{"id":69231,"date":"2026-07-08T19:39:38","date_gmt":"2026-07-08T19:39:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/08\/transaksi-olein-di-jfx-tembus-rp73-triliun-pada-juni-2026\/"},"modified":"2026-07-08T19:39:38","modified_gmt":"2026-07-08T19:39:38","slug":"transaksi-olein-di-jfx-tembus-rp73-triliun-pada-juni-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/08\/transaksi-olein-di-jfx-tembus-rp73-triliun-pada-juni-2026\/","title":{"rendered":"Transaksi Olein di JFX Tembus Rp7,3 Triliun pada Juni 2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/08\/1783522781_c10cb27397f248e742db.jpg\" alt=\"Transaksi Olein di JFX Tembus Rp7,3 Triliun pada Juni 2026\"\/><figcaption>Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX) , Yazid Kanca Surya(Dok.Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/aktivitas-perdagangan-komoditas\" title=\"Aktivitas perdagangan komoditas\">AKTIVITAS perdagangan komoditas<\/a> di Jakarta Futures Exchange (JFX) meningkat sepanjang Juni 2026 seiring sentimen positif dari pasar global. Produk Olein mencatat nilai transaksi lebih dari Rp7,3 triliun, sementara perdagangan timah ekspor mencapai Rp2,6 triliun di tengah dinamika harga komoditas dunia.<\/p>\n<p>Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, mengatakan volatilitas pasar global justru dimanfaatkan pelaku usaha untuk melakukan lindung nilai sekaligus menangkap peluang perdagangan melalui mekanisme bursa.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#8220;Peningkatan aktivitas perdagangan menunjukkan bahwa dinamika pasar global tidak selalu menjadi tekanan bagi pelaku usaha. Perubahan harga justru membuka ruang untuk mengelola risiko sekaligus memanfaatkan peluang transaksi melalui bursa,&#8221; kata Yazid.<\/p>\n<p>Menurut dia, transaksi Timah Ekspor mengalami peningkatan signifikan pada paruh kedua Juni. Volume perdagangan yang sempat turun menjadi 300 ton pada periode 7\u201313 Juni meningkat menjadi 795 ton pada pekan berikutnya dan kembali naik menjadi 1.280 ton pada periode 21\u201327 Juni.<\/p>\n<p>Sejalan dengan kenaikan volume, nilai transaksi juga meningkat dari Rp297 miliar menjadi Rp736 miliar, kemudian mencapai Rp1,2 triliun pada pekan terakhir Juni.<\/p>\n<p><strong>KENAIKAN TRANSAKSI<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nYazid menjelaskan, kenaikan transaksi timah didorong oleh kombinasi faktor domestik dan global. Dari dalam negeri, peningkatan dipicu terbitnya izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi sejumlah smelter dengan volume produksi yang besar.<\/p>\n<p>&#8220;Dari sisi domestik, peningkatan transaksi didorong oleh keluarnya izin RKAB dari beberapa smelter dengan volume yang cukup besar. Sementara itu, koreksi harga timah dunia dimanfaatkan oleh para pembeli internasional untuk memperoleh pasokan timah dari Indonesia,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pasar timah global juga masih dipengaruhi ketatnya pasokan akibat gangguan produksi di Myanmar serta meningkatnya permintaan dari industri teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Selain itu, rencana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia turut menjadi perhatian pelaku pasar.<\/p>\n<p>Selain timah, perdagangan Olein juga mencatat pertumbuhan konsisten sepanjang Juni. Volume transaksi meningkat selama tiga pekan berturut-turut, dari sekitar 6.200 lot pada awal bulan menjadi 27.000 lot pada pekan terakhir. Nilai transaksi turut naik dari Rp1,3 triliun menjadi Rp2,8 triliun pada akhir Juni, sehingga total <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/transaksi-olein\" title=\"Transaksi Olein\">transaksi Olein<\/a> sepanjang bulan tersebut melampaui Rp7,3 triliun.<\/p>\n<p>Menurut Yazid, kenaikan aktivitas perdagangan Olein dipengaruhi pergerakan harga energi dunia. Meredanya konflik Amerika Serikat dan Iran serta pulihnya jalur pelayaran di Selat Hormuz mendorong koreksi harga minyak mentah sekitar 10 persen, yang kemudian berdampak pada harga crude palm oil (CPO) dan olein di pasar internasional maupun domestik.<\/p>\n<p>&#8220;Nasabah melihat gejolak harga Olein sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan, baik untuk memperoleh manfaat dari pergerakan harga maupun sebagai bagian dari strategi lindung nilai terhadap risiko fluktuasi harga,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><strong>PRODUK LAIN<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nSelain Olein dan Timah Ekspor, sejumlah produk lain seperti Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) dan Emas Digital juga menunjukkan aktivitas perdagangan yang dinamis sepanjang Juni. Menurut Yazid, kondisi tersebut menunjukkan mekanisme bursa semakin dibutuhkan di tengah tingginya volatilitas pasar komoditas global.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika volatilitas meningkat, kebutuhan pelaku usaha terhadap instrumen pengelolaan risiko juga ikut meningkat. Bursa memberikan mekanisme perdagangan yang transparan sehingga pelaku pasar memiliki fleksibilitas untuk merespons perubahan harga sekaligus mengelola eksposur risiko dengan lebih baik,&#8221; ujar Yazid. (Ant\/E-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/908954\/transaksi-olein-di-jfx-tembus-rp73-triliun-pada-juni-2026\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX) , Yazid Kanca Surya(Dok.Istimewa) AKTIVITAS perdagangan komoditas di Jakarta Futures Exchange (JFX) meningkat sepanjang Juni 2026 seiring sentimen positif dari pasar global. Produk Olein mencatat nilai transaksi lebih dari Rp7,3 triliun, sementara perdagangan timah ekspor mencapai Rp2,6 triliun di tengah dinamika harga komoditas dunia. Direktur Utama JFX, Yazid Kanca [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":69232,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-69231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=69231"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69231\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/69232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=69231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=69231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=69231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}