{"id":66524,"date":"2026-07-03T07:34:36","date_gmt":"2026-07-03T07:34:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/03\/bank-ini-sebut-restrukturisasi-internal-hampir-tuntas-jadikan-indonesia-pasar-prioritas-global\/"},"modified":"2026-07-03T07:34:36","modified_gmt":"2026-07-03T07:34:36","slug":"bank-ini-sebut-restrukturisasi-internal-hampir-tuntas-jadikan-indonesia-pasar-prioritas-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/03\/bank-ini-sebut-restrukturisasi-internal-hampir-tuntas-jadikan-indonesia-pasar-prioritas-global\/","title":{"rendered":"Bank Ini Sebut Restrukturisasi Internal Hampir Tuntas, Jadikan Indonesia Pasar Prioritas Global"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/03\/1783063678_24758fa4b04d68c65dea.jpg\" alt=\"Bank Ini Sebut Restrukturisasi Internal Hampir Tuntas, Jadikan Indonesia Pasar Prioritas Global\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/DEVI HARAHAP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>PT Bank KB Indonesia Tbk (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kb-bank\" title=\"KB Bank\">KB Bank<\/a>) menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar strategis bagi induk usahanya, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kb-financial-group\" title=\"KB Financial Group\">KB Financial Group<\/a> (KBFG), di tengah proses transformasi yang disebut telah mendekati tahap akhir.\u00a0<\/p>\n<p>Di saat yang sama, bank milik grup keuangan asal Korea Selatan itu mengaku tetap berhati-hati menjaga kualitas aset, memperkuat sinergi bisnis wholesale dan retail berbasis ekosistem, serta mengandalkan dukungan likuiditas dan pendanaan dari pemegang saham pengendali untuk menopang pertumbuhan.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie mengatakan Indonesia kini ditempatkan sebagai \u201csecond mother market\u201d oleh KB Financial Group, sebuah posisi yang menunjukkan tingginya prioritas pasar domestik dalam peta ekspansi regional grup di luar Korea Selatan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/887709\/akses-reksa-dana-diperluas-investasi-bisa-mulai-rp100-ribu\" title=\"Akses Reksa Dana Diperluas, Investasi Bisa Mulai Rp100 Ribu\" target=\"_blank\">Akses Reksa Dana Diperluas, Investasi Bisa Mulai Rp100 Ribu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cIndonesia menempati posisi yang sangat strategis dalam ekspansi global KB Financial Group, khususnya di Asia Tenggara. Indonesia ditetapkan sebagai second mother market, yang menunjukkan tingginya komitmen grup terhadap pasar Indonesia di luar pasar domestik Korea Selatan,\u201d kata Kunardy dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Kamis (2\/7).<\/p>\n<p>Menurut dia, penetapan tersebut tidak lepas dari besarnya pasar Indonesia, jumlah penduduk yang besar, serta potensi pertumbuhan industri keuangan nasional. Di sisi lain, KB Bank menjadi satu-satunya entitas KB Financial Group di Indonesia, sehingga memegang peran penting sebagai motor ekspansi grup di kawasan.<\/p>\n<p>Meski demikian, Kunardy mengakui pekerjaan rumah KB Bank belum sepenuhnya selesai. Perseroan masih harus menuntaskan transformasi dan memperkuat kinerja agar bisa menjadi kontributor yang lebih solid bagi reputasi KB Financial Group secara global.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/886468\/kb-bank-tunjukkan-perbaikan-fundamental-kredit-dan-margin-bunga-menguat\" title=\"KB Bank Tunjukkan Perbaikan Fundamental, Kredit dan Margin Bunga Menguat\" target=\"_blank\">KB Bank Tunjukkan Perbaikan Fundamental, Kredit dan Margin Bunga Menguat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Keuangan KB Bank, Jang Hyuk Im mengatakan transformasi dan restrukturisasi yang dijalankan sejak KB Financial Group mengakuisisi bank tersebut pada 2020 kini telah mendekati garis akhir. Menurut dia, perbaikan struktur bisnis, operasional, dan keuangan mulai menunjukkan hasil, termasuk dari sisi kinerja.