{"id":70699,"date":"2026-07-11T17:15:38","date_gmt":"2026-07-11T17:15:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/11\/tren-blind-box-berpotensi-picu-perilaku-adiktif-dan-gangguan-kesehatan-mental\/"},"modified":"2026-07-11T17:15:38","modified_gmt":"2026-07-11T17:15:38","slug":"tren-blind-box-berpotensi-picu-perilaku-adiktif-dan-gangguan-kesehatan-mental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/11\/tren-blind-box-berpotensi-picu-perilaku-adiktif-dan-gangguan-kesehatan-mental\/","title":{"rendered":"Tren Blind Box Berpotensi Picu Perilaku Adiktif dan Gangguan Kesehatan Mental"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/11\/1783778104_4be90b12e38ed212ea20.jpg\" alt=\"Tren Blind Box Berpotensi Picu Perilaku Adiktif dan Gangguan Kesehatan Mental\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TREN pembelian <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/blind-box\" title=\"blind box\">blind box<\/a><\/i> kini tengah menjamur di berbagai kalangan masyarakat. Namun, di balik keseruan membuka kotak misteri tersebut, terdapat risiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-mental\" title=\"Kesehatan mental\">kesehatan mental<\/a> dan fisik yang perlu diwaspadai jika dilakukan secara berlebihan.<\/p>\n<p>Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Samuel Stemi, MBiomed, AIFO-K, Dipl AAAM, menyoroti fenomena ini sebagai sesuatu yang berpotensi menimbulkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dampak-psikologis\" title=\"dampak psikologis\">dampak psikologis<\/a> serius tanpa adanya kontrol diri yang kuat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Mekanisme <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dopamin\" title=\"dopamin\">Dopamin<\/a> dan Efek Kejutan<\/h2>\n<p>Menurut dr. Samuel, daya tarik utama <i>blind box<\/i> terletak pada unsur ketidakpastian. Rasa penasaran dan kejutan saat membuka kotak memicu pelepasan hormon dopamin di otak.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/867503\/50-persen-anak-terpapar-konten-seksual-komdigi-batasi-usia-medsos-di-bawah-16-tahun\" title=\"50 Persen Anak Terpapar Konten Seksual, Komdigi Batasi Usia Medsos di Bawah 16 Tahun\" target=\"_blank\">50 Persen Anak Terpapar Konten Seksual, Komdigi Batasi Usia Medsos di Bawah 16 Tahun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menariknya, sensasi senang yang dihasilkan dari ketidakpastian ini sering kali lebih kuat dibandingkan saat seseorang mendapatkan hadiah yang sudah pasti.<\/p>\n<p>&#8220;Selama masih dalam batas wajar, <i>blind box<\/i> dapat menjadi hiburan. Namun jika dilakukan berulang tanpa kontrol, kebiasaan ini dapat berkembang menjadi perilaku yang sulit dihentikan karena adanya dorongan untuk terus mendapatkan item atau karakter tertentu yang diinginkan,&#8221; jelas dr. Samuel.<\/p>\n<h2>Risiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/adiksi\" title=\"Adiksi\">Adiksi<\/a> dan Penuaan Dini<\/h2>\n<p>dr. Samuel menilai mekanisme psikologis pada fenomena ini memiliki kemiripan dengan perilaku adiktif lainnya, termasuk perjudian. Hal ini disebabkan oleh sistem hadiah yang tidak pasti (<i>uncertain reward<\/i>) yang mengaktivasi jalur dopamin secara terus-menerus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/780663\/8-makanan-peningkat-mood-yang-terbukti-bikin-hidup-lebih-bahagia\" title=\"8 Makanan Peningkat Mood yang Terbukti Bikin Hidup Lebih Bahagia!\" target=\"_blank\">8 Makanan Peningkat Mood yang Terbukti Bikin Hidup Lebih Bahagia!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain dampak mental, terdapat ancaman nyata pada kesehatan fisik dan proses penuaan (<i>anti-aging<\/i>). Stres akibat pengeluaran yang tidak terkontrol atau kekecewaan saat mendapatkan barang duplikat dapat meningkatkan hormon kortisol.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #2c3e50; margin: 20px 0;\"><strong>Tabel: Dampak Pembelian Blind Box Berlebihan<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Dampak yang Ditimbulkan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Psikologis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Peningkatan impulsivitas, penurunan kemampuan menunda keinginan (<i>delayed gratification<\/i>), dan stres.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Perilaku<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\"><i>Reward chasing behavior<\/i> (membeli lagi untuk menutupi kekecewaan sebelumnya).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Kesehatan Fisik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Peningkatan hormon kortisol, penurunan kualitas kulit, inflamasi kronis, dan gangguan metabolik.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Biologis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Percepatan penuaan biologis akibat stres jangka panjang.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2>Langkah Pencegahan dan Mindful Buying<\/h2>\n<p>Munculnya rasa kecewa atau disforia saat mendapatkan item yang tidak diinginkan sering kali memicu <i>reward chasing behavior<\/i>. Ini adalah dorongan untuk membeli kembali demi memperbaiki hasil, yang justru memperkuat siklus adiksi.<\/p>\n<p>Sebagai langkah antisipasi, dr. Samuel menyarankan beberapa poin penting bagi masyarakat:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Mindful Buying:<\/strong> Menetapkan batas anggaran dan frekuensi pembelian yang ketat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Literasi Finansial:<\/strong> Memahami nilai barang dan prioritas pengeluaran, terutama bagi remaja.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kontrol Impuls:<\/strong> Melatih diri untuk tidak segera menuruti keinginan sesaat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Peran Orang Tua:<\/strong> Mengawasi pola konsumsi anak agar tetap sehat dan tidak kompulsif.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>&#8220;<i>Blind box<\/i> tidak sepenuhnya negatif jika dilakukan secara sadar dan terkontrol. Namun tanpa regulasi diri yang baik, terdapat potensi dampak terhadap kesehatan mental dan proses penuaan karena eratnya hubungan antara stres, hormon, dan kesehatan jangka panjang,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Jika perilaku membeli mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau bersifat kompulsif, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/909931\/tren-blind-box-berpotensi-picu-perilaku-adiktif-dan-gangguan-kesehatan-mental\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) TREN pembelian blind box kini tengah menjamur di berbagai kalangan masyarakat. Namun, di balik keseruan membuka kotak misteri tersebut, terdapat risiko kesehatan mental dan fisik yang perlu diwaspadai jika dilakukan secara berlebihan. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Samuel Stemi, MBiomed, AIFO-K, Dipl AAAM, menyoroti fenomena ini sebagai sesuatu yang berpotensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":70700,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-70699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70699"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70699\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}