{"id":66822,"date":"2026-07-03T20:37:40","date_gmt":"2026-07-03T20:37:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/03\/kek-batang-gembleng-ratusan-pelajar-lewat-program-prima-cegah-pekerja-baru-keluar\/"},"modified":"2026-07-03T20:37:40","modified_gmt":"2026-07-03T20:37:40","slug":"kek-batang-gembleng-ratusan-pelajar-lewat-program-prima-cegah-pekerja-baru-keluar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/03\/kek-batang-gembleng-ratusan-pelajar-lewat-program-prima-cegah-pekerja-baru-keluar\/","title":{"rendered":"KEK Batang Gembleng Ratusan Pelajar Lewat Program PRIMA, Cegah Pekerja Baru Keluar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/images\/pic-0.webp\" alt=\"KEK Batang Gembleng Ratusan Pelajar Lewat Program PRIMA, Cegah Pekerja Baru Keluar\"\/><figcaption>Pelaksana Tugas Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyerahkan piagam pelatihan kepada perwakilan peserta.(MI\/Supardji Rasban)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nPABRIK di kawasan industri membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, persoalan yang dihadapi bukan hanya mencari pekerja baru, melainkan memastikan mereka mampu bertahan menghadapi disiplin dan tekanan dunia pabrik.<\/p>\n<p>Fenomena pekerja muda yang memilih mengundurkan diri dalam satu hingga tiga bulan pertama menjadi salah satu alasan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kek-industropolis-batang\" title=\"KEK Industropolis Batang\">KEK Industropolis Batang<\/a> menjalankan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/program-resiliensi-industri-masa-depan\" title=\"Program Resiliensi Industri Masa Depan\">Program Resiliensi Industri Masa Depan<\/a> atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/prima\" title=\"PRIMA\">PRIMA<\/a>.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Program tersebut menyasar 160 siswa SMA dan SMK di Kabupaten Batang. Mereka baru saja menyelesaikan pelatihan selama lima hari yang dirancang untuk membentuk kedisiplinan, ketahanan fisik, karakter, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja industri.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/898417\/warga-sidorejo-geruduk-kitb-tagih-janji-infrastruktur-dan-soroti-prostitusi\" title=\"Warga Sidorejo Geruduk KITB Tagih Janji Infrastruktur dan Soroti Prostitusi\" target=\"_blank\">Warga Sidorejo Geruduk KITB Tagih Janji Infrastruktur dan Soroti Prostitusi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pelaksana Tugas Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, mengatakan tingginya angka pekerja baru yang keluar dari perusahaan menjadi persoalan yang perlu dijawab sejak calon tenaga kerja masih berada di bangku sekolah.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa murid sudah terserap di pabrik, tetapi satu bulan sampai tiga bulan kemudian mereka sudah resign. Turnover-nya tinggi sekali, bisa sampai 30 persen,\u201d kata Indri, Jumat (3\/7).<\/p>\n<p>Menurutnya, banyak lulusan sekolah yang sebenarnya telah memiliki keterampilan dasar, tetapi belum siap menghadapi ritme kerja industri. Padahal, perusahaan membutuhkan pekerja yang mampu disiplin, bekerja dalam tim, mengikuti aturan, dan beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/islam-nusantara\/894180\/kek-industropolis-batang-perkuat-posisi-di-kancah-internasional-aktif-di-business-forum-jepang\" title=\"KEK Industropolis Batang Perkuat Posisi di Kancah Internasional, Aktif di Business Forum Jepang\" target=\"_blank\">KEK Industropolis Batang Perkuat Posisi di Kancah Internasional, Aktif di Business Forum Jepang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cPRIMA ini hadir untuk memperkuat karakter mereka. Bukan hanya supaya bisa masuk kerja, tetapi supaya mereka bisa bertahan bekerja di pabrik dengan lingkungan yang multinasional dan global,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>BANGUN KARIR<br \/>&#13;<br \/>\nIndri menegaskan, PRIMA tidak sekadar menyiapkan siswa menjadi pekerja pabrik. Ia menilai pekerjaan di industri dapat menjadi pijakan awal bagi generasi muda untuk membangun karier lebih tinggi.