{"id":67061,"date":"2026-07-04T08:54:39","date_gmt":"2026-07-04T08:54:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/04\/fenomena-kebakaran-tpa-di-indonesia-catatan-krisis-dalam-lima-tahun-terakhir\/"},"modified":"2026-07-04T08:54:39","modified_gmt":"2026-07-04T08:54:39","slug":"fenomena-kebakaran-tpa-di-indonesia-catatan-krisis-dalam-lima-tahun-terakhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/04\/fenomena-kebakaran-tpa-di-indonesia-catatan-krisis-dalam-lima-tahun-terakhir\/","title":{"rendered":"Fenomena Kebakaran TPA di Indonesia Catatan Krisis dalam Lima Tahun Terakhir"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/04\/1783152972_034ccb51f3375e8d1dc2.jpg\" alt=\"Fenomena Kebakaran TPA di Indonesia: Catatan Krisis dalam Lima Tahun Terakhir\"\/><figcaption>Petugas BPBD memantau kondisi kebakaran sampah di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Bagendung, Kota Cilegon, Banten, Selasa (17\/9\/2024)(ANTARA\/Muhammad Bagus Khoirunas)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>\u00a0<\/h2>\n<p>Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Fenomena ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan akumulasi dari manajemen sampah yang belum optimal, pengaruh perubahan iklim, serta karakteristik gas metana yang mudah terbakar di tumpukan sampah.<\/p>\n<p>Dalam periode 2019 hingga 2024, frekuensi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kebakaran-tpa\" title=\"Kebakaran TPA\">kebakaran TPA<\/a> cenderung meningkat, terutama saat musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino. Berikut adalah tinjauan mendalam mengenai daftar TPA yang mengalami kebakaran besar serta faktor-faktor penyebabnya.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Daftar TPA Besar yang Terbakar (Periode 2019-2024)<\/h3>\n<p>Berdasarkan catatan peristiwa nasional, beberapa wilayah di Indonesia mengalami krisis sampah akibat terhentinya operasional TPA yang terbakar. Berikut adalah beberapa kejadian yang paling menonjol:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/907480\/operasi-tmc-dan-metode-inject-percepat-pemadaman-kebakaran-tpa-jatiwaringin\" title=\"Operasi TMC dan Metode Inject Percepat Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin\" target=\"_blank\">Operasi TMC dan Metode Inject Percepat Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Nama TPA<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Lokasi<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Tahun Kejadian<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Dampak Utama<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">TPA Sarimukti<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kab. Bandung Barat<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2023<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Status darurat sampah Bandung Raya, polusi asap pekat.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">TPA Jatibarang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Semarang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2023<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kebakaran lahan di zona pasif, gangguan pernapasan warga.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">TPA Rawa Kucing<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Tangerang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2023<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Evakuasi warga sekitar, penutupan akses jalan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">TPA Suwung<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Denpasar, Bali<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2023<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Gangguan pariwisata dan operasional pelabuhan.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">TPA Putri Cempo<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Solo<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2019, 2023<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kebakaran berulang di gunungan sampah lama.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">TPA Jalupang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Karawang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2023<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Asap menyelimuti pemukiman selama berhari-hari.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Mengapa TPA Sangat Mudah Terbakar?<\/h3>\n<p>Kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran gedung atau hutan. Ada faktor internal kimiawi yang membuat api sulit dipadamkan:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Akumulasi Gas Metana (CH4):<\/strong> Sampah organik yang tertimbun tanpa sistem ventilasi yang baik akan mengalami dekomposisi anaerobik yang menghasilkan gas metana. Gas ini sangat mudah terbakar dan dapat memicu ledakan kecil di bawah permukaan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Fenomena Self-Combustion:<\/strong> Suhu panas di dalam gunungan sampah yang mencapai titik tertentu dapat memicu api secara spontan (swabakar), terutama jika terpapar oksigen melalui retakan tanah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Cuaca Ekstrem:<\/strong> Kemarau panjang meningkatkan suhu permukaan sampah dan mengeringkan material mudah terbakar seperti plastik dan kertas, sehingga percikan api sekecil apa pun (termasuk puntung rokok atau pembakaran sampah ilegal) cepat merambat.