{"id":72972,"date":"2026-07-16T10:24:36","date_gmt":"2026-07-16T10:24:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/16\/tersingkir-dari-japan-open-2026-ubed-sebut-petik-pelajaran-dari-anders-antonsen\/"},"modified":"2026-07-16T10:24:36","modified_gmt":"2026-07-16T10:24:36","slug":"tersingkir-dari-japan-open-2026-ubed-sebut-petik-pelajaran-dari-anders-antonsen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/16\/tersingkir-dari-japan-open-2026-ubed-sebut-petik-pelajaran-dari-anders-antonsen\/","title":{"rendered":"Tersingkir dari Japan Open 2026, Ubed Sebut Petik Pelajaran dari Anders Antonsen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/16\/1784197083_43fc2fa27ffcf3f247d4.jpeg\" alt=\"Tersingkir dari Japan Open 2026, Ubed Sebut Petik Pelajaran dari Anders Antonsen\"\/><figcaption>TUNGGALl\u00a0putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah (Ubed).(Dok. Antara\/PBSI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TUNGGALl\u00a0putra Indonesia, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/moh-zaki-ubaidillah\" title=\"Moh Zaki Ubaidillah\">Moh Zaki Ubaidillah<\/a>, memetik pelajaran berharga dari permainan taktis Anders Antonsen meski harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar BWF World Tour Super 750 <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/japan-open-2026\" title=\"Japan Open 2026\">Japan Open 2026<\/a>. Pemain yang akrab disapa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ubed\" title=\"Ubed\">Ubed<\/a> ini mengakui keunggulan pengalaman wakil Denmark tersebut.<\/p>\n<p>Bertanding di Tokyo, Jepang, pada Kamis (16\/7), Ubed menyerah dua gim langsung dengan skor 12-21 dan 19-21 dari unggulan ketiga tersebut. Ubed menyoroti bagaimana Antonsen mampu mengendalikan jalannya pertandingan dengan sangat rapi.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cHari ini dengan pengalamannya, Antonsen lebih bisa dan mengerti cara bermain yang tepat. Saya banyak belajar bagaimana dia sangat rapi dan tidak mau mudah mati sendiri,\u201d ujar Ubed melalui keterangan resmi PBSI.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/911329\/japan-open-2026-redam-emosi-moh-zaki-ubaidillah-melaju-ke-babak-kedua\" title=\"Japan Open 2026: Redam Emosi, Moh Zaki Ubaidillah Melaju ke Babak Kedua\" target=\"_blank\">Japan Open 2026: Redam Emosi, Moh Zaki Ubaidillah Melaju ke Babak Kedua<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kesulitan di Gim Pertama<\/h2>\n<p>Pada gim pertama, Ubed mengaku kesulitan mengimbangi tempo permainan yang diterapkan Antonsen. Tekanan konsisten dari pemain peringkat atas dunia itu membuat Ubed gagal mengembangkan pola permainan terbaiknya.<\/p>\n<p>\u201cGim pertama tadi masih cukup kebingungan, masih tertekan dengan temponya dia,\u201d ungkap pemain berusia 19 tahun tersebut.<\/p>\n<p>Memasuki gim kedua, Ubed mulai menemukan ritme dan memberikan perlawanan sengit. Ia sempat membaca arah permainan lawan dan menjaga selisih poin tetap ketat hingga fase kritis. Namun, Antonsen berhasil mengantisipasi strategi Ubed di poin-poin akhir.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/909048\/moh-zaki-ubaidillah-bicara-beban-regenerasi-tunggal-putra-pelatnas-pbsi\" title=\"Moh Zaki Ubaidillah Bicara Beban Regenerasi Tunggal Putra Pelatnas PBSI\" target=\"_blank\">Moh Zaki Ubaidillah Bicara Beban Regenerasi Tunggal Putra Pelatnas PBSI<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cDi gim kedua pelan-pelan saya sudah mulai tahu cara mainnya. Tapi di akhir-akhir, saya terpancing dengan permainan depannya dan dia sudah bisa antisipasi permainan saya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h2>Debut di Super 750<\/h2>\n<p>Meski tersingkir, Japan Open 2026 menjadi tonggak sejarah bagi Ubed karena merupakan debutnya di turnamen level Super 750. Walaupun berhasil melewati babak pertama, ia mengaku belum sepenuhnya puas dengan pencapaian di Tokyo.<\/p>\n<p>Kini, Ubed mengalihkan fokus pada turnamen berikutnya. Ia tercatat berada di urutan pertama daftar tunggu (reserve) untuk China Open 2026 yang akan berlangsung pekan depan.<\/p>\n<p>\u201cSaya masih daftar tunggu nomor satu di China Open minggu depan, semoga bisa main. Di sisa waktu ini saya mau persiapan lagi dengan baik,\u201d kata Ubed.<\/p>\n<p>Dengan gugurnya Ubed, Alwi Farhan kini menjadi satu-satunya wakil <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tunggal-putra-indonesia\" title=\"tunggal putra Indonesia\">tunggal putra Indonesia<\/a> yang tersisa di Japan Open 2026 setelah berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final. (Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/911567\/tersingkir-dari-japan-open-2026-ubed-sebut-petik-pelajaran-dari-anders-antonsen\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TUNGGALl\u00a0putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah (Ubed).(Dok. Antara\/PBSI) TUNGGALl\u00a0putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, memetik pelajaran berharga dari permainan taktis Anders Antonsen meski harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026. Pemain yang akrab disapa Ubed ini mengakui keunggulan pengalaman wakil Denmark tersebut. Bertanding di Tokyo, Jepang, pada Kamis (16\/7), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":72973,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-72972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72972"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72972\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72973"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}