{"id":70897,"date":"2026-07-12T08:46:19","date_gmt":"2026-07-12T08:46:19","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/12\/profil-antonio-rattin-legenda-boca-juniors-dan-kapten-ikonik-argentina\/"},"modified":"2026-07-12T08:46:19","modified_gmt":"2026-07-12T08:46:19","slug":"profil-antonio-rattin-legenda-boca-juniors-dan-kapten-ikonik-argentina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/12\/profil-antonio-rattin-legenda-boca-juniors-dan-kapten-ikonik-argentina\/","title":{"rendered":"Profil Antonio Rattin Legenda Boca Juniors dan Kapten Ikonik Argentina"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/12\/1783844239_5122f06ad5d2b18867c9.jpg\" alt=\"Profil Antonio Rattin: Legenda Boca Juniors dan Kapten Ikonik Argentina\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Antonio Ubaldo Ratt\u00edn merupakan salah satu figur paling ikonik dalam sejarah sepak bola Argentina. Dikenal sebagai gelandang bertahan yang tangguh dan pemimpin yang karismatik, namanya abadi sebagai simbol loyalitas di level klub dan kapten yang penuh determinasi di level internasional.<\/p>\n<h2>Karier Klub: One-Man Club di Boca Juniors<\/h2>\n<p>Lahir pada 16 Mei 1937 di Tigre, Argentina, karier profesional <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/antonio-rattin\" title=\"Antonio Rattin\">Antonio Rattin<\/a> sepenuhnya didedikasikan untuk satu klub: <strong>Boca Juniors<\/strong>. Ia membela klub berjuluk <em>Xeneizes<\/em> tersebut selama 14 musim, terhitung sejak debutnya pada tahun 1956 hingga pensiun pada 1970.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Selama masa baktinya di La Bombonera, Rattin mencatatkan lebih dari 350 penampilan. Ia menjadi pilar penting yang membawa Boca Juniors meraih empat gelar juara liga Argentina (1962, 1964, 1965, dan Nacional 1969). Postur tubuhnya yang tinggi dan kemampuannya memutus serangan lawan menjadikannya salah satu gelandang bertahan terbaik di generasinya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/910049\/legenda-argentina-dan-boca-juniors--antonio-rattin-tutup-usia\" title=\"Legenda Argentina dan Boca Juniors  Antonio Rattin Tutup Usia\" target=\"_blank\">Legenda Argentina dan Boca Juniors  Antonio Rattin Tutup Usia<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kiprah Internasional dan Timnas Argentina<\/h2>\n<p>Di level tim nasional, Rattin mengoleksi 34 <em>caps<\/em> bersama Argentina antara tahun 1959 hingga 1969. Ia mewakili negaranya dalam dua edisi Piala Dunia, yakni pada tahun 1962 di Chile dan 1966 di Inggris.<\/p>\n<p>Puncak popularitas globalnya terjadi pada Piala Dunia 1966, di mana ia menjabat sebagai kapten tim. Namun, turnamen ini juga menyisakan memori kontroversial yang mengubah sejarah sepak bola selamanya.<\/p>\n<h2>Insiden Piala Dunia 1966 dan Kartu Merah<\/h2>\n<p>Dalam pertandingan perempat final melawan tuan rumah Inggris di Stadion Wembley, Rattin dikeluarkan dari lapangan oleh wasit asal Jerman, Rudolf Kreitlein. Pengusiran ini menjadi sangat kontroversial karena saat itu belum ada sistem kartu kuning dan kartu merah (yang baru diperkenalkan pada 1970).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/910048\/alasan-timnas-argentina-kenakan-pita-hitam-lawan-swiss-di-piala-dunia-2026\" title=\"Alasan Timnas Argentina Kenakan Pita Hitam Lawan Swiss di Piala Dunia 2026\" target=\"_blank\">Alasan Timnas Argentina Kenakan Pita Hitam Lawan Swiss di Piala Dunia 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Rattin diusir karena dianggap melakukan &#8220;kekerasan verbal&#8221;, meskipun wasit tidak mengerti bahasa Spanyol. Protes keras Rattin yang menolak meninggalkan lapangan selama beberapa menit memicu ketegangan diplomatik sepak bola antara Argentina dan Inggris. Insiden inilah yang kemudian menginspirasi FIFA untuk menciptakan sistem kartu kuning dan merah guna memperjelas instruksi wasit di lapangan.<\/p>\n<h2>Masa Pensiun dan Warisan<\/h2>\n<p>Setelah gantung sepatu pada tahun 1970, Rattin sempat mencoba peruntungan di dunia kepelatihan, termasuk menangani Boca Juniors pada tahun 1980. Selain di dunia olahraga, ia juga sempat terjun ke dunia politik dan terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Argentina pada tahun 2001.<\/p>\n<p>Antonio Rattin meninggal dunia pada usia 89 tahun (Juli 2026). Ia akan selalu dikenang bukan hanya karena insiden di Wembley, tetapi sebagai sosok &#8220;El Caudillo&#8221; (Sang Pemimpin) yang memberikan segalanya untuk seragam biru-emas Boca Juniors dan garis biru-putih Argentina.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/910050\/profil-antonio-rattin-legenda-boca-juniors-dan-kapten-ikonik-argentina\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) Antonio Ubaldo Ratt\u00edn merupakan salah satu figur paling ikonik dalam sejarah sepak bola Argentina. Dikenal sebagai gelandang bertahan yang tangguh dan pemimpin yang karismatik, namanya abadi sebagai simbol loyalitas di level klub dan kapten yang penuh determinasi di level internasional. Karier Klub: One-Man Club di Boca Juniors Lahir pada 16 Mei 1937 di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":70898,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-70897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70897"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70897\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}