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><strong>Catatan Penting:<\/strong> Kebakaran TPA sering kali dikategorikan sebagai &#8220;kebakaran bawah permukaan&#8221; (subsurface fire). Meskipun api di permukaan sudah padam, bara api di kedalaman puluhan meter bisa tetap menyala selama berminggu-minggu.<\/p>\n<h3>Dampak Luas Kebakaran Sampah<\/h3>\n<p>Kebakaran TPA bukan hanya masalah operasional dinas kebersihan, tetapi juga bencana kemanusiaan dan lingkungan:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kesehatan Masyarakat:<\/strong> Asap dari pembakaran sampah mengandung zat berbahaya seperti dioksin, furan, dan partikulat halus (PM2.5) yang dapat menyebabkan ISPA, iritasi mata, hingga risiko kanker jangka panjang.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pencemaran Udara:<\/strong> Emisi gas rumah kaca meningkat drastis saat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tpa-terbakar\" title=\"tpa terbakar\">TPA terbakar<\/a>, memperburuk pemanasan global.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Lumpuhnya Manajemen Sampah:<\/strong> Ketika TPA ditutup karena kebakaran, sampah di kota\/kabupaten akan menumpuk di TPS-TPS liar atau di pinggir jalan karena tidak ada tempat pembuangan akhir yang tersedia.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<h3>Langkah Pencegahan dan Solusi Masa Depan<\/h3>\n<p>Untuk mencegah terulangnya tragedi kebakaran TPA di masa mendatang, diperlukan transformasi manajemen sampah dari sistem <em>open dumping<\/em> menuju sistem yang lebih berkelanjutan:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/907472\/wamen-lh-diaz-hendropriyono-tinjau-kebakaran-tpa-jatiwaringin-tangerang\" title=\"Wamen LH Diaz Hendropriyono Tinjau Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang\" target=\"_blank\">Wamen LH Diaz Hendropriyono Tinjau Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pemasangan Pipa Gas Metana:<\/strong> Mengalirkan gas metana keluar dari tumpukan sampah agar tidak terperangkap dan meledak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Penerapan Sanitary Landfill:<\/strong> Menutup sampah dengan lapisan tanah secara periodik untuk mengurangi paparan oksigen dan meminimalisir bau serta potensi api.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Reduksi Sampah dari Sumber:<\/strong> Mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA melalui pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Teknologi Waste-to-Energy:<\/strong> Mengolah sampah menjadi energi (seperti PLTSa) untuk menghabiskan gunungan sampah lama yang berisiko terbakar.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h3>FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Kebakaran TPA<\/h3>\n<div style=\"margin-top: 20px;\">\n<p><strong>1. Mengapa api di TPA sangat sulit dipadamkan?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nKarena api sering berada di bawah tumpukan sampah (kedalaman 10-20 meter). Air sulit menjangkau titik api tersebut, dan gas metana terus menyuplai bahan bakar.<\/p>\n<p><strong>2. Apa yang harus dilakukan warga jika tinggal dekat TPA yang terbakar?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nGunakan masker medis atau N95, tutup ventilasi rumah, dan segera mengungsi jika sesak napas mulai terasa.<\/p>\n<p><strong>3. Apakah gas metana di TPA bisa dimanfaatkan?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nYa, jika dikelola dengan benar, gas metana bisa ditangkap melalui pipa dan digunakan sebagai bahan bakar memasak atau pembangkit listrik sederhana.<\/p>\n<p><strong>4. Tahun berapa terjadi kebakaran TPA terbanyak di Indonesia?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nTahun 2023 mencatatkan jumlah kebakaran TPA terbanyak dalam lima tahun terakhir akibat fenomena El Nino yang ekstrem.<\/p>\n<p><strong>5. Apa perbedaan TPA dan TPS?<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nTPS (Tempat Penampungan Sementara) adalah tempat sampah dikumpulkan sebelum diangkut, sedangkan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) adalah lokasi tujuan akhir pengolahan sampah.<\/p>\n<\/div>\n<hr\/>\n<p><em>Data mengenai daftar TPA terbakar ini dihimpun dari berbagai laporan kebencanaan daerah dan nasional periode 2019-2024. Upaya mitigasi terus dilakukan oleh pemerintah untuk meminimalisir risiko serupa di masa depan.<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/907481\/fenomena-kebakaran-tpa-di-indonesia-catatan-krisis-dalam-lima-tahun-terakhir\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas BPBD memantau kondisi kebakaran sampah di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Bagendung, Kota Cilegon, Banten, Selasa (17\/9\/2024)(ANTARA\/Muhammad Bagus Khoirunas) \u00a0 Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Fenomena ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan akumulasi dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":67062,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-67061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67061"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67061\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}