{"id":66230,"date":"2026-07-02T16:51:39","date_gmt":"2026-07-02T16:51:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/tekan-penyebaran-dbd-di-cirebon-jumantik-digiatkan\/"},"modified":"2026-07-02T16:51:39","modified_gmt":"2026-07-02T16:51:39","slug":"tekan-penyebaran-dbd-di-cirebon-jumantik-digiatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/tekan-penyebaran-dbd-di-cirebon-jumantik-digiatkan\/","title":{"rendered":"Tekan Penyebaran DBD di Cirebon, Jumantik Digiatkan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/02\/1783006297_6d2d7d50d0cec580022d.jpg\" alt=\"Tekan Penyebaran DBD di Cirebon, Jumantik Digiatkan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menggalakkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).\u00a0<\/p>\n<p>\u201cFogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan telur dan jentiknya tetap ada. Sehingga beberapa hari kemudian nyamuk bisa muncul kembali,\u201d tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih, Kamis (2\/7). Untuk itu, lanjut Mona, pemberantasan sarang nyamuk \u00a0aedes aegypti yang menjadi penyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD) hingga ke telur dan jentiknya harus dilakukan warga.\u00a0<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Untuk itu, lanjut Mona, Dinkes Kabupaten Cirebon telah menggalakkan program satu rumah satu jumantik. Tujuannya agar masyarakat melakukan pencegahan penyebaran nyamuk dan \u00a0terlibat aktif menjaga kebersihan di lingkungan mereka sendiri, termasuk dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. \u00a0\u201cKunci utama menekan penyebaran DBD yaitu menjaga kebersihan di lingkungan warga. Sehingga tren penurunan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kasus-dbd\" title=\"kasus dbd\">kasus DBD<\/a> bisa dipertahankan,\u201d tutur Mona.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/763596\/dinkes-kasus-dbd-cirebon-naik-pada-maret-2025\" title=\"Dinkes: Kasus DBD Cirebon Naik pada Maret 2025\" target=\"_blank\">Dinkes: Kasus DBD Cirebon Naik pada Maret 2025<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu saat ditanyakan mengenai jumlah kasus DBD di Kabupaten Cirebon, Mona mengungkapkan hingga pekan ke 25 atau hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sebanyak 350 kasus DBD terjadi di Kabupaten Cirebon. \u201cDari jumlah tersebut tercatat satu orang meninggal dunia,\u201d tutur Mona.<\/p>\n<p>Jumlah kasus DBD tahun ini, lanjut Mona, mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama 2025 lalu. Tahun lalu, masih pada periode yang sama, jumlah kasus DBD mencapai 687 kasus dan yang meninggal dunia tercatat satu orang. \u00a0\u201cKalau dibandingkan tahun lalu pada minggu yang sama, terjadi penurunan kasus yang cukup signifikan,\u201d jelas Mona.\u00a0<\/p>\n<p>Jika dilihat dari sebaran kasus, Kecamatan Plumbon menjadi wilayah dengan jumlah penderita terbanyak, yakni 42 kasus. Disusul Kecamatan Sumber sebanyak 29 kasus, Kecamatan Weru 23 kasus, Kecamatan Jamblang 22 kasus, dan Kecamatan Susukan 17 kasus. Sementara satu kasus kematian akibat DBD tercatat terjadi di Kecamatan Gegesik.<\/p>\n<p>Sekalipun kasus DBD alami \u00a0penurunan, Mona tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan terlibat aktif menjaga kebersihan di lingkungan mereka sendiri. \u201cPotensi peningkatan kasus masih bisa terjadi apabila upaya pencegahan tidak dilakukan konsisten,\u201d tutur Mona.\u00a0<\/p>\n<p>Untuk itu masyarakat diimbau untuk \u00a0rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menghilangkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan. \u201cPengendalian DBD tidak hanya mengandalkan pengasapan atau fogging. Dinkes lebih memprioritaskan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus karena dinilai lebih efektif memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,\u201d tutur Mona. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/906937\/tekan-penyebaran-dbd-di-cirebon-jumantik-digiatkan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menggalakkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik).\u00a0 \u201cFogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan telur dan jentiknya tetap ada. Sehingga beberapa hari kemudian nyamuk bisa muncul kembali,\u201d tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih, Kamis (2\/7). Untuk itu, lanjut Mona, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":66231,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-66230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66230"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66230\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}