{"id":70611,"date":"2026-07-11T13:28:37","date_gmt":"2026-07-11T13:28:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/11\/5-penyakit-berbahaya-akibat-gigitan-nyamuk-di-rumah-waspada\/"},"modified":"2026-07-11T13:28:37","modified_gmt":"2026-07-11T13:28:37","slug":"5-penyakit-berbahaya-akibat-gigitan-nyamuk-di-rumah-waspada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/11\/5-penyakit-berbahaya-akibat-gigitan-nyamuk-di-rumah-waspada\/","title":{"rendered":"5 Penyakit Berbahaya akibat Gigitan Nyamuk di Rumah, Waspada"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/11\/1783775868_0d4612f563711769fe46.jpeg\" alt=\"5 Penyakit Berbahaya akibat Gigitan Nyamuk di Rumah, Waspada!\"\/><figcaption>Penyakit yang timbul akibat gigitan nyamuk.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KEBERADAAN nyamuk di dalam rumah bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan ancaman kesehatan serius karena perannya sebagai perantara berbagai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit\" title=\"penyakit\">penyakit<\/a> infeksi berbahaya. Selain Demam Berdarah Dengue (DBD), masyarakat perlu mewaspadai lima penyakit lain yang ditularkan melalui <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gigitan-nyamuk\" title=\"gigitan nyamuk\">gigitan nyamuk<\/a>, mulai dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/chikungunya\" title=\"chikungunya\">chikungunya<\/a> hingga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/virus-zika\" title=\"virus zika\">virus Zika<\/a>.<\/p>\n<p>Penyakit pertama adalah Chikungunya yang ditularkan oleh nyamuk <i>Aedes aegypti<\/i> dan <i>Aedes albopictus<\/i>. Gejalanya meliputi demam tinggi dan ruam, namun ciri khas utamanya adalah nyeri hebat pada persendian atau sering disebut &#8220;flu tulang&#8221;.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Hingga saat ini, belum ada vaksin khusus untuk penyakit ini, sehingga penanganan medis hanya fokus pada pereda nyeri.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/859751\/unair-teliti-dampak-vaksinasi-terhadap-dinamika-penularan-malaria\" title=\"Unair Teliti Dampak Vaksinasi terhadap Dinamika Penularan Malaria\" target=\"_blank\">Unair Teliti Dampak Vaksinasi terhadap Dinamika Penularan Malaria<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selanjutnya adalah Demam Kuning <em>(Yellow Fever) <\/em>yang dibawa oleh nyamuk <i>Aedes<\/i> dan <i>Haemagogus<\/i>. Infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan organ hati yang ditandai dengan kulit menguning <em>(hepatitis).<\/em><\/p>\n<p>Langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah melalui vaksinasi, terutama bagi mereka yang berada di wilayah risiko tinggi.<\/p>\n<p>Penyakit ketiga, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/malaria\" title=\"malaria\">Malaria<\/a>, disebabkan oleh parasit <i>Plasmodium<\/i> yang ditularkan melalui gigitan nyamuk <i>Anopheles<\/i> betina. Jika tidak segera ditangani dengan obat berbahan artemisinin, malaria dapat memicu komplikasi gagal ginjal.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/826462\/apresiasi-kontribusi-pengendalian-penyakit-aids-tuberkulosis-dan-malaria\" title=\"Apresiasi Kontribusi Pengendalian Penyakit AIDS, Tuberkulosis dan Malaria\" target=\"_blank\">Apresiasi Kontribusi Pengendalian Penyakit AIDS, Tuberkulosis dan Malaria<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Saat ini, WHO telah menyetujui vaksin Mosquirix sebagai salah satu upaya preventif tambahan.<\/p>\n<p>Keempat adalah Filariasis atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kaki-gajah\" title=\"kaki gajah\">Kaki Gajah<\/a>. Penyakit ini disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang sistem getah bening melalui gigitan berbagai jenis nyamuk seperti <i>Culex<\/i> dan <i>Mansonia<\/i>.<\/p>\n<p>Infeksi ini menyebabkan pembengkakan permanen pada anggota tubuh seperti kaki, lengan, hingga organ kelamin jika tidak ditangani sejak dini.<\/p>\n<p>Terakhir, Virus Zika yang juga disebarkan oleh nyamuk <i>Aedes<\/i>. Meski gejalanya sering kali ringan bagi orang dewasa, infeksi Zika sangat berbahaya bagi ibu hamil karena berisiko tinggi menyebabkan mikrosefalus atau pengecilan ukuran kepala pada bayi yang dilahirkan.<\/p>\n<p>Untuk mencegah penyebaran penyakit-penyakit tersebut, masyarakat diimbau konsisten menerapkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gerakan-3m\" title=\"gerakan 3M\">gerakan 3M<\/a>: menguras penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas<\/p>\n<p>. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan <i>fogging<\/i> jika populasi nyamuk meningkat menjadi langkah krusial dalam memutus rantai penularan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/909914\/5-penyakit-berbahaya-akibat-gigitan-nyamuk-di-rumah-waspada\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit yang timbul akibat gigitan nyamuk.(Dok. Magnific) KEBERADAAN nyamuk di dalam rumah bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan ancaman kesehatan serius karena perannya sebagai perantara berbagai penyakit infeksi berbahaya. Selain Demam Berdarah Dengue (DBD), masyarakat perlu mewaspadai lima penyakit lain yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, mulai dari chikungunya hingga virus Zika. Penyakit pertama adalah Chikungunya yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":70612,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-70611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70611"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70611\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70612"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}