{"id":73249,"date":"2026-07-16T22:49:46","date_gmt":"2026-07-16T22:49:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/16\/edukasi-keuangan-di-kampus-diperkuat-mahasiswa-diajak-kenali-pindar-legal\/"},"modified":"2026-07-16T22:49:46","modified_gmt":"2026-07-16T22:49:46","slug":"edukasi-keuangan-di-kampus-diperkuat-mahasiswa-diajak-kenali-pindar-legal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/16\/edukasi-keuangan-di-kampus-diperkuat-mahasiswa-diajak-kenali-pindar-legal\/","title":{"rendered":"Edukasi Keuangan di Kampus Diperkuat, Mahasiswa Diajak Kenali Pindar Legal"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/17\/1784241893_38dffecd760b688a2fec.jpg\" alt=\"Edukasi Keuangan di Kampus Diperkuat, Mahasiswa Diajak Kenali Pindar Legal\"\/><figcaption>Sepanjang semester I 2026, Indosaku menggencarkan program literasi keuangan digital di berbagai kampus sebagai bagian dari komitmennya membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan berintegritas.(Dok. PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku))<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/literasi-keuangan-digital\" title=\"literasi keuangan digital\">LITERASI keuangan digital<\/a> di kalangan mahasiswa terus menjadi perhatian seiring semakin luasnya pemanfaatan layanan keuangan berbasis teknologi. Di tengah masih maraknya pinjaman <em>online<\/em> ilegal, edukasi mengenai pengelolaan keuangan, perlindungan data pribadi, hingga kemampuan membedakan layanan pendanaan legal menjadi bekal penting agar generasi muda tidak terjebak dalam praktik keuangan yang merugikan.<\/p>\n<p>Berbagai pihak pun mulai memperluas edukasi ke lingkungan perguruan tinggi. Selain meningkatkan pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan digital, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara sehat sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di era digital.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Salah satunya dilakukan PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku), penyelenggara layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (LPBBTI) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/879224\/makmur-perkuat-literasi-investasi-di-tengah-tren-digitalisasi-keuangan\" title=\"Makmur Perkuat Literasi Investasi di Tengah Tren Digitalisasi Keuangan\" target=\"_blank\">Makmur Perkuat Literasi Investasi di Tengah Tren Digitalisasi Keuangan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sepanjang semester I 2026, perusahaan menggencarkan program literasi keuangan digital di berbagai kampus sebagai bagian dari komitmennya membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan berintegritas. Upaya tersebut berjalan beriringan dengan penegasan perusahaan untuk menerapkan praktik penagihan yang etis, sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta bebas dari segala bentuk kekerasan.<\/p>\n<p>Program literasi tersebut dilaksanakan bersama Asosiasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fintech\" title=\"fintech\">Fintech<\/a> Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melalui program &#8216;Pindar Mengajar&#8217;. Sepanjang semester I 2026, Indosaku telah menyambangi sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta pada Mei 2026 dan Universitas Islam Malang (Unisma) pada Juni 2026.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan di UNU Yogyakarta, materi yang disampaikan mencakup tren indeks literasi keuangan nasional beserta proyeksinya hingga 2026. Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi serta langkah-langkah mitigasi risiko siber sebagai bekal dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/878807\/akses-keuangan-makin-luas-literasi-jadi-penentu-kualitas-pengambilan-keputusan\" title=\"Akses Keuangan Makin Luas, Literasi Jadi Penentu Kualitas Pengambilan Keputusan\" target=\"_blank\">Akses Keuangan Makin Luas, Literasi Jadi Penentu Kualitas Pengambilan Keputusan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, di Unisma Malang, edukasi difokuskan pada pemahaman mengenai perbedaan mendasar antara platform pendanaan legal (Pindar) dan pinjaman <em>online<\/em> ilegal. Mahasiswa juga dibekali pengetahuan mengenai pentingnya membangun rekam jejak finansial yang positif serta teknik mengelola dana digital secara bijak agar terhindar dari jeratan utang yang tidak produktif.<\/p>\n<p>Komitmen edukasi tersebut berlanjut di Kampus Bisnis Umar Usman BSD, Tangerang Selatan, melalui kampanye bertajuk &#8216;Pinjol vs Pindar: Cerdas Memilih&#8217;. Tidak hanya menjelaskan aspek legalitas layanan pendanaan digital, Indosaku juga memberikan pelatihan pembukuan keuangan dasar. Pelatihan ini dirancang khusus bagi mahasiswa yang mayoritas memiliki minat berwirausaha, mengingat kemampuan menyusun pembukuan secara disiplin menjadi salah satu kunci menjaga kestabilan finansial dan kesehatan arus kas usaha.<\/p>\n<p>Selain memperluas literasi keuangan digital, Indosaku juga menegaskan komitmennya dalam menerapkan praktik penagihan yang profesional dan menjunjung tinggi hak-hak konsumen. Perusahaan menyatakan menolak segala bentuk penagihan yang bersifat kasar, intimidatif, pelecehan, maupun tindakan lain yang berada di luar koridor SOP penagihan sebagaimana diatur dalam regulasi OJK dan kode etik AFPI.<\/p>\n<p>Komitmen tersebut diterapkan melalui pelatihan yang diberikan kepada seluruh tim penagihan. Dengan demikian, setiap interaksi dengan pengguna diharapkan selalu mengedepankan rasa hormat, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku sebagai bagian dari perlindungan konsumen.<\/p>\n<p>Direktur Utama Indosaku, Yulvina Napitupulu, mengatakan ekosistem fintech yang sehat harus dibangun di atas dua fondasi yang saling melengkapi, yakni masyarakat yang memiliki literasi keuangan yang baik dan penyelenggara yang menjalankan operasional secara etis.<\/p>\n<p>&#8220;Di Indosaku, kami percaya bahwa ekosistem fintech yang sehat harus berdiri di atas dua pilar yang seimbang: pengguna yang cerdas dan teredukasi, serta penyelenggara yang beroperasi secara etis dan bertanggung jawab,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Yulvina, rangkaian literasi di UNU Yogyakarta, Unisma Malang, hingga Kampus Bisnis Umar Usman BSD merupakan bagian dari upaya menciptakan pengguna layanan keuangan digital yang lebih cerdas. Di sisi lain, perusahaan juga memastikan tidak ada ruang bagi praktik penagihan yang kasar dalam operasionalnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami berkomitmen untuk selalu patuh pada SOP penagihan reguler sebagai bentuk perlindungan konsumen,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Melalui sinergi antara edukasi literasi keuangan yang berkelanjutan dan penerapan standar etika yang tinggi dalam operasional, Indosaku berharap dapat terus berkontribusi terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital yang aman, andal, dan bertanggung jawab bagi masyarakat Indonesia. (Put\/E-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/911752\/edukasi-keuangan-di-kampus-diperkuat-mahasiswa-diajak-kenali-pindar-legal\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sepanjang semester I 2026, Indosaku menggencarkan program literasi keuangan digital di berbagai kampus sebagai bagian dari komitmennya membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan berintegritas.(Dok. PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku)) LITERASI keuangan digital di kalangan mahasiswa terus menjadi perhatian seiring semakin luasnya pemanfaatan layanan keuangan berbasis teknologi. Di tengah masih maraknya pinjaman online ilegal, edukasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":73250,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-73249","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73249"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73249\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73250"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}