{"id":68253,"date":"2026-07-07T00:43:48","date_gmt":"2026-07-07T00:43:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/07\/septears-rilis-lagu-hitam-makna-luka-yang-tidak-pernah-benar-benar-hilang\/"},"modified":"2026-07-07T00:43:48","modified_gmt":"2026-07-07T00:43:48","slug":"septears-rilis-lagu-hitam-makna-luka-yang-tidak-pernah-benar-benar-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/07\/septears-rilis-lagu-hitam-makna-luka-yang-tidak-pernah-benar-benar-hilang\/","title":{"rendered":"Septears Rilis Lagu Hitam, Makna Luka yang tidak Pernah Benar-benar Hilang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/07\/1783384074_be89bfca45addce7f141.jpg\" alt=\"Septears Rilis Lagu Hitam, Makna Luka yang tidak Pernah Benar-benar Hilang\"\/><figcaption>Septears(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SETELAH sukses menyapa pendengar lewat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/single\" title=\"single\">single<\/a> ketiga berjudul <em>Senyumanmu<\/em>\u00a0pada tahun lalu, solois asal Malang, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/septears\" title=\"Septears\">Septears<\/a>, kini kembali dengan karya terbaru. Bertajuk <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hitam\" title=\"Hitam\">Hitam<\/a><\/em>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lagu\" title=\"lagu\">lagu<\/a> ini menjadi medium bagi Septears untuk menyampaikan emosi paling jujur mengenai realitas sebuah luka yang menetap.<\/p>\n<p>Lagu <em>Hitam<\/em>\u00a0memotret fenomena psikologis ketika seseorang meyakini dirinya telah beranjak (move on) dari masa lalu, namun kenyataannya luka tersebut tidak pernah benar-benar hilang. Melalui lagu ini, Septears menggambarkan bagaimana pelarian sejauh apa pun tetap akan menyisakan ruang sepi yang menghantui.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Filosofi Warna Hitam dan Penerimaan Luka<\/h2>\n<p>Pemilihan judul <em>Hitam<\/em>\u00a0bukan tanpa alasan. Warna ini dianalogikan sebagai bentuk pelarian yang mungkin dipandang negatif oleh orang lain, namun bagi mereka yang sedang berjuang melupakan sesuatu yang sangat melekat, pelarian tersebut menjadi hal yang bisa dibenarkan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/905456\/luqman-podolski-rilis-lagu-ayah-potret-realitas-luka-dan-kekecewaan-keluarga\" title=\"Luqman Podolski Rilis Lagu Ayah: Potret Realitas Luka dan Kekecewaan Keluarga\" target=\"_blank\">Luqman Podolski Rilis Lagu Ayah: Potret Realitas Luka dan Kekecewaan Keluarga<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Septears menekankan bahwa poin utama dari proses ini bukanlah menghilangkan luka, melainkan mengubah cara pandang saat mengingat momen indah di masa lalu.<\/p>\n<p>\u201cLuka itu tetap di tempat yang sama, tidak berpindah, mengecil, atau terlupakan. Namun, kita yang meluaskan dunia kita sehingga seolah-olah luka itu tidak pernah ada,\u201d ungkap Septears.<\/p>\n<p>Pesan ini menjadi inti dari lagu tersebut, bahwa hidup akan terus berjalan beriringan dengan memori yang pernah dirasakan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/904083\/dinda-ghania-rilis-single-bad-connection-jelang-prambanan-jazz-dan-lalala-fest-2026\" title=\"Dinda Ghania Rilis Single Bad Connection Jelang Prambanan Jazz dan Lalala Fest 2026\" target=\"_blank\">Dinda Ghania Rilis Single Bad Connection Jelang Prambanan Jazz dan Lalala Fest 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Sentuhan Ballad Jazz dan Detail Produksi<\/h2>\n<p>Secara musikalitas, <em>Hitam<\/em>\u00a0dikemas dalam balutan genre <i>ballad jazz<\/i>. Decky Anugrah, yang bertindak sebagai produser sekaligus <i>arranger<\/i>, mengungkapkan tantangan dalam menjaga prinsip <i>simple is more<\/i> pada lagu ini. Ia berupaya menghadirkan suasana &#8220;gelap&#8221; di tengah hiruk-pikuk pikiran yang ramai.<\/p>\n<p>Salah satu elemen unik dalam lagu ini terletak pada instrumen drum. Di saat lirik dan suasana lagu mencoba beralih ke arah yang lebih cerah, ketukan drum justru menarik pendengar untuk tetap tinggal dalam suasana yang gelap dan kontemplatif.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Produksi<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Judul Lagu<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Hitam<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Penyanyi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Septears (Solois asal Malang)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Genre<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Ballad Jazz<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Produser &amp; Arranger<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Decky Anugrah<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Gitar, Mixing &amp; Mastering<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Hanung Paraduta (Paraduta Record)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Tim Pendukung<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Ilham Nur Syuhada<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Tanggal Rilis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">16 Juli 2026<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Harapan untuk Pendengar<\/h2>\n<p>Lagu ini berpusat pada penggalan lirik: <i>\u201cRimbanya sepi pernah ku lalui, walau mungkin ku belum sempat mengakhiri\u201d<\/i>.<\/p>\n<p>Melalui baris tersebut, Septears ingin menyampaikan bahwa rasa sepi adalah bagian dari perjalanan hidup yang tidak perlu dipungkiri keberadaannya.<\/p>\n<p>Septears berharap <em>Hitam<\/em>\u00a0dapat menemukan pendengarnya dan memberikan ruang bagi mereka untuk menerima luka. Alih-alih mencoba melepaskannya dengan paksa, lagu ini mengajak pendengar untuk belajar hidup berdampingan dengan luka tersebut sebagai bagian dari kedewasaan.<\/p>\n<p>Single <em>Hitam<\/em>\u00a0dijadwalkan tersedia di berbagai platform <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/musik\" title=\"musik\">musik<\/a> digital mulai 16 Juli 2026.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/908223\/septears-rilis-lagu-hitam-makna-luka-yang-tidak-pernah-benar-benar-hilang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Septears(MI\/HO) SETELAH sukses menyapa pendengar lewat single ketiga berjudul Senyumanmu\u00a0pada tahun lalu, solois asal Malang, Septears, kini kembali dengan karya terbaru. Bertajuk Hitam, lagu ini menjadi medium bagi Septears untuk menyampaikan emosi paling jujur mengenai realitas sebuah luka yang menetap. Lagu Hitam\u00a0memotret fenomena psikologis ketika seseorang meyakini dirinya telah beranjak (move on) dari masa lalu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":68254,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-68253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68253"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68253\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}