{"id":71599,"date":"2026-07-13T17:35:43","date_gmt":"2026-07-13T17:35:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/13\/negara-yang-memproduksi-cabai-hijau-terbanyak-di-dunia\/"},"modified":"2026-07-13T17:35:43","modified_gmt":"2026-07-13T17:35:43","slug":"negara-yang-memproduksi-cabai-hijau-terbanyak-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/13\/negara-yang-memproduksi-cabai-hijau-terbanyak-di-dunia\/","title":{"rendered":"Negara yang Memproduksi Cabai Hijau Terbanyak di Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/13\/1783955955_5a43fc5efdb227a37666.jpg\" alt=\"Negara yang Memproduksi Cabai Hijau Terbanyak di Dunia\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BAGI\u00a0para penggemar makanan pedas, hampir tidak ada hidangan yang tidak menjadi lebih nikmat dengan sentuhan rasa panas. Seiring dengan meningkatnya selera kolektif dunia terhadap makanan pedas dalam beberapa tahun terakhir, satu negara muncul sebagai pemasok utama yang memenuhi kebutuhan tersebut. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tiongkok\" title=\"Tiongkok\">Tiongkok<\/a>\u00a0kini memegang gelar sebagai produsen global terbesar untuk <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cabai-hijau\" title=\"cabai hijau\">cabai hijau<\/a>, bahan utama dalam saus pedas, bumbu marinasi, kari, hingga koktail pedas.<\/p>\n<p>Kategori spesifik spesies <em>Capsicum<\/em> dan <em>Pimenta<\/em> mencakup banyak varietas populer seperti jalape\u00f1o, poblano, habanero, cabai hijau Tailan, hingga paprika manis. Berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa, dominasi Tiongkok dalam sektor ini sangat signifikan dibandingkan negara-negara lain.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Dominasi Mutlak Tiongkok dalam Angka<\/h2>\n<p>Skala produksi cabai hijau di Tiongkok sangat besar hingga sulit untuk dibayangkan. FAO memperkirakan total output negara tersebut mencapai 17.330.858 metrik ton pada tahun 2024. India menempati posisi kedua sebagai produsen terbesar, tetapi tertinggal jauh dengan output tahunan sekitar 5.317.989 metrik ton.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/909840\/negara-ini-panen-tomat-terbanyak-di-dunia\">Negara ini Panen Tomat Terbanyak di Dunia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dominasi ini bukanlah fenomena baru. Cabai merupakan tanaman sayuran yang paling banyak dibudidayakan di Tiongkok dengan tren produksi yang terus meningkat selama bertahun-tahun. Laporan FAO menunjukkan bahwa dari tahun 2000 hingga 2021, produksi Tiongkok menyumbang lebih dari 30% pasokan cabai global. Saat ini, kontribusinya telah melonjak hingga hampir setengah dari total pasokan dunia.<\/p>\n<p>Data dari Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Tiongkok juga mencatat pertumbuhan yang impresif, dengan peningkatan hasil panen sebesar 11,9% secara tahunan (year-over-year) dari 2021 ke 2022.<\/p>\n<h2>Akar Budaya dan Kondisi Alam<\/h2>\n<p>Keberhasilan Tiongkok dalam memimpin industri ini berakar pada tradisi kuliner yang mendalam. Cabai merupakan elemen utama dalam masakan Tiongkok di berbagai wilayah. Selain faktor budaya, lahan yang subur dan kondisi pertumbuhan yang menguntungkan menjadi kunci utama.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/909905\/topan-bavi-ganggu-penerbangan-di-jepang-tiongkok-keluarkan-peringatan-oranye\" target=\"_blank\" title=\"Topan Bavi Ganggu Penerbangan di Jepang, Tiongkok Keluarkan Peringatan Oranye\">Topan Bavi Ganggu Penerbangan di Jepang, Tiongkok Keluarkan Peringatan Oranye<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tanaman cabai berkembang pesat di puluhan provinsi dan kota di Tiongkok, termasuk:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Guizhou<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sichuan<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Yunnan<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Guangxi<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Henan<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Hunan<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Pemasok Utama Pasar Global<\/h2>\n<p>Di tengah permintaan konsumen global akan pilihan makanan yang lebih berani dan pedas, industri cabai terus berkembang pesat. Tiongkok merespons kebutuhan ini dengan menjadi eksportir utama ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Spanyol, dan Meksiko.<\/p>\n<p>Cabai yang ditanam di Tiongkok kemungkinan besar menjadi bahan bintang dalam berbagai produk yang sering ditemui di rak supermarket, mulai dari saus pedas kemasan, salsa, hingga berbagai kondimen penambah rasa lain. (Chowhound\/I-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/910554\/negara-yang-memproduksi-cabai-hijau-terbanyak-di-dunia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) BAGI\u00a0para penggemar makanan pedas, hampir tidak ada hidangan yang tidak menjadi lebih nikmat dengan sentuhan rasa panas. Seiring dengan meningkatnya selera kolektif dunia terhadap makanan pedas dalam beberapa tahun terakhir, satu negara muncul sebagai pemasok utama yang memenuhi kebutuhan tersebut. Tiongkok\u00a0kini memegang gelar sebagai produsen global terbesar untuk cabai hijau, bahan utama dalam saus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":71600,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-71599","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71599","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=71599"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71599\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=71599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=71599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=71599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}