{"id":68631,"date":"2026-07-07T17:22:56","date_gmt":"2026-07-07T17:22:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/07\/great-institute-usulkan-prabowo-hadiri-pemakaman-khamenei-dorong-penguatan-hubungan-indonesia-iran\/"},"modified":"2026-07-07T17:22:56","modified_gmt":"2026-07-07T17:22:56","slug":"great-institute-usulkan-prabowo-hadiri-pemakaman-khamenei-dorong-penguatan-hubungan-indonesia-iran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/07\/great-institute-usulkan-prabowo-hadiri-pemakaman-khamenei-dorong-penguatan-hubungan-indonesia-iran\/","title":{"rendered":"GREAT Institute Usulkan Prabowo Hadiri Pemakaman Khamenei, Dorong Penguatan Hubungan Indonesia-Iran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/08\/1783444452_723f12513f8938ea6b2b.jpg\" alt=\"GREAT Institute Usulkan Prabowo Hadiri Pemakaman Khamenei, Dorong Penguatan Hubungan Indonesia-Iran\"\/><figcaption>Grand Ayatullah Abdollah Javadi Amoli memimpin salat jenazah Ayatullah Ali Khamenei dan anggota keluarganya pada 7 Juli 2026.(IRNA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-end=\"563\" data-start=\"160\">GREAT Institute merekomendasikan Presiden <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/prabowo-subianto\" title=\"Prabowo Subianto\">Prabowo Subianto<\/a> menunjukkan penghormatan diplomatik kepada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/iran\" title=\"Iran\">Iran<\/a> dengan menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ayatullah-ali-khamenei\" title=\"Ayatullah Ali Khamenei\">Ayatullah Ali Khamenei<\/a>, atau melakukan kunjungan kenegaraan ke negara tersebut. Usulan itu disampaikan dalam <em>Focus Group Discussion <\/em>(FGD) bertajuk <em data-end=\"524\" data-start=\"481\">Peran Indonesia Pasca Perang Amerika\u2013Iran<\/em> yang digelar di Jakarta, Selasa (7\/7).<\/p>\n<p data-end=\"831\" data-start=\"565\">Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, mengatakan dinamika <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/geopolitik\" title=\"Geopolitik\">geopolitik<\/a> setelah konflik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amerika-serikat\" title=\"Amerika Serikat\">Amerika Serikat<\/a> (AS) dan Iran menjadi momentum bagi Indonesia untuk menata kembali arah kebijakan luar negeri dan memperkuat posisi strategis di tingkat global.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p data-end=\"1060\" data-start=\"833\">Menurut dia, kehadiran Prabowo dalam momentum penting di Iran dinilai dapat menjadi simbol keseriusan Indonesia mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkuat diplomasi dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/865518\/iran-sambut-tawaran-mediasi-prabowo-di-tengah-eskalasi-konflik-dengan-as-dan-israel\" title=\"Iran Sambut Tawaran Mediasi Prabowo di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS dan Israel\" target=\"_blank\">Iran Sambut Tawaran Mediasi Prabowo di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS dan Israel<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-end=\"1369\" data-start=\"1062\">Selain itu, GREAT Institute juga mendorong pemerintah memperkuat hubungan Indonesia dan Iran yang telah terjalin sejak semangat Konferensi Asia Afrika (KAA). Indonesia juga dinilai perlu membangun kerja sama strategis dengan Iran dan Turki sebagai bagian dari upaya membentuk poros kerja sama baru di dunia Islam.<\/p>\n<p data-end=\"1596\" data-start=\"1371\">Rekomendasi tersebut merupakan salah satu hasil FGD yang menghadirkan akademisi, diplomat, ekonom, peneliti, dan pakar geopolitik untuk membahas dampak konflik Amerika Serikat dan Iran terhadap kepentingan nasional Indonesia.<\/p>\n<p data-end=\"1916\" data-start=\"1598\">Forum menilai persaingan global saat ini tidak lagi hanya berlangsung melalui kekuatan militer, tetapi juga mencakup perang informasi, siber, ekonomi, teknologi, hingga diplomasi. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memiliki strategi nasional yang lebih matang agar tidak hanya menjadi objek dinamika geopolitik dunia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/889010\/iran-ancam-serang-kapal-dan-pangkalan-militer-as-di-teluk-persia-ketegangan-memanas\" title=\"Iran Ancam Serang Kapal dan Pangkalan Militer AS di Teluk Persia, Ketegangan Memanas\" target=\"_blank\">Iran Ancam Serang Kapal dan Pangkalan Militer AS di Teluk Persia, Ketegangan Memanas<\/a><\/strong><\/p>\n<p data-end=\"2260\" data-start=\"1918\">Salah satu poin penting yang mengemuka ialah perlunya pemerintah merumuskan kembali kepentingan nasional (<em data-end=\"2043\" data-start=\"2024\">national interest<\/em>) secara lebih jelas sebagai landasan penyusunan kebijakan luar negeri. Tanpa arah kepentingan nasional yang tegas, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/diplomasi-indonesia\" title=\"Diplomasi Indonesia\">diplomasi Indonesia<\/a> dinilai berpotensi menjadi reaktif dalam merespons berbagai krisis internasional.<\/p>\n<p data-end=\"2641\" data-start=\"2262\">Forum juga menilai Indonesia memiliki modal besar untuk memainkan peran lebih aktif di panggung internasional sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sekaligus anggota G20, ASEAN, BRICS, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Posisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat peran Indonesia sebagai <em data-end=\"2600\" data-start=\"2584\">bridge builder<\/em> di tengah meningkatnya rivalitas global.<\/p>\n<p data-end=\"3020\" data-start=\"2643\">Selain aspek diplomasi, peserta diskusi menilai pengalaman Iran menghadapi embargo internasional selama puluhan tahun memberikan pelajaran penting mengenai pentingnya membangun ketahanan nasional. Kemandirian ekonomi, energi, teknologi, industri pertahanan, hingga kohesi sosial dinilai menjadi faktor utama yang menentukan daya tahan suatu negara menghadapi tekanan eksternal.<\/p>\n<p data-end=\"3303\" data-start=\"3022\">Karena itu, GREAT Institute mendorong pemerintah memperkuat ketahanan nasional yang mencakup sektor pertahanan, energi, pangan, fiskal, informasi, maritim, serta penguasaan teknologi strategis agar Indonesia mampu menjalankan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/politik-luar-negeri\" title=\"Politik Luar Negeri\">politik luar negeri<\/a> bebas aktif secara lebih berwibawa.<\/p>\n<p data-end=\"3556\" data-start=\"3305\">FGD tersebut menghadirkan akademisi, diplomat, peneliti, ekonom, dan pakar geopolitik sebagai\u00a0narasumber, antara lain Nasir Tamara, Dian Wirengjurit, Teguh Santosa, Anton Permana, Dina Sulaeman, Bursah Zarnubi, Fitra Faisal, Rizal Darma Putra, Zaman Syah, dan Abdullah Rasyid. (B-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/908590\/great-institute-usulkan-prabowo-hadiri-pemakaman-khamenei-dorong-penguatan-hubungan-indonesia-iran\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Grand Ayatullah Abdollah Javadi Amoli memimpin salat jenazah Ayatullah Ali Khamenei dan anggota keluarganya pada 7 Juli 2026.(IRNA) GREAT Institute merekomendasikan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan penghormatan diplomatik kepada Iran dengan menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, atau melakukan kunjungan kenegaraan ke negara tersebut. Usulan itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":68632,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-68631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68632"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}