<\/p>\n<p>\u201cSejak diakuisisi pada 2020, KB Bank Indonesia menjalani proses transformasi dan restrukturisasi yang intensif. Proses restrukturisasi ini sekarang sudah hampir selesai, dan kinerja bank mulai menunjukkan hasil yang lebih baik. Dukungan dari KB Financial Group juga tetap kuat untuk menopang proses turnaround ini,\u201d ujar Jang Hyuk.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan, dukungan dari induk usaha di Korea Selatan tidak hanya datang dalam bentuk komitmen jangka panjang, tetapi juga pendanaan dan penguatan kapasitas organisasi. KB Financial Group, kata dia, terus menunjukkan kepercayaan terhadap proses pemulihan KB Bank dan tetap menopang kebutuhan permodalan, likuiditas, serta pengembangan bisnis perseroan di Indonesia.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nIndonesia diposisikan strategis, dukungan KBFG berlanjut<\/p>\n<p>Kunardy menjelaskan dukungan KB Financial Group terhadap KB Bank berjalan melalui sejumlah pilar. Pertama, dukungan permodalan sejak akuisisi yang menjadi fondasi utama transformasi. Kedua, dukungan sumber daya manusia dan keahlian, termasuk penempatan tenaga profesional dari Korea Selatan untuk membantu pembenahan tata kelola, bisnis, dan operasional bank.<\/p>\n<p>\u201cSejak masuk ke Indonesia, KB Financial Group telah menggelontorkan dukungan yang besar untuk menopang transformasi KB Bank. Bukan hanya dari sisi modal, tetapi juga dari sisi expertise, penguatan tata kelola, dan pengembangan bisnis,\u201d kata Kunardy.<\/p>\n<p>Menurut dia, dukungan tersebut memberi ruang lebih besar bagi KB Bank untuk mempercepat pemulihan kinerja sekaligus menata model bisnis agar lebih kompetitif di tengah persaingan industri yang makin ketat. Ia menegaskan, KB Bank tidak ingin sekadar menjadi penjual produk perbankan, melainkan menjadi trusted partner bagi nasabah dengan menawarkan solusi yang lebih menyeluruh.<\/p>\n<p>Strategi itu, lanjut Kunardy, dilakukan dengan membangun niche market dan fokus pada ekosistem bisnis yang jelas, terutama di segmen wholesale. Bank akan masuk ke rantai nilai nasabah, mulai dari perusahaan inti, pemasok, distributor, hingga kebutuhan finansial pemilik usaha dan karyawan.<\/p>\n<p>\u201cPersaingan dengan bank lokal semakin ketat. Karena itu kami tidak bisa bermain dengan model yang umum. Kami harus punya niche, harus punya ekosistem yang jelas, dan hadir bukan hanya menjual produk, tetapi menjadi trusted partner yang memahami kebutuhan nasabah secara menyeluruh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&#13;<br \/>\nSinergi wholesale-retail dibangun lewat ekosistem<\/p>\n<p>Direktur Wholesale KB Bank, Widodo Suryadi menjelaskan sinergi antara bisnis wholesale dan retail tidak dibangun secara terpisah, melainkan melalui pendekatan ekosistem. Ketika KB Bank membiayai suatu perusahaan lewat lini wholesale, bank tidak berhenti di pembiayaan korporasi semata. Dari relasi itu, perseroan akan masuk ke sisi retail melalui kebutuhan individu di dalam ekosistem perusahaan, mulai dari direksi, karyawan, payroll, kredit pemilikan rumah, hingga layanan transaksi.<\/p>\n<p>\u201cWholesale dan retail tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kalau kami masuk ke pembiayaan sebuah perusahaan, maka kami juga melihat ekosistem di dalamnya siapa karyawannya, bagaimana payroll-nya, apakah ada kebutuhan KPR, transaksi, kartu, atau layanan lainnya. Dari situ sinergi dibangun,\u201d kata Widodo.