{"id":6914,"date":"2024-07-07T11:07:02","date_gmt":"2024-07-07T11:07:02","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/07\/masyarakat-bali-alami-kekhawatiran-tinggi-pada-dampak-perubahan-iklim\/"},"modified":"2024-07-07T11:07:02","modified_gmt":"2024-07-07T11:07:02","slug":"masyarakat-bali-alami-kekhawatiran-tinggi-pada-dampak-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/07\/masyarakat-bali-alami-kekhawatiran-tinggi-pada-dampak-perubahan-iklim\/","title":{"rendered":"Masyarakat Bali Alami Kekhawatiran Tinggi pada Dampak Perubahan Iklim"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/dfbc53982352aae9a5b30ec4d2cf68af.jpg\" alt=\"Masyarakat Bali Alami Kekhawatiran Tinggi pada Dampak Perubahan Iklim\"\/><figcaption>Masyarakat di Pura Besakih, Karangasem, Bali.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MASYARAKAT <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bali\" rel=\"dofollow\" title=\"Bali\">Bali<\/a> mengalami kekhawatiran yang tinggi terhadap dampak <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perubahan-iklim\" rel=\"dofollow\" title=\"perubahan Iklim\">perubahan iklim<\/a>, terutama akan ketahanan pangan dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ketersediaan-air\" rel=\"dofollow\" title=\"ketersediaan air\">ketersediaan air<\/a>. Data responden menunjukkan, 97,5% responden<\/p>\n<p>mengungkapkan kecemasan yang tinggi terhadap perubahan iklim, 53% mengkhawatirkan dampak kesehatan dan 47% mengkhawatirkan ketersediaan makanan dan air.\n<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Rodney Westerlaken, pendiri Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia. Westerlaken mengutip data Inisiatif Matangi Bali tentang perubahan ikim di Bali sejak Oktober 2023 &#8211; Januari 2024 dan mendapatkan fakta 97,5% responden mengungkapkan kecemasan yang tinggi terhadap perubahan iklim, 53% mengkhawatirkan dampak kesehatan dan 47% mengkhawatirkan ketersediaan makanan dan air. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jelita\/680237\/petani-milenial-perempuan-tingkatkan-jejaring-dorong-produktivitas\" rel=\"dofollow noopener\" target=\"_blank\" title=\"Petani Milenial Perempuan Tingkatkan Jejaring Dorong Produktivitas\">Petani Milenial Perempuan Tingkatkan Jejaring Dorong Produktivitas<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>\u201cDampak lokal yang terasa, menurunnya aliran sungai di Tigawasa, Buleleng, meningkatnya banjir sejak tahun 2010 di Jembrana, Ubud, Renon. Naiknya permukaan air laut di Kabupaten Klungkung,\u201d kata Westerlaken.\n<\/p>\n<p>Menurutnya, kekeringan mungkin merupakan kekhawatiran terbesar di antara semua bencana yang berhubungan dengan cuaca untuk produksi padi. Konversi lahan pertanian ke penggunaan non-pertanian diidentifikasi sebagai ancaman besar terhadap produksi padi. Data statistik menunjukkan menyusutnya penggunaan lahan untuk pertanian.\n<\/p>\n<p>Direktur Pusat Penelitian Fungsi Pangan dan Kesehatan, Universitas Ehima, Jepang, Profesor Takuya Sugahara mengakui perubahan iklim juga telah mempengaruhi produksi jeruk di Jepang. Kawasan yang cocok untuk budidaya jeruk rata-rata memiliki suhu antara 15 hingga 18 derajat Celcius. Namun ke depan wilayah bersuhu tinggi yang tidak cocok untuk bercocok tanam juga diperkirakan akan semakin meluas.\n<\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/673216\/wwf-bahas-dampak-perubahan-iklim-bagi-pertanian\" rel=\"dofollow noopener\" target=\"_blank\" title=\"WWF Bahas Dampak Perubahan Iklim bagi Pertanian\">WWF Bahas Dampak Perubahan Iklim bagi Pertanian<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Takuya menjelaskan tantangan saat ini produksi limbah kulit jeruk cukup besar yang dihasilkan dari pabrik jus. Pemanfaatannya mesti dilakukan sebagai upaya mengurangi emisi dari limbah yang dihasilkan.\n<\/p>\n<p>Kulit jeruk mengandung berbagai bahan yang bermanfaat bagi kesehatan, dan pemanfaatan kulit jeruk secara efektif tidak hanya mengurangi emisi limbah, namun juga mengarah pada pengembangan pangan fungsional,\u201d paparnya.\n<\/p>\n<p>Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Universitas Warmadewa, I Nyoman Sujana dalam sambutannya mengatakan, perubahan iklim ini memiliki pengaruh besar dalam sektor pertanian. Situasi ini dikatakan berpengaruh terhadap ketidaktahanan pangan serta berdampak kepada kesejahteraan petani maupun masyarakat konsumen.\n<\/p>\n<p>Sujana menambahkan bahwa peran pemerintah juga sangat penting dalam pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan yang membantu pertanian berkelanjutan ini dapat terwujud. Ia juga menekankan peran pemerintah dalam pengembangan pertanian, distribusi, serta kesejahteraan masyarakat sangat penting dalam penerapan kebijakan yang berhubungan dengan hal ketahanan pangan ini.\n<\/p>\n<p>(Z-9)\n<\/p>\n<p>\u00a0\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/683057\/masyarakat-bali-alami-kekhawatiran-tinggi-pada-dampak-perubahan-iklim\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyarakat di Pura Besakih, Karangasem, Bali.(Dok. Antara) MASYARAKAT Bali mengalami kekhawatiran yang tinggi terhadap dampak perubahan iklim, terutama akan ketahanan pangan dan ketersediaan air. Data responden menunjukkan, 97,5% responden mengungkapkan kecemasan yang tinggi terhadap perubahan iklim, 53% mengkhawatirkan dampak kesehatan dan 47% mengkhawatirkan ketersediaan makanan dan air. Hal tersebut disampaikan Rodney Westerlaken, pendiri Yayasan Westerlaken [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6915,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-6914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6914"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6914\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}