{"id":70087,"date":"2026-07-10T10:31:43","date_gmt":"2026-07-10T10:31:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/10\/fosil-bayi-6-000-tahun-di-suriah-ungkap-kasus-kekerasan-anak-tertua\/"},"modified":"2026-07-10T10:31:43","modified_gmt":"2026-07-10T10:31:43","slug":"fosil-bayi-6-000-tahun-di-suriah-ungkap-kasus-kekerasan-anak-tertua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/10\/fosil-bayi-6-000-tahun-di-suriah-ungkap-kasus-kekerasan-anak-tertua\/","title":{"rendered":"Fosil Bayi 6.000 Tahun di Suriah Ungkap Kasus Kekerasan Anak Tertua"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/10\/1783679329_954f823e25b3bc277e74.jpg\" alt=\"Fosil Bayi 6.000 Tahun di Suriah Ungkap Kasus Kekerasan Anak Tertua\"\/><figcaption>Situs Tell Brak, salah satu kota tertua di dunia.(Dok. Arkadiusz So\u0142tysiak)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEKITAR 6.000 tahun yang lalu di Mesopotamia, seorang bayi mengalami cedera parah yang kini diduga menjadi kasus kekerasan terhadap anak tertua yang pernah didokumentasikan di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/timur-tengah\" title=\"Timur Tengah\">Timur Tengah<\/a> sekaligus salah satu yang tertua di dunia.\u00a0<\/p>\n<p>Sisa-sisa jasad bayi yang rapuh dan penuh luka ini ditemukan oleh para peneliti di Tell Brak, Suriah Timur Laut, yang dikenal sebagai salah satu pusat perkotaan awal terbesar di Mesopotamia Utara.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pada saat bayi tersebut meninggal, diperkirakan antara tahun 4200 dan 3900 Sebelum Masehi selama periode Kalkolitik Akhir, kawasan tersebut telah berkembang menjadi pemukiman yang besar dan kompleks.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/884533\/mengenal-cimolodon-desosai-mamalia-purba-hamster-yang-selamatkan-garis-keturunan-dari-kepunahan-dinosaurus\" title=\"Mengenal Cimolodon desosai, Mamalia Purba Hamster yang Selamatkan Garis Keturunan dari Kepunahan Dinosaurus\" target=\"_blank\">Mengenal Cimolodon desosai, Mamalia Purba Hamster yang Selamatkan Garis Keturunan dari Kepunahan Dinosaurus<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Jasadnya ditemukan di sebuah area pemakaman anak-anak yang berisi 63 individu. Para peneliti mencatat bahwa kesulitan dan tekanan yang terkait dengan proses urbanisasi awal kemungkinan turut andil memicu terjadinya kekerasan terhadap anak tersebut.<\/p>\n<h3>Luka pada Kerangka Bayi<\/h3>\n<p>Berdasarkan perkembangan gigi, tim peneliti yang menerbitkan studinya di International Journal of Osteoarchaeology menentukan bahwa bayi tersebut berusia antara 6 hingga 9 bulan saat meninggal dunia.\u00a0<\/p>\n<p>Pemeriksaan kerangka menunjukkan adanya empat tulang rusuk yang patah di bagian depan dada dekat tulang dada. Beberapa dari patah tulang tersebut sebenarnya sudah mulai sembuh, yang menunjukkan bahwa anak tersebut sempat bertahan hidup selama beberapa waktu setelah cedera terjadi.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/876990\/fosil-18-juta-tahun-ditemukan-di-bumiayu-diduga-lebih-tua-dari-sangiran\" title=\"Fosil 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran\" target=\"_blank\">Fosil 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain itu, paha kanan bayi tersebut menunjukkan pertumbuhan tulang yang tidak normal akibat tekanan mekanis, serta terdapat lesi atau luka berpori yang aktif di kedua sisi tengkoraknya. Patah tulang rusuk pada bayi yang sangat muda dianggap sebagai tanda peringatan serius karena bayi usia tersebut belum cukup aktif untuk mengalami trauma akibat jatuh biasa.<\/p>\n<p>Fraktur akibat kelahiran biasanya sembuh dalam beberapa minggu, sedangkan bayi ini sudah berusia beberapa bulan saat meninggal. Selain itu, tidak ditemukan pola cedera serupa pada jasad anak-anak lain di lokasi yang sama, menjadikannya kasus yang sangat janggal di populasi lokal tersebut.<\/p>\n<p>Meskipun bukti kerangka ini menunjukkan adanya kekerasan fisik semasa hidup, para peneliti tidak dapat mengidentifikasi siapa yang menyebabkan cedera tersebut atau memastikan motifnya.\u00a0<\/p>\n<h3>Dugaan Kekerasan<\/h3>\n<p>Co-author studi sekaligus bioarkeolog dari University of Warsaw, Aleksandra Grzegorska, menjelaskan bahwa bayi tersebut kemungkinan besar mengalami kekerasan yang dipicu oleh pengasuh.<\/p>\n<p>&#8220;Tulang rusuk seharusnya tidak patah pada anak sekecil itu,&#8221; kata Grzegorska.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa meskipun patah tulang rusuk relatif umum terjadi pada orang dewasa, temuan ini mengarah kuat pada tindakan kekerasan jika ditemukan pada bayi muda. Temuan di Tell Brak ini memberikan pandangan langka mengenai sisi kelam kehidupan anak-anak di salah satu kota pertama dunia. Kasus seperti ini sangat sulit dikenali dalam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/arkeologi\" title=\"Arkeologi\">arkeologi<\/a> karena rapuhnya tulang bayi dan hilangnya jaringan lunak setelah ribuan tahun, sehingga kisahnya tidak pernah tersampaikan oleh catatan sejarah tertulis.<\/p>\n<p>(Live Science\/ Arkeonews\/H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/909603\/fosil-bayi-6000-tahun-di-suriah-ungkap-kasus-kekerasan-anak-tertua\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Situs Tell Brak, salah satu kota tertua di dunia.(Dok. Arkadiusz So\u0142tysiak) SEKITAR 6.000 tahun yang lalu di Mesopotamia, seorang bayi mengalami cedera parah yang kini diduga menjadi kasus kekerasan terhadap anak tertua yang pernah didokumentasikan di Timur Tengah sekaligus salah satu yang tertua di dunia.\u00a0 Sisa-sisa jasad bayi yang rapuh dan penuh luka ini ditemukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":70088,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-70087","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70087","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70087"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70087\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}