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan ekosistem rumah sakit sebagai salah satu model yang tengah digarap KB Bank. Dari pembiayaan korporasi rumah sakit, bank dapat memperluas layanan ke payroll dokter, perawat, dan tenaga medis, pembiayaan pemasok alat kesehatan, kerja sama kartu gaji, cicilan biaya perawatan, hingga produk asuransi. Sebaliknya, dari nasabah retail yang memiliki usaha atau perusahaan, relasi itu bisa dibawa masuk ke lini wholesale.<\/p>\n<p>Menurut Widodo, fondasi dari pendekatan tersebut sesungguhnya kembali pada prinsip dasar perbankan, yakni memahami arus pembayaran dan aliran dana dalam suatu ekosistem. Dengan menelusuri dari mana uang bergerak, ke mana dana mengalir, dan pihak mana yang terlibat, bank dapat membangun hubungan bisnis yang lebih luas dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cThe very fundamental principle dari banking itu adalah payment. Dari arus pembayaran itu kita bisa melihat ekosistem, lalu masuk memberikan solusi yang relevan. Jadi ini bukan soal wholesale dan retail jalan sendiri, tapi bagaimana keduanya saling memperkuat,\u201d ujar Widodo.<\/p>\n<h2>Kredit baru tetap selektif<\/h2>\n<p>Di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan geopolitik global, manajemen KB Bank menegaskan kualitas aset menjadi garis utama dalam strategi bisnis perseroan tahun ini. Bank tidak ingin mengejar pertumbuhan kredit secara agresif jika kualitas debitur dan portofolionya belum cukup kuat.<\/p>\n<p>Kunardy mengatakan fokus pertumbuhan kredit akan diarahkan ke sektor-sektor produktif, terutama pembiayaan kepada perusahaan yang memiliki kegiatan usaha sehat, fundamental kuat, dan berkontribusi pada perekonomian. Sementara dari sisi retail atau kredit konsumtif, bank tetap menyalurkan pembiayaan, tetapi dengan pendekatan yang jauh lebih terukur.<\/p>\n<p>\u201cKami menempatkan kualitas aset di atas kuantitas pertumbuhan. Dalam kondisi ekonomi yang masih menantang, kami akan lebih selektif. Fokus utama kami adalah sektor-sektor produktif dan debitur yang sehat, sementara kredit konsumtif tetap kami jaga secara hati-hati,\u201d kata Kunardy.<\/p>\n<p>Direktur Kredit KB Bank, Henry Sawali menegaskan mandat utama direktorat kredit saat ini mencakup dua hal: memastikan kredit baru yang masuk ke KB Bank benar-benar berkualitas, sekaligus menyelesaikan portofolio kredit lama atau legacy loan yang masih menjadi pekerjaan rumah perseroan.<\/p>\n<p>\u201cTugas utama kami di direktorat kredit adalah memastikan aset-aset baru yang masuk ke KB Bank berkualitas, sekaligus menyelesaikan legacy portfolio yang masih harus dibenahi. Jadi pertumbuhan kredit harus tetap selektif dan berkelanjutan,\u201d ujar Henry.<\/p>\n<p>Ia menekankan, strategi perbaikan kualitas aset dilakukan melalui seleksi ketat terhadap pembiayaan baru, fokus pada debitur dan sektor usaha yang resilien, serta pengelolaan aktif terhadap portofolio lama. Menurut dia, kualitas aset adalah fondasi agar transformasi KB Bank dapat berjalan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Selain itu, Widodo mempertegas arah tersebut dengan menyebut prinsip yang dipegang perseroan saat ini adalah \u201cquality first, then scale\u201d. Dengan kata lain, pertumbuhan kredit baru akan didorong setelah kualitas aset dinilai cukup kuat.<\/p>\n<p>\u201cKalau kualitasnya belum kuat, kami tidak akan memaksakan pertumbuhan. Prinsipnya quality first, then scale. Pertumbuhan harus dibangun di atas kualitas aset yang sehat, bukan sekadar mengejar volume,\u201d kata Widodo.