{"id":70451,"date":"2026-07-11T06:07:41","date_gmt":"2026-07-11T06:07:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/11\/namanya-masuk-dalam-bursa-calon-ketum-pbnu-ini-kata-zulfa-mustofa\/"},"modified":"2026-07-11T06:07:41","modified_gmt":"2026-07-11T06:07:41","slug":"namanya-masuk-dalam-bursa-calon-ketum-pbnu-ini-kata-zulfa-mustofa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/11\/namanya-masuk-dalam-bursa-calon-ketum-pbnu-ini-kata-zulfa-mustofa\/","title":{"rendered":"Namanya Masuk dalam Bursa Calon Ketum PBNU, Ini Kata Zulfa Mustofa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/11\/1783749171_6dd630c48068e62b01fd.jpg\" alt=\"Namanya Masuk dalam Bursa Calon Ketum PBNU, Ini Kata Zulfa Mustofa\"\/><figcaption>Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa.(Dok. Pribadi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>NAMA Wakil Ketua Umum Pengurus Besar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nahdlatul-ulama\" title=\"Nahdlatul Ulama\">Nahdlatul Ulama<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pbnu\" title=\"PBNU\">PBNU<\/a>), KH <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/zulfa-mustofa\" title=\"Zulfa Mustofa\">Zulfa Mustofa<\/a>, disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kalau itu permintaan dari pengurus cabang dan wilayah, saya tidak bisa menolak,&#8221; kata Zulfa dalam keterangan resminya, Sabtu, (11\/7).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pernyataan itu diungkapkan Zulfa usai menghadiri konferensi pers peluncuran dan bedah kitab <em>Ithafu Ummati Al Muqtafa<\/em> di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam (10\/7).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/907893\/menuju-muktamar-ke-35-nu-kriteria-rais-aam-dan-9-nama-calon-ahwa\" title=\"Menuju Muktamar Ke-35 NU: Kriteria Rais Aam dan 9 Nama Calon AHWA\" target=\"_blank\">Menuju Muktamar Ke-35 NU: Kriteria Rais Aam dan 9 Nama Calon AHWA<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Zulfa menegaskan, proses pemilihan Ketua Umum PBNU harus ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga marwah, persatuan, dan masa depan jam\u2019iyah. Kepemimpinan NU, menurutnya, bukan hanya berkaitan dengan jabatan struktural, tetapi juga mengandung tanggung jawab besar untuk menjaga tradisi keilmuan, merawat umat, dan menghadirkan NU sebagai kompas moral bangsa.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, Ketua\u00a0Lembaga\u00a0Dakwah\u00a0PBNU, Abdullah\u00a0Syamsul\u00a0Arifin,\u00a0menegaskan, bahwa semakin banyak aspirasi dari pengurus wilayah dan pengurus cabang NU yang meminta Zulfa untuk meju sebagai kandidat di muktamar.\u00a0&#8220;Beliau\u00a0jadi\u00a0ikon\u00a0perubahan\u00a0dalam\u00a0NU,&#8221; kata Kyai Abdullah.\u00a0<\/p>\n<h2>Luncurkan Buku dan Bedah Kitab<\/h2>\n<p>Sementara itu, Zulfa mengatakan tradisi keulamaan Nahdlatul Ulama tidak boleh berhenti pada pengajian, ceramah, dan transmisi pengetahuan secara lisan. Ulama dan generasi muda pesantren juga perlu kembali menghidupkan tradisi menulis dan menghasilkan karya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/905007\/warga-nahdliyin-dukung-kepemimpinan-pbnu-yang-rekonsiliatif\" title=\"Warga Nahdliyin Dukung Kepemimpinan PBNU yang Rekonsiliatif\" target=\"_blank\">Warga Nahdliyin Dukung Kepemimpinan PBNU yang Rekonsiliatif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, saya dapat menyelesaikan sebuah karya yang saya beri nama <em>Ithafu Ummati Al Muqtafa<\/em>. Jika diterjemahkan secara bebas, ini adalah hadiah bagi umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Isinya empat kitab; tiga di bidang fikih dan ushul fikih, serta satu kitab mengenai biografi dan sejarah Syekh Nawawi al-Bantani,\u201d ujar Zulfa.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, <em>Ithafu Ummati Al Muqtafa<\/em> merupakan sebuah karya yang menghimpun empat kitab berbahasa Arab mengenai metodologi <em>Bahtsul Masail, ushul fikih<\/em>, fatwa kontemporer, serta sejarah intelektual Syekh Nawawi al-Bantani.<\/p>\n<p>Empat kitab tersebut mempertemukan kekayaan khazanah fikih klasik dengan persoalan yang dihadapi masyarakat modern, mulai dari transaksi digital, kebijakan publik, dinamika lembaga fatwa, hingga penyebaran pandangan keagamaan secara instan melalui media sosial.<\/p>\n<p>\u201cIni merupakan ikhtiar saya bersama generasi muda NU agar Nahdlatul Ulama tidak pernah terlepas dari tradisi keilmuan. Semoga NU tidak pernah kehabisan kader yang terus belajar, membaca, dan menulis,\u201d ujar\u00a0Zulfa. (Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/909812\/namanya-masuk-dalam-bursa-calon-ketum-pbnu-ini-kata-zulfa-mustofa\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa.(Dok. Pribadi) NAMA Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama.\u00a0 &#8220;Kalau itu permintaan dari pengurus cabang dan wilayah, saya tidak bisa menolak,&#8221; kata Zulfa dalam keterangan resminya, Sabtu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":70452,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-70451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70451"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70451\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}