{"id":66433,"date":"2026-07-03T03:18:35","date_gmt":"2026-07-03T03:18:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/03\/india-desak-whatsapp-hentikan-fitur-username-karena-risiko-cybercrime\/"},"modified":"2026-07-03T03:18:35","modified_gmt":"2026-07-03T03:18:35","slug":"india-desak-whatsapp-hentikan-fitur-username-karena-risiko-cybercrime","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/03\/india-desak-whatsapp-hentikan-fitur-username-karena-risiko-cybercrime\/","title":{"rendered":"India Desak WhatsApp Hentikan Fitur Username karena Risiko Cybercrime"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/03\/1783044946_9f85e6a425f92e7a9721.jpg\" alt=\"India Desak WhatsApp Hentikan Fitur Username karena Risiko Cybercrime\"\/><figcaption>Pemerintah India meminta WhatsApp menunda fitur username karena kekhawatiran peningkatan penipuan.(Dok. Radar Tech)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>RENCANA <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/whatsapp\" title=\"WhatsApp\">WhatsApp<\/a> untuk meluncurkan fitur <i>username<\/i> atau nama pengguna akhir tahun ini menghadapi hambatan besar. Pemerintah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/india\" title=\"India\">India<\/a> secara resmi meminta anak perusahaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/meta\" title=\"Meta\">Meta<\/a> tersebut untuk menghentikan sementara (<i>freeze<\/i>) proses reservasi <i>username<\/i>. Langkah ini diambil karena kekhawatiran serius bahwa fitur tersebut dapat memicu lonjakan kejahatan siber, terutama penipuan dan skema <i>phishing<\/i>.<\/p>\n<p>Fitur <i>username<\/i> sejatinya dirancang untuk meningkatkan privasi, di mana pengguna dapat saling terhubung tanpa harus membagikan nomor telepon pribadi. Namun, otoritas di India melihat celah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keamanan\" title=\"Keamanan\">keamanan<\/a> yang berbahaya. Tanpa nomor telepon yang terlihat, para pelaku kejahatan siber dikhawatirkan dapat beroperasi lebih bebas tanpa takut nomor mereka masuk dalam daftar hitam (<i>blacklist<\/i>).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h2>Risiko Impersonasi Tokoh Publik<\/h2>\n<p>Salah satu isu utama yang disoroti adalah potensi impersonasi atau peniruan identitas tokoh publik. Berdasarkan laporan pengujian yang dilakukan oleh <i>TechCrunch<\/i>, ditemukan bahwa sejumlah <i>username<\/i> yang sangat mirip dengan nama politisi, selebritas, dan institusi publik di India masih tersedia untuk didaftarkan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/891963\/whatsapp-web-down-pengguna-keluhkan-tak-bisa-log-in\" title=\"WhatsApp Web Down, Pengguna Keluhkan tak Bisa Log In\" target=\"_blank\">WhatsApp Web Down, Pengguna Keluhkan tak Bisa Log In<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Beberapa contoh nama pengguna yang berhasil ditemukan antara lain &#8216;indiamodi&#8217; yang merujuk pada Perdana Menteri Narendra Modi, serta &#8216;shahrukh.actor&#8217; yang merujuk pada aktor Bollywood ternama, Shah Rukh Khan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa penipu dapat menggunakan nama-nama tersebut untuk meyakinkan korban dalam skema penipuan daring.<\/p>\n<p><strong>Klaim Meta vs Fakta Lapangan:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Meta\/WhatsApp:<\/strong> Mengklaim bahwa nama-nama tokoh publik, VIP, dan politisi telah dipesan (reserved) secara otomatis untuk pemilik akun yang sah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Temuan Pihak Ketiga:<\/strong> Variasi nama yang mirip masih bisa didaftarkan, yang tetap berpotensi mengecoh pengguna awam.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Tanggapan Meta dan WhatsApp<\/h2>\n<p>Menanggapi kekhawatiran tersebut, Meta menegaskan bahwa mereka telah mengantisipasi masalah ini. WhatsApp menyatakan bahwa klaim mengenai orang biasa yang bisa memesan <i>username<\/i> tokoh terkenal adalah tidak benar. Menurut perusahaan, hanya pemilik akun yang sah yang memiliki akses untuk mereservasi nama-nama figur publik tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/906767\/tak-ingin-kecolongan-india-larang-meta-terapkan-usename-di-whatsapp-sebelum-dapat-penjelasan-terperinci\" title=\"Tak Ingin Kecolongan, India Larang Meta Terapkan Usename di Whatsapp Sebelum dapat Penjelasan Terperinci\" target=\"_blank\">Tak Ingin Kecolongan, India Larang Meta Terapkan Usename di Whatsapp Sebelum dapat Penjelasan Terperinci<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meski demikian, tantangan teknis tetap ada. Belum jelas sejauh mana sistem blokir otomatis WhatsApp mampu mencakup variasi ejaan, penggunaan angka, atau tambahan kata pada sebuah nama. Semakin kreatif pelaku kejahatan dalam memodifikasi ejaan, semakin sulit bagi sistem untuk melakukan filter secara sempurna.<\/p>\n<h2>Dampak Global dan Keamanan Pengguna<\/h2>\n<p>Masalah ini menjadi tantangan besar bagi WhatsApp dibandingkan platform media sosial lain seperti Instagram atau Facebook. Sifat WhatsApp yang lebih personal dan langsung membuat potensi penipuan terasa lebih meyakinkan bagi korban. Jika masalah di India ini tidak segera teratasi, hal tersebut kemungkinan besar akan memengaruhi jadwal peluncuran fitur <i>username<\/i> secara global.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\"><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fitur-username\" title=\"fitur username\">Fitur Username<\/a> WhatsApp<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Status\/Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sifat Fitur<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Opsional (Tidak wajib)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Tujuan Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Menyembunyikan nomor telepon saat menambah kontak<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kekhawatiran Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Peningkatan <i>phishing<\/i> dan penipuan identitas<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Wilayah Konflik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">India (Permintaan penundaan resmi)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Hingga saat ini, proses reservasi <i>username<\/i> masih berlangsung bagi banyak pengguna di berbagai wilayah, namun tekanan dari pemerintah India bisa memaksa Meta untuk memperketat kebijakan verifikasi sebelum fitur ini benar-benar dirilis secara penuh kepada publik. (<em>Tech Radar\/<\/em>Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/906999\/india-desak-whatsapp-hentikan-fitur-username-karena-risiko-cybercrime\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah India meminta WhatsApp menunda fitur username karena kekhawatiran peningkatan penipuan.(Dok. Radar Tech) RENCANA WhatsApp untuk meluncurkan fitur username atau nama pengguna akhir tahun ini menghadapi hambatan besar. Pemerintah India secara resmi meminta anak perusahaan Meta tersebut untuk menghentikan sementara (freeze) proses reservasi username. Langkah ini diambil karena kekhawatiran serius bahwa fitur tersebut dapat memicu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":66434,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-66433","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66433","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66433"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66433\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66434"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66433"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66433"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66433"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}