{"id":71145,"date":"2026-07-12T19:32:38","date_gmt":"2026-07-12T19:32:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/12\/bendungan-jlantah-karanganyar-diresmikan-siap-aliri-1-494-hektare-sawah\/"},"modified":"2026-07-12T19:32:38","modified_gmt":"2026-07-12T19:32:38","slug":"bendungan-jlantah-karanganyar-diresmikan-siap-aliri-1-494-hektare-sawah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/12\/bendungan-jlantah-karanganyar-diresmikan-siap-aliri-1-494-hektare-sawah\/","title":{"rendered":"Bendungan Jlantah Karanganyar Diresmikan, Siap Aliri 1.494 Hektare Sawah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/12\/1783854611_422b1bb0691d6d31916f.jpg\" alt=\"Bendungan Jlantah Karanganyar Diresmikan, Siap Aliri 1.494 Hektare Sawah\"\/><figcaption>Bendungan Jlantah senilai Rp1,08 triliun resmi dioperasikan, akan melayani 1.494 hektare sawah di lima kecamatan, dan diharapkan bisa melahirkan sawah baru seluas 230 hektare.(Dok BBWSBS)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>BENDUNGAN\u00a0Jlantah yang berlokasi di Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, resmi dioperasikan. Proyek strategis nasional yang dibangun sejak 2019 dengan anggaran APBN sebesar Rp1,08 triliun ini diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring pada Jumat (10\/7\/2026), bersamaan dengan sejumlah proyek strategis lainnya di tanah air.<\/p>\n<p>Keberadaan bendungan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pengairan di wilayah &#8220;Bumi Intan Pari&#8221;. Selain mengairi 1.494 hektare lahan persawahan eksisting di empat kecamatan, bendungan ini juga ditargetkan mampu mendukung pencetakan 230 hektare sawah baru.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Gatut Bayuadji, menyatakan rasa syukurnya atas tuntasnya proyek yang sempat mengalami penyesuaian jadwal pengoperasian tersebut. Menurutnya, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bendungan-jlantah\" title=\"bendungan Jlantah\">Bendungan Jlantah<\/a> memiliki fungsi krusial sebagai tampungan air buatan untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan lingkungan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/909648\/mampu-mengairi-ribuan-hektare-lahan-pertanian-bendungan-jlantah-pekuat-ketahanan-pangan-jateng\" title=\"Mampu Mengairi Ribuan Hektare Lahan Pertanian, Bendungan Jlantah Pekuat Ketahanan Pangan Jateng\u00a0\" target=\"_blank\">Mampu Mengairi Ribuan Hektare Lahan Pertanian, Bendungan Jlantah Pekuat Ketahanan Pangan Jateng\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Bendungan ini memberikan manfaat penting, terutama untuk mendukung irigasi pertanian, penyediaan air baku, serta membantu mengurangi potensi risiko banjir,&#8221; ujar Gatut.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa bendungan ini memiliki peran strategis dalam konservasi sumber daya air. Dengan luas genangan mencapai 535.000 m\u00b2, Bendungan Jlantah mampu menampung volume air maksimal hingga 11.960.000 m\u00b3. Sebagai infrastruktur <em>multipurpose<\/em>, pengembangan jaringan irigasi di sektor hilir akan terus disempurnakan.<\/p>\n<p><strong>Detail Distribusi Air Irigasi<\/strong><\/p>\n<p>Gatut merinci, dari total proyeksi layanan lahan pertanian seluas 1.494 hektare, saat ini sebanyak 806 hektare lahan sudah bisa langsung menerima aliran air karena infrastruktur eksisting yang telah memadai. Sementara itu, 688 hektare sisanya masih berstatus lahan potensial.<\/p>\n<p>\u201dPerlu saya detilkan, bahwa lahan potensial sepanjang 458 hektare sebenarnya sudah memiliki jaringan. Namun, ada 230 hektare yang benar-benar membutuhkan cetak sawah baru dan penambahan jaringan irigasi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Untuk mengejar target tersebut, BBWSBS tengah berkoordinasi intensif dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) provinsi guna percepatan progres di lapangan. \u201dKetika lahan cetak sawah siap dan jaringan irigasinya terencana, kami yang akan membangun saluran pembawanya agar total 1.494 hektare terhubung sempurna,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Aliran air dari Bendungan Jlantah ini nantinya akan memasok kebutuhan irigasi di empat kecamatan, yakni Jatiyoso, Jumapolo, Jatipuro, hingga Jaten.<\/p>\n<p><strong>Apresiasi Pemerintah Daerah<\/strong><\/p>\n<p>Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menyambut baik peresmian ini. Ia optimistis keberadaan bendungan akan meningkatkan produktivitas pangan di wilayahnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sangat berterima kasih. Bendungan Jlantah ini akan menjadi oase baru bagi stabilitas sektor pertanian dan kesejahteraan warga di Bumi Intanpari,&#8221; pungkas Rober.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 10px; background-color: #f9f9f9;\"><strong>Data Teknis Bendungan Jlantah:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Nilai Investasi: Rp1,08 Triliun (APBN)<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Luas Genangan: 535.000 m\u00b2<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kapasitas Tampung: 11.960.000 m\u00b3<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Target Irigasi: 1.494 Hektare<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Potensi Sawah Baru: 230 Hektare<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/910096\/bendungan-jlantah-karanganyar-diresmikan-siap-aliri-1494-hektare-sawah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bendungan Jlantah senilai Rp1,08 triliun resmi dioperasikan, akan melayani 1.494 hektare sawah di lima kecamatan, dan diharapkan bisa melahirkan sawah baru seluas 230 hektare.(Dok BBWSBS) BENDUNGAN\u00a0Jlantah yang berlokasi di Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, resmi dioperasikan. Proyek strategis nasional yang dibangun sejak 2019 dengan anggaran APBN sebesar Rp1,08 triliun ini diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":71146,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-71145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=71145"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71145\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=71145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=71145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=71145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}