{"id":67147,"date":"2026-07-04T12:37:40","date_gmt":"2026-07-04T12:37:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/04\/13-dampak-sering-konsumsi-makanan-kemasan-2\/"},"modified":"2026-07-04T12:37:40","modified_gmt":"2026-07-04T12:37:40","slug":"13-dampak-sering-konsumsi-makanan-kemasan-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/04\/13-dampak-sering-konsumsi-makanan-kemasan-2\/","title":{"rendered":"13 Dampak Sering Konsumsi Makanan Kemasan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/04\/1783168127_7ede0321cd16a11a2195.jpg\" alt=\"13 Dampak Sering Konsumsi Makanan Kemasan\"\/><figcaption>Berikut Dampak Sering Konsumsi Makanan Kemasan(magnifik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/makanan-kemasan\" title=\"Makanan Kemasan\">MAKANAN kemasan<\/a> adalah makanan yang telah diolah dan dikemas dalam wadah tertentu, seperti plastik, kaleng, botol, atau kotak, sehingga siap disimpan, didistribusikan, dan dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu.<\/p>\n<p>Makanan ini biasanya diproduksi secara massal oleh industri pangan dengan tambahan bahan pengawet, pewarna, atau perasa agar lebih tahan lama dan memiliki rasa yang konsisten.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3><strong>1. Meningkatkan Risiko Obesitas<\/strong><\/h3>\n<p>Kandungan kalori tinggi dan rendah serat membuat tubuh mudah kelebihan energi yang berujung pada kenaikan berat badan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/884062\/13-dampak-sering-konsumsi-makanan-kemasan\" title=\"13 Dampak Sering Konsumsi Makanan Kemasan\" target=\"_blank\">13 Dampak Sering Konsumsi Makanan Kemasan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Memicu Tekanan Darah Tinggi<\/strong><\/h3>\n<p>Tingginya kandungan natrium dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.<\/p>\n<h3><strong>3. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung<\/strong><\/h3>\n<p>Lemak jenuh dan trans fat dapat meningkatkan kolesterol jahat yang berdampak pada kesehatan jantung.<\/p>\n<h3><strong>4. Mengganggu Kesehatan Pencernaan<\/strong><\/h3>\n<p>Rendahnya serat dapat menyebabkan sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/893770\/6-makanan-kemasan-dengan-pengawet-yang-perlu-dibatasi\" title=\"6 Makanan Kemasan dengan Pengawet yang Perlu Dibatasi\" target=\"_blank\">6 Makanan Kemasan dengan Pengawet yang Perlu Dibatasi<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2<\/strong><\/h3>\n<p>Kandungan gula tinggi dapat menyebabkan resistensi insulin jika dikonsumsi berlebihan.<\/p>\n<h3><strong>6. Menyebabkan Ketergantungan Rasa<\/strong><\/h3>\n<p>Bahan tambahan seperti MSG dan perasa buatan dapat membuat tubuh terbiasa dan ingin terus mengonsumsinya.<\/p>\n<h3><strong>7. Menurunkan Kualitas Nutrisi Tubuh<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan kemasan sering rendah vitamin dan mineral penting bagi tubuh.<\/p>\n<h3><strong>8. Meningkatkan Risiko Kolesterol Tinggi<\/strong><\/h3>\n<p>Lemak jenuh berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.<\/p>\n<h3><strong>9. Mengganggu Fungsi Hati<\/strong><\/h3>\n<p>Konsumsi berlebihan dapat membebani kerja hati dalam memproses zat tambahan.<\/p>\n<h3><strong>10. Menurunkan Energi dan Konsentrasi<\/strong><\/h3>\n<p>Lonjakan gula darah yang cepat dapat menyebabkan tubuh mudah lelah.<\/p>\n<h3><strong>11. Meningkatkan Risiko Peradangan<\/strong><\/h3>\n<p>Bahan aditif tertentu dapat memicu peradangan dalam tubuh jika dikonsumsi terus-menerus.<\/p>\n<h3><strong>12. Menyebabkan Masalah Kulit<\/strong><\/h3>\n<p>Beberapa orang dapat mengalami jerawat atau kulit kusam akibat pola makan tinggi makanan olahan.<\/p>\n<h3><strong>13. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis<\/strong><\/h3>\n<p>Jika dikonsumsi jangka panjang, makanan kemasan dapat berkontribusi pada berbagai penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.<\/p>\n<p>Makanan kemasan sebaiknya dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan. Sesekali boleh, tetapi tetap utamakan makanan segar seperti buah, sayur, dan makanan alami agar tubuh tetap sehat dan bertenaga. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, klikdokter<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/907577\/13-dampak-sering-konsumsi-makanan-kemasan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Dampak Sering Konsumsi Makanan Kemasan(magnifik) MAKANAN kemasan adalah makanan yang telah diolah dan dikemas dalam wadah tertentu, seperti plastik, kaleng, botol, atau kotak, sehingga siap disimpan, didistribusikan, dan dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu. Makanan ini biasanya diproduksi secara massal oleh industri pangan dengan tambahan bahan pengawet, pewarna, atau perasa agar lebih tahan lama dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":67148,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-67147","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67147","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67147"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67147\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}