<\/p>\n<h2>Dukungan likuiditas tetap kuat<\/h2>\n<p>Dari sisi pendanaan, KB Bank juga menegaskan dukungan dari KB Financial Group tetap kuat di tengah ketatnya likuiditas industri perbankan dan tren sejumlah bank asing merepatriasi dana dari Indonesia. Jang Hyuk Im mengatakan salah satu bentuk dukungan konkret yang telah diterima perseroan adalah line funding dari Kookmin Bank senilai Rp2 triliun.<\/p>\n<p>\u201cDukungan pendanaan dari KB Financial Group tetap kuat. Salah satu bentuknya adalah line funding dari Kookmin Bank sebesar Rp2 triliun. Ini menjadi salah satu bantalan penting bagi likuiditas KB Bank di tengah kondisi pasar yang cukup ketat,\u201d kata Jang Hyuk.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia telah menekan likuiditas industri dan mendorong persaingan dana pihak ketiga. Kondisi itu juga membuat bank-bank harus menyesuaikan suku bunga simpanan, termasuk deposito, demi menjaga stabilitas pendanaan.<\/p>\n<p>Menurut Jang Hyuk, KB Bank turut melakukan penyesuaian bunga deposito sekaligus memperketat pengelolaan likuiditas agar tetap seimbang antara kebutuhan ekspansi bisnis dan efisiensi biaya dana. Dalam konteks itu, dukungan dari pemegang saham pengendali dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga fleksibilitas pendanaan bank.<\/p>\n<p>\u201cKenaikan BI Rate mendorong tekanan pada likuiditas dan cost of fund di industri. Karena itu kami melakukan penyesuaian dari sisi bunga deposito dan memperkuat pengelolaan likuiditas secara disiplin. Dukungan dari grup membantu kami menjaga keseimbangan tersebut,\u201d ujar Jang Hyuk.<\/p>\n<p>Jang Hyuk juga mengakui profitabilitas KB Bank masih dipengaruhi oleh proses transformasi dan penyesuaian struktur pendanaan di tengah kenaikan suku bunga. Beban bunga dan biaya operasional masih menjadi tantangan, terutama pada fase transisi ketika bank harus menyeimbangkan kebutuhan restrukturisasi, likuiditas, dan pertumbuhan bisnis.<\/p>\n<p>Meski begitu, ia menegaskan arah perbaikan mulai terlihat dan restrukturisasi bank kini mendekati tahap akhir. Strategi peningkatan profitabilitas, menurut dia, akan ditempuh melalui pembenahan struktur pendanaan, pengelolaan biaya bunga, perbaikan kualitas aset, serta pertumbuhan bisnis yang lebih sehat dan terukur.<\/p>\n<p>\u201cProfitabilitas kami memang masih dipengaruhi oleh proses transformasi dan penyesuaian struktur pendanaan. Namun arah restrukturisasi sudah mendekati tahap akhir dan kinerja terus membaik. Fokus kami sekarang adalah memperbaiki funding structure, menjaga biaya dana, memperkuat kualitas aset, dan mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih sehat,\u201d pungkasnya. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/907081\/bank-ini-sebut-restrukturisasi-internal-hampir-tuntas-jadikan-indonesia-pasar-prioritas-global\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/DEVI HARAHAP) PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar strategis bagi induk usahanya, KB Financial Group (KBFG), di tengah proses transformasi yang disebut telah mendekati tahap akhir.\u00a0 Di saat yang sama, bank milik grup keuangan asal Korea Selatan itu mengaku tetap berhati-hati menjaga kualitas aset, memperkuat sinergi bisnis wholesale dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":66525,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-66524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66524"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66524\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}