{"id":70282,"date":"2026-07-10T19:04:36","date_gmt":"2026-07-10T19:04:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/10\/transformasi-bumn-perkebunan-harus-berjalan-lebih-cepat\/"},"modified":"2026-07-10T19:04:36","modified_gmt":"2026-07-10T19:04:36","slug":"transformasi-bumn-perkebunan-harus-berjalan-lebih-cepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/10\/transformasi-bumn-perkebunan-harus-berjalan-lebih-cepat\/","title":{"rendered":"Transformasi BUMN Perkebunan harus Berjalan Lebih Cepat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/10\/1783694437_963cd775d636d744afef.jpg\" alt=\"Transformasi BUMN Perkebunan harus Berjalan Lebih Cepat\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Transformasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/industri-perkebunan\" title=\"industri perkebunan\">industri perkebunan<\/a> dinilai perlu dipercepat agar mampu menjawab tantangan persaingan global, perubahan iklim, hingga tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan. Modernisasi tata kelola, digitalisasi, dan penguatan manajemen menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kontribusi sektor agribisnis terhadap perekonomian nasional.<\/p>\n<p>Direktur Utama <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ptpn\" title=\"PTPN\">PTPN<\/a> I Abdul Rivai Ras mengatakan transformasi yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang positif. Namun, menurutnya, perubahan tersebut masih memerlukan percepatan melalui komitmen bersama serta penerapan manajemen yang modern, profesional, tangguh, dan berdaya saing global.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Industri perkebunan adalah menu utama sebagai penyedia bahan baku <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/industri-manufaktur\" title=\"Industri Manufaktur\">industri manufaktur<\/a>. Industri ini tidak akan mati selagi masih ada kehidupan. Oleh karena itu, kita harus memperkuat semua lini dengan modernisasi dan profesionalitas agar perusahaan kita berkembang lebih progresif,&#8221; ujarnya di Jakarta, Jumat (10\/7).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/821417\/wna-yang-ditunjuk-jadi-direksi-bumn-wajib-lapor-lhkpn\" title=\"WNA yang Ditunjuk jadi Direksi BUMN Wajib Lapor LHKPN\" target=\"_blank\">WNA yang Ditunjuk jadi Direksi BUMN Wajib Lapor LHKPN<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Rivai menilai sektor perkebunan memiliki posisi strategis karena tidak hanya memasok bahan baku industri dan pangan, tetapi juga menjadi salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dengan sebaran yang luas di berbagai daerah.<\/p>\n<p>Menurutnya, percepatan transformasi tidak semata-mata bertujuan meningkatkan keuntungan perusahaan, melainkan juga menciptakan dampak sosial yang lebih besar melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus bertransformasi dengan cepat dan masif bukan hanya karena mengejar profit, tetapi menjaring efek sosial yang lebih luas. Kita tahu, perkebunan dan pertanian menyerap tenaga paling besar dalam rantai ekonomi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/899381\/kpk-bantu-bumn-tingkatkan-sistem-pencegahan-korupsi\" title=\"KPK Bantu BUMN Tingkatkan Sistem Pencegahan Korupsi\" target=\"_blank\">KPK Bantu BUMN Tingkatkan Sistem Pencegahan Korupsi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menjelaskan dinamika industri perkebunan saat ini berubah sangat cepat akibat persaingan global, fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, tuntutan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), hingga percepatan digitalisasi.<\/p>\n<p>Karena itu, pengelolaan perusahaan perkebunan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.<\/p>\n<p>&#8220;Mengelola perusahaan hari ini bukan lagi sekadar mengelola kebun atau mengejar target produksi. Amanah ini adalah tanggung jawab untuk membangun korporasi negara yang mampu bersaing di tingkat global, adaptif terhadap perubahan, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk mendukung transformasi tersebut, perusahaan menetapkan lima pilar utama, yakni penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance\/GCG), manajemen risiko, digitalisasi, optimalisasi aset negara, dan penguatan sinergi kelembagaan.<\/p>\n<p>Rivai mengatakan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus menjaga keberlanjutan perusahaan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, penguatan manajemen risiko dipandang penting untuk mengantisipasi berbagai ketidakpastian bisnis, mulai dari volatilitas harga komoditas hingga dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>&#8220;Perusahaan yang kuat bukan hanya mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola risiko secara terukur sehingga tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan perubahan budaya kerja yang mengedepankan efisiensi, kecepatan, akurasi, dan pengambilan keputusan berbasis data. Implementasi smart farming dan integrasi sistem informasi dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas.<\/p>\n<p>Selain itu, optimalisasi aset negara diarahkan untuk menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat melalui kemitraan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi di wilayah operasional.<\/p>\n<p>Menurut Rivai, keberhasilan transformasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat dengan pemerintah, regulator, dunia usaha, akademisi, aparat penegak hukum, serta masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Transformasi bukanlah pekerjaan satu orang atau satu institusi. Ini adalah gerakan bersama untuk membangun perusahaan agribisnis nasional,&#8221; tandasnya. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/909701\/transformasi-bumn-perkebunan-harus-berjalan-lebih-cepat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Transformasi industri perkebunan dinilai perlu dipercepat agar mampu menjawab tantangan persaingan global, perubahan iklim, hingga tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan. Modernisasi tata kelola, digitalisasi, dan penguatan manajemen menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kontribusi sektor agribisnis terhadap perekonomian nasional. Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan transformasi yang telah berjalan dalam beberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":70283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-70282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70282"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70282\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}