{"id":73111,"date":"2026-07-16T16:28:39","date_gmt":"2026-07-16T16:28:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/16\/peneliti-ungkap-hubungan-mengejutkan-antara-demensia-dan-makanan-populer\/"},"modified":"2026-07-16T16:28:39","modified_gmt":"2026-07-16T16:28:39","slug":"peneliti-ungkap-hubungan-mengejutkan-antara-demensia-dan-makanan-populer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/16\/peneliti-ungkap-hubungan-mengejutkan-antara-demensia-dan-makanan-populer\/","title":{"rendered":"Peneliti Ungkap Hubungan Mengejutkan antara Demensia dan Makanan Populer"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/16\/1784218662_e4930b5947b50d523274.jpg\" alt=\"Peneliti Ungkap Hubungan Mengejutkan antara Demensia dan Makanan Populer\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MESKIPUN\u00a0faktor usia dan riwayat keluarga memegang peranan penting dalam risiko penyakit kronis, pola makan juga memiliki pengaruh yang sangat besar. Studi terbaru menemukan bahwa diet tinggi makanan olahan atau ultra-proses dapat meningkatkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/risiko-demensia\" title=\"risiko demensia\">risiko demensia<\/a> secara signifikan.<\/p>\n<h2>Temuan Studi JAMA Neurology<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penelitian\" title=\"penelitian\">Penelitian<\/a> yang dipublikasikan dalam <i>JAMA Neurology<\/i> ini mengamati 10.775 individu selama periode 10 tahun. Partisipan terdiri dari pria dan wanita dengan usia rata-rata 51 tahun. Selama penelitian, mereka mengisi kuesioner frekuensi makanan dan melaporkan asupan kalori harian.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Di akhir periode 10 tahun, para peneliti menilai perubahan performa kognitif melalui berbagai tes. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi 28% atau lebih kalori harian dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/makanan-ultra-proses\" title=\"makanan ultra-proses\">makanan ultra-proses<\/a> memiliki risiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/demensia\" title=\"Demensia\">demensia<\/a> yang lebih tinggi. Dalam diet rata-rata 2.000 kalori, jumlah ini setara dengan hanya 400 kalori per hari alias jumlah yang relatif kecil untuk dicapai tanpa disadari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/910852\/tujuh-makanan-yang-ampuh-cegah-penurunan-kognitif-lansia\" title=\"Tujuh Makanan yang Ampuh Cegah Penurunan Kognitif Lansia\" target=\"_blank\">Tujuh Makanan yang Ampuh Cegah Penurunan Kognitif Lansia<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa Itu Makanan Ultra-Proses?<\/h2>\n<p>Studi tersebut mendefinisikan makanan ultra-proses sebagai formulasi industri dari zat makanan (minyak, lemak, gula, pati, dan isolat protein) yang mengandung sedikit atau tanpa makanan utuh. Produk ini biasanya mengandung perasa, pewarna, pengemulsi, dan aditif kosmetik lain.<\/p>\n<p>Jackie Newgent, R.D.N., C.D.N., ahli diet kuliner, menjelaskan bahwa makanan ini umumnya murah, praktis, dikemas, dan memiliki masa simpan yang sangat lama. Beberapa contoh makanan ultra-proses meliputi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Minuman manis (soda dan jus kemasan).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kue kering dalam kemasan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sereal sarapan dari biji-bijian olahan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Camilan keripik atau pretzel.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Daging merah olahan seperti bacon dan hot dog.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Mengapa Berbahaya bagi Otak?<\/h2>\n<p>Amit Sachdev, M.D., direktur divisi kedokteran neuromuskular di Michigan State University, menyatakan bahwa makanan ultra-proses umumnya kurang sehat dibandingkan makanan segar. Masalah utamanya bukan hanya pada apa yang dikandungnya, tetapi pada apa yang hilang dari pola makan Anda, yaitu nutrisi penting dari makanan utuh.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/905261\/pinky-time-latihan-jari-10-detik-untuk-deteksi-dini-dan-cegah-demensia\" title=\"Pinky Time: Latihan Jari 10 Detik untuk Deteksi Dini dan Cegah Demensia\" target=\"_blank\">Pinky Time: Latihan Jari 10 Detik untuk Deteksi Dini dan Cegah Demensia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Penelitian menunjukkan bahwa asupan rutin makanan ultra-proses dikaitkan dengan peningkatan peradangan pada otak. Peradangan ini merupakan kontributor utama demensia, termasuk penyakit Alzheimer. Studi dalam <i>The American Journal of Medicine<\/i> bahkan menemukan hubungan langsung antara asupan tinggi makanan ini dengan kadar protein C-reaktif, penanda utama peradangan dalam tubuh.<\/p>\n<p><strong>Catatan Ahli:<\/strong> Riset lain yang diterbitkan dalam <i>American Journal of Public Health<\/i> menemukan bahwa orang dengan konsumsi makanan ultra-proses tertinggi memiliki risiko demensia 58% lebih tinggi dan risiko gangguan kognitif 46% lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi jumlah terendah.<\/p>\n<h2>Langkah Melindungi Kesehatan Otak<\/h2>\n<p>Dr. Sachdev menekankan bahwa tubuh yang sehat akan menghasilkan otak yang sehat.\u00a0Keseimbangan adalah kunci utama. Jackie Newgent menyarankan agar masyarakat tidak perlu merasa harus menghilangkan seluruh makanan olahan secara ekstrem, melainkan fokus pada pembatasan.<\/p>\n<p>Saran praktisnya adalah memastikan makanan ultra-proses tidak menggantikan posisi makanan padat nutrisi dalam jangka panjang. Menikmati segenggam keripik sesekali diperbolehkan.\u00a0Namun kuncinya adalah porsi yang terkontrol dan tidak menjadikannya konsumsi harian yang dominan. (Prevention\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/911731\/peneliti-ungkap-hubungan-mengejutkan-antara-demensia-dan-makanan-populer\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) MESKIPUN\u00a0faktor usia dan riwayat keluarga memegang peranan penting dalam risiko penyakit kronis, pola makan juga memiliki pengaruh yang sangat besar. Studi terbaru menemukan bahwa diet tinggi makanan olahan atau ultra-proses dapat meningkatkan risiko demensia secara signifikan. Temuan Studi JAMA Neurology Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Neurology ini mengamati 10.775 individu selama periode 10 tahun. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":73112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-73111","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73111"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73111\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}