{"id":68054,"date":"2026-07-06T16:11:37","date_gmt":"2026-07-06T16:11:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/06\/komisi-x-dpr-ri-dorong-evaluasi-kebijakan-penerimaan-mahasiswa-baru-dan-kip-kuliah\/"},"modified":"2026-07-06T16:11:37","modified_gmt":"2026-07-06T16:11:37","slug":"komisi-x-dpr-ri-dorong-evaluasi-kebijakan-penerimaan-mahasiswa-baru-dan-kip-kuliah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/06\/komisi-x-dpr-ri-dorong-evaluasi-kebijakan-penerimaan-mahasiswa-baru-dan-kip-kuliah\/","title":{"rendered":"Komisi X DPR RI Dorong Evaluasi Kebijakan Penerimaan Mahasiswa Baru dan KIP Kuliah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/06\/1783349955_00577f48ce0ee7a4a676.jpeg\" alt=\"Komisi X DPR RI Dorong Evaluasi Kebijakan Penerimaan Mahasiswa Baru dan KIP Kuliah\"\/><figcaption>WAKIL\u00a0Ketua Komisi X DPR RI Esti Wijayati.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>WAKIL\u00a0Ketua <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/komisi-x-dpr-ri\" title=\"KOMISI X DPR RI\">Komisi X DPR RI<\/a> Esti Wijayati menyatakan komitmennya untuk mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan tinggi nasional. Fokus utama evaluasi ini mencakup sistem penerimaan mahasiswa baru dan skema bantuan pendidikan nasional yang dinilai masih timpang bagi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perguruan-tinggi\" title=\"perguruan tinggi\">Perguruan Tinggi<\/a> Swasta (PTS).<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Esti dalam <em>Focus Group Discussion<\/em> (FGD) yang diinisiasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama pimpinan PTS se-DIY di Yogyakarta, Senin (6\/7\/2026). Esti menyoroti keresahan PTS terkait jalur mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ptn\" title=\"PTN\">PTN<\/a>) yang dibuka dalam durasi waktu yang sangat lama.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>\u201cJalur mandiri PTN yang berlarut-larut sering kali mematikan ruang bagi PTS untuk menjaring mahasiswa lebih awal dengan jumlah yang memadai. Komisi X telah membentuk panitia kerja (panja) untuk mencari fakta di lapangan. Kami akan memberikan tekanan kepada pemerintah agar ada evaluasi sehingga PTS memiliki ruang yang adil dan kepastian waktu,\u201d ujar Esti.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/847004\/komisi-x-dorong-optimalisasi-pip-dan-kip-bagi-korban-bencana-sumatra\" title=\"Komisi X Dorong Optimalisasi PIP dan KIP bagi Korban Bencana Sumatra\" target=\"_blank\">Komisi X Dorong Optimalisasi PIP dan KIP bagi Korban Bencana Sumatra<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Soroti Penurunan Bantuan KIP-K<\/h3>\n<p>Selain sistem penerimaan, Komisi X juga menyoroti skema bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kip-kuliah\" title=\"KIP Kuliah\">KIP Kuliah<\/a>). Esti mendukung tuntutan pimpinan PTS mengenai perlunya penambahan kuota dan penyesuaian besaran bantuan. Ia mengkritik penurunan nilai bantuan bagi kampus unggul dari Rp8 juta menjadi Rp4,5 juta per semester.<\/p>\n<p>\u201cTidak mungkin kampus unggul dapat berjalan optimal dengan biaya bantuan hanya Rp4,5 juta per semester. Kami sangat setuju jumlahnya ditambah dan besarannya disesuaikan. Kami akan kawal tuntutan ini dengan keras dan tegas,\u201d tegasnya.<\/p>\n<h3>Ketimpangan Regulasi dan Beban PTS<\/h3>\n<p>Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Zuly Qodir, dalam kesempatan yang sama menekankan tiga isu krusial: sistem penerimaan mahasiswa, keadilan distribusi beasiswa, dan kerumitan regulasi pembukaan program studi (prodi) baru.<\/p>\n<p>Zuly memaparkan adanya disparitas kebijakan antara PTN dan PTS. Saat ini, PTN Berbadan Hukum (PTN-BH) memiliki fleksibilitas tinggi dalam membuka prodi baru, sementara PTS harus menghadapi syarat yang sangat ketat dan rumit. Selain itu, PTS dibebani kewajiban menerima mahasiswa dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) tanpa subsidi pendanaan yang memadai dari negara.<\/p>\n<p>Pimpinan PTS berharap pemerintah mengizinkan kampus menarik kekurangan biaya dari mahasiswa penerima KIP-K yang tidak tertutupi subsidi negara agar beban finansial institusi tidak membengkak. (Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/908124\/komisi-x-dpr-ri-dorong-evaluasi-kebijakan-penerimaan-mahasiswa-baru-dan-kip-kuliah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WAKIL\u00a0Ketua Komisi X DPR RI Esti Wijayati.(Dok. Antara) WAKIL\u00a0Ketua Komisi X DPR RI Esti Wijayati menyatakan komitmennya untuk mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan tinggi nasional. Fokus utama evaluasi ini mencakup sistem penerimaan mahasiswa baru dan skema bantuan pendidikan nasional yang dinilai masih timpang bagi Perguruan Tinggi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":68055,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-68054","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68054","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68054"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68054\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68054"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68054"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68054"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}