{"id":66166,"date":"2026-07-02T14:04:37","date_gmt":"2026-07-02T14:04:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/pentingnya-memantau-kualitas-udara-untuk-menjaga-kesehatan-pernapasan\/"},"modified":"2026-07-02T14:04:37","modified_gmt":"2026-07-02T14:04:37","slug":"pentingnya-memantau-kualitas-udara-untuk-menjaga-kesehatan-pernapasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/pentingnya-memantau-kualitas-udara-untuk-menjaga-kesehatan-pernapasan\/","title":{"rendered":"Pentingnya Memantau Kualitas Udara untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/02\/1783000830_117c1badb221c274267f.jpg\" alt=\"Pentingnya Memantau Kualitas Udara untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan\"\/><figcaption>Seorang wanita melintas dengan latar belakang Monas yang tertutup polusi udara di Jakarta.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>MASYARAKAT diimbau untuk meningkatkan kesadaran terhadap fluktuasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kualitas-udara\" title=\"kualitas udara\">kualitas udara<\/a> guna menjaga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-pernapasan\" title=\"kesehatan pernapasan\">kesehatan pernapasan<\/a>. Dokter spesialis anak subspesialis respirologi, Wahyuni Indawati, menekankan pentingnya memantau kondisi udara secara rutin melalui berbagai aplikasi yang tersedia saat ini.<\/p>\n<p>\u201cInformasi terkait fluktuasi kualitas udara, kapan dia buruk dan kapan sedikit lebih baik, sangat penting. Jadi paling tidak kita lebih <em>aware<\/em> terhadap kondisi tersebut,\u201d ujar dr. Wahyuni saat ditemui di Jakarta, Kamis (2\/7).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Langkah Preventif Menghadapi Polusi<\/h3>\n<p>Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tersebut menyarankan sejumlah langkah praktis saat kualitas udara memburuk:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/904620\/musim-kemarau-bicara-udara-luncurkan-knowledge-hub-polusi-udara\" title=\"Musim Kemarau, Bicara Udara Luncurkan Knowledge Hub Polusi Udara\" target=\"_blank\">Musim Kemarau, Bicara Udara Luncurkan Knowledge Hub Polusi Udara<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Mengurangi atau membatasi aktivitas di luar ruangan (outdoor).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menutup jendela untuk menghindari masuknya udara kotor ke dalam hunian.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Selain <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/polusi-udara\" title=\"Polusi Udara\">polusi udara<\/a> luar ruangan, dr. Wahyuni mengingatkan bahaya polusi dalam ruangan (<em>indoor pollution<\/em>). Paparan asap rokok dan vape di dalam rumah dinilai sama bahayanya bagi kesehatan paru-paru. \u201cDari dua aspek itu, baik <em>outdoor<\/em> maupun <em>indoor pollution<\/em>, harus dijaga supaya masalah pernapasan bisa dikurangi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h3>Dampak Buruk bagi Anak dan Kelompok