistem tersebut, aspek etika dan profesionalisme dipantau melalui instrumen khusus.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Kelayakan seorang anggota dinilai secara implisit melalui Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) dari Divisi Propam serta Sistem Manajemen Kinerja (SMK) yang mengukur etika dan profesionalisme penegakan hukum di lapangan,&#8221; ujar Johnny dalam keterangannya, Jumat (17\/7\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/897644\/pigai-minta-sipil-isi-jabatan-polri-istana-sah-asal-sesuai-mekanisme\" title=\"Pigai Minta Sipil Isi Jabatan Polri, Istana: Sah, Asal Sesuai Mekanisme\" target=\"_blank\">Pigai Minta Sipil Isi Jabatan Polri, Istana: Sah, Asal Sesuai Mekanisme<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Fondasi HAM dalam Pendidikan Polri<\/h3>\n<p>Johnny menekankan bahwa materi HAM bukan hal baru di internal kepolisian. Sejak awal tahun 2000-an, HAM telah diajarkan secara sistematis sebagai mata kuliah mandiri di berbagai jenjang pendidikan kepolisian.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Aspek Pendidikan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Implementasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Level Pendidikan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Akpol, SIPSS, SPN (Pembentukan) serta STIK dan Sespim (Pengembangan).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kurikulum Akpol<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Mata kuliah mandiri 2 SKS pada Semester VI (sejak awal 2000-an).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Materi Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Konsep dasar HAM, instrumen nasional\/internasional, prinsip penggunaan kekuatan, perlindungan tersangka, korban, dan saksi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Metode Pembelajaran<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Simulasi penggunaan kekuatan (use of force), role play, dan analisis studi kasus nyata.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Mitra Strategis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Komnas HAM, ICRC, JCLEC, dan PUSHAM UII.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Meski kurikulum sudah mapan, Polri menilai masukan dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/menteri-ham\" title=\"menteri ham\">Menteri HAM<\/a> sebagai langkah strategis untuk pengembangan SDM. Ke depan, pemahaman mendalam atau kepemilikan sertifikat HAM dipastikan menjadi nilai tambah, terutama dalam seleksi Pendidikan Pengembangan (Dikbang) seperti Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim).<\/p>\n<h3>Wacana Menteri HAM Natalius Pigai<\/h3>\n<p>Sebelumnya, Menteri HAM Natalius Pigai mengungkapkan dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI pada Selasa (15\/7), bahwa pemerintah tengah menyiapkan instrumen hukum agar sertifikasi HAM menjadi syarat wajib bagi aparat negara untuk menduduki jabatan tertentu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/897614\/revisi-uu-polri-pigai-minta-profesional-sipil-isi-jabatan-di-kepolisian\" title=\"Revisi UU Polri: Pigai Minta Profesional Sipil Isi Jabatan di Kepolisian\" target=\"_blank\">Revisi UU Polri: Pigai Minta Profesional Sipil Isi Jabatan di Kepolisian<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pigai merinci bahwa di lingkungan Polri, syarat ini akan menyasar posisi strategis mulai dari tingkat wilayah terkecil hingga provinsi. &#8220;Mulai dari Kapolsek, Kapolres, Kapolda, itu salah satu prasyarat yang akan naik juga adalah sertifikasi,&#8221; tegas Pigai.<\/p>\n<p>Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menciptakan sistem kepatuhan HAM yang berdampak langsung di lapangan. Dengan menjadikan HAM sebagai syarat jabatan, diharapkan para aktor negara memiliki kesadaran tinggi untuk menghindari pelanggaran dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n<p>Saat ini, Kementerian HAM masih merampungkan berbagai aturan dan instrumen hukum yang akan memayungi kebijakan tersebut, mengingat kementerian ini merupakan nomenklatur baru dalam kabinet.<\/p>\n<p><strong>Komitmen Penegakan HAM Polri:<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nPolri menyatakan akan terus memperketat implementasi <strong>Perkap Nomor 8 Tahun 2009<\/strong> tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM. Setiap anggota dituntut mengedepankan empat prinsip utama: <em>Legalitas, Nesesitas, Proporsionalitas, dan Akuntabilitas<\/em>.<\/p>\n<p>(Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/911802\/polri-respons-wacana-sertifikasi-ham-natalius-pigai-untuk-promosi-jabatan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi berjaga di kawasan Bundaran HI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (15\/6\/2026).(MI\/Usman Iskandar) KEPOLISIAN Negara Republik Indonesia (Polri) memberikan respons terhadap wacana yang digulirkan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengenai kebijakan sertifikasi HAM sebagai prasyarat promosi jabatan bagi anggota kepolisian. Polri menegaskan bahwa nilai-nilai HAM sebenarnya telah menjadi bagian integral dalam sistem [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":73324,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-73323","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73323","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73323"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73323\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73324"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}