{"id":67890,"date":"2026-07-06T09:15:38","date_gmt":"2026-07-06T09:15:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/06\/kuasa-hukum-nadiem-makarim-duga-hakim-perkara-chromebook-tak-parsial\/"},"modified":"2026-07-06T09:15:38","modified_gmt":"2026-07-06T09:15:38","slug":"kuasa-hukum-nadiem-makarim-duga-hakim-perkara-chromebook-tak-parsial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/06\/kuasa-hukum-nadiem-makarim-duga-hakim-perkara-chromebook-tak-parsial\/","title":{"rendered":"Kuasa Hukum Nadiem Makarim Duga Hakim Perkara Chromebook tak Parsial"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/06\/1783329048_020ef5e8cbb80fc3d89c.jpg\" alt=\"Kuasa Hukum Nadiem Makarim Duga Hakim Perkara Chromebook tak Parsial \"\/><figcaption>Tim kuasa hukum Nadiem Makarim dan Istri Nadiem Franka Makarim (kanan) melaporkan hakim yang menyidangkan kasus dugaan korupsi Chromebook ke Komisi Yudisial, Senin (6\/7)(MI\/Farhan Zhuhri)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KUASA hukum <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nadiem-makarim\" title=\"Nadiem Makarim\">Nadiem Makarim<\/a> Dodi S. Abdulkadir menduga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hakim\" title=\"Hakim\">hakim<\/a> di peradilan tidak parsial dalam menangani perkara korupsi Chromebook ke <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/komisi-yudisial\" title=\"Komisi Yudisial\">Komisi Yudisial<\/a> (KY). Oleh karena itu, pihaknya melaporkan dugaan pelanggaran kode etik empat hakim yang menyidangkan perkara Nadiem ke Komisi Yudisial (KY).<\/p>\n<p>\u201cLaporan ini sangat dibutuhkan untuk melakukan penyempurnaan proses peradilan. Kalau proses persidangan berlangsung tidak imparsial, tidak profesional, dan majelis tidak memahami perkara yang diperiksa, tentu akan menimbulkan ketidakpastian hukum serta menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan,\u201d kata Dodi di Gedung Komis Yudisial, Jakarta Pusat, Senin (6\/7).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Ia menilai jalannya persidangan perkara Nadiem menjadi sorotan media internasional. Ia berharap Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung merespons laporan tersebut secara serius agar polemik tidak terus berlarut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/907958\/tim-hukum-nadiem-laporkan-empat-hakim-ke-ky\" title=\"Tim Hukum Nadiem Laporkan Empat Hakim ke KY\" target=\"_blank\">Tim Hukum Nadiem Laporkan Empat Hakim ke KY<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut dia, Komisi Yudisial telah menjalankan kewenangannya dengan memberikan rekomendasi terhadap hakim yang dinilai melanggar etik berupa saksi non-palu terhadap ketua majelis yang menyidangkan kasus korupsi Chromebook. Namun, rekomendasi itu dinilai diabaikan.<\/p>\n<p>\u201cKalau rekomendasi Komisi Yudisial tidak dijalankan, tentu menjadi pertanyaan besar terhadap komitmen penegakan etik di lingkungan peradilan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia berharap Mahkamah Agung menghormati dan melaksanakan rekomendasi Komisi Yudisial agar reformasi peradilan benar-benar berjalan. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/907963\/kuasa-hukum-nadiem-makarim-duga-hakim-perkara-chromebook-tak-parsial-\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim kuasa hukum Nadiem Makarim dan Istri Nadiem Franka Makarim (kanan) melaporkan hakim yang menyidangkan kasus dugaan korupsi Chromebook ke Komisi Yudisial, Senin (6\/7)(MI\/Farhan Zhuhri) KUASA hukum Nadiem Makarim Dodi S. Abdulkadir menduga hakim di peradilan tidak parsial dalam menangani perkara korupsi Chromebook ke Komisi Yudisial (KY). Oleh karena itu, pihaknya melaporkan dugaan pelanggaran kode [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":67891,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-67890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67890"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67890\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67891"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}