{"id":69371,"date":"2026-07-09T01:59:38","date_gmt":"2026-07-09T01:59:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/09\/bapanas-pastikan-iph-beras-terkendali-dengan-cadangan-52-juta-ton\/"},"modified":"2026-07-09T01:59:38","modified_gmt":"2026-07-09T01:59:38","slug":"bapanas-pastikan-iph-beras-terkendali-dengan-cadangan-52-juta-ton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/09\/bapanas-pastikan-iph-beras-terkendali-dengan-cadangan-52-juta-ton\/","title":{"rendered":"Bapanas Pastikan IPH Beras Terkendali dengan Cadangan 5,2 Juta Ton"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/09\/1783561264_c7a4827529dc918525bb.jpeg\" alt=\"Bapanas Pastikan IPH Beras Terkendali dengan Cadangan 5,2 Juta Ton\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/badan-pangan-nasional\" title=\"Badan Pangan Nasional\">Badan Pangan Nasional<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bapanas\" title=\"Bapanas\">Bapanas<\/a>) memastikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras secara nasional tetap terkendali. Kondisi ini didukung oleh penguatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cadangan-beras-pemerintah\" title=\"Cadangan Beras Pemerintah\">Cadangan Beras Pemerintah<\/a> (CBP) yang mencapai 5,2 juta ton guna menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan iklim.<\/p>\n<p>Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, Sarwo Edhy, mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis hingga awal Juli 2026, hanya terdapat 55 kabupaten\/kota di seluruh Indonesia yang mengalami kenaikan IPH beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium. &#8220;Selebihnya masih berada di dalam koridor HET beras medium,&#8221; ujar Sarwo di Jakarta, Kamis (9\/7).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Sarwo menjelaskan bahwa per 7 Juli 2026, stok CBP berada di angka 5,2 juta ton. Dengan cadangan yang kokoh, peningkatan produksi, serta distribusi yang kuat, pemerintah optimis stabilitas pangan tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau atau fenomena El Nino.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/880790\/bapanas-waspadai-dampak-kenaikan-harga-plastik-terhadap-pangan\" title=\"Bapanas Waspadai Dampak Kenaikan Harga Plastik terhadap Pangan\" target=\"_blank\">Bapanas Waspadai Dampak Kenaikan Harga Plastik terhadap Pangan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Realisasi Intervensi dan Bantuan Pangan<\/h3>\n<p>Sejak Januari 2026, total intervensi CBP secara nasional telah mencapai 1,36 juta ton. Penyaluran tersebut mencakup:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Program Stabilisasi Pasokan dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/harga-pangan\" title=\"harga pangan\">Harga Pangan<\/a> (SPHP) Januari-Februari: 221,05 ribu ton.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Program SPHP Maret-Juli: 431,6 ribu ton.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Bantuan Pangan (alokasi Februari-Maret): 662,86 ribu ton untuk 33,14 juta keluarga penerima manfaat (KPM).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Golongan anggaran ASN wilayah tertentu: 42,43 ribu ton.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Tanggap darurat bencana alam: 11,37 ribu ton.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Selain intervensi stok, Bapanas bersama pemerintah daerah telah menggelar lebih dari 5.573 Gerakan Pangan Murah (GPM) yang tersebar di 37 provinsi dan 378 kabupaten\/kota.<\/p>\n<h3>Keberlanjutan Program hingga Akhir 2026<\/h3>\n<p>Pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan program bantuan pangan beras mulai Juli 2026 untuk tiga bulan alokasi ke depan. Total beras yang akan disalurkan pada tahap ini mencapai 997,3 ribu ton. Dengan demikian, hingga akhir tahun 2026, pemerintah diproyeksikan menggelontorkan total bantuan pangan beras hingga 1,66 juta ton.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/859792\/bapanas-pastikan-stok-pangan-aman-jelang-ramadan-\" title=\"Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman jelang Ramadan \" target=\"_blank\">Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman jelang Ramadan <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/andi-amran-sulaiman\" title=\"Andi Amran Sulaiman\">Andi Amran Sulaiman<\/a>, sebelumnya menegaskan bahwa beras kini bukan lagi penyumbang andil inflasi terbesar. &#8220;Inflasi beras berhasil diredam dalam dua tahun terakhir,&#8221; tegas Amran.<\/p>\n<h3>Data BPS: Tren Kenaikan Harga Menurun<\/h3>\n<p>Senada dengan Bapanas, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH beras. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan pada minggu pertama Juli 2026 terdapat 113 kabupaten\/kota yang mengalami kenaikan IPH beras.<\/p>\n<p>Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan akhir Juni 2026 yang mencatatkan 138 kabupaten\/kota. &#8220;Meskipun beras dan minyak goreng perlu mendapat perhatian, perubahan IPH-nya relatif terjaga rendah. Inflasi beras ada, tetapi tidak terlalu tinggi,&#8221; pungkas Ateng. (Ant\/E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/909084\/bapanas-pastikan-iph-beras-terkendali-dengan-cadangan-52-juta-ton\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras secara nasional tetap terkendali. Kondisi ini didukung oleh penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai 5,2 juta ton guna menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan iklim. Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, Sarwo Edhy, mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis hingga awal Juli 2026, hanya terdapat 55 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":69372,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-69371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=69371"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69371\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/69372"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=69371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=69371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=69371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}