<\/p>\n<p>\u201cMasuk sebagai pekerja itu bukan akhir. Kalau punya karakter, pengalaman, dan mimpi, mereka bisa berkembang menjadi manajer, general manager, pemimpin perusahaan, bahkan entrepreneur,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Program PRIMA direncanakan berlanjut pada tahun depan. KEK Industropolis Batang berharap pelatihan tersebut dapat menjangkau lebih banyak pelajar, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri Batang.<\/p>\n<p>\u201cIni akan terus kami bangun seiring kebutuhan kawasan industri. Kami ingin anak-anak Batang bukan hanya terserap kerja, tetapi juga punya daya tahan dan masa depan,\u201d pungkas Indri.<\/p>\n<p>KEK Industropolis Batang menggandeng delapan tenant atau vendor untuk mendukung program tersebut. Tiga tenant terlibat langsung dalam pelaksanaan pelatihan, sementara peserta dibekali materi mengenai kedisiplinan, pola hidup teratur, ketahanan fisik, hingga pemahaman dasar mengenai budaya kerja industri.<\/p>\n<p><strong>KESAN PESERTA<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nSalah seorang peserta, Melisa Fitriani, 17, siswi SMK Ma\u2019arif NU 01 Limpung, mengaku pelatihan tersebut mengubah kebiasaan sehari-harinya. \u201cKalau di rumah kadang kurang disiplin. Setelah ikut program ini, untuk makan dan kedisiplinan saya meningkat pesat. Fisik saya juga lebih baik dari sebelumnya,\u201d tutur Melisa.<\/p>\n<p>Ia mengaku harus melalui seleksi fisik, tes tertulis, serta sejumlah tahapan lain sebelum lolos menjadi peserta. Dari banyak siswa di sekolahnya, hanya sebagian yang bisa mengikuti program tersebut.<\/p>\n<p>Setelah lulus sekolah, Melisa berencana langsung mencari pekerjaan. Meski belum menentukan perusahaan yang dituju, ia merasa pelatihan tersebut memberi gambaran tentang tuntutan yang akan dihadapi ketika masuk dunia kerja.<\/p>\n<p>Peserta lain, Rizki Dimas Pradita, 17, siswa SMK Negeri 1 Blado, menyebut pelatihan PRIMA membuatnya memahami bahwa dunia industri tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. \u201cMaterinya tentang kedisiplinan dan tentang bekerja dalam industri,\u201d ujar Rizki<\/p>\n<p>Rizki mengaku harus bersaing dengan sekitar 1.500 peserta lain untuk bisa mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap pengalaman selama lima hari itu membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih disiplin. \u201cSaya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih disiplin,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dukungan juga datang dari keluarga peserta. Evi Sulistiyawati, 34, warga Desa Tegalombo, Kecamatan Tersono, mengaku sempat khawatir melepas anaknya mengikuti pelatihan karena memiliki riwayat gangguan asam lambung.<\/p>\n<p>Meski demikian, ia memilih memberi dukungan agar anaknya berani menjalani proses pembentukan karakter tersebut. \u201cSebagai orang tua pasti khawatir, tetapi harus tetap memberi semangat. Saya bangga sekali dan mendukung anak saya,\u201d kata Evi. (E-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/907266\/kek-batang-gembleng-ratusan-pelajar-lewat-program-prima-cegah-pekerja-baru-keluar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelaksana Tugas Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyerahkan piagam pelatihan kepada perwakilan peserta.(MI\/Supardji Rasban) &#13; PABRIK di kawasan industri membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, persoalan yang dihadapi bukan hanya mencari pekerja baru, melainkan memastikan mereka mampu bertahan menghadapi disiplin dan tekanan dunia pabrik. Fenomena pekerja muda yang memilih mengundurkan diri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16929,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-66822","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66822"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66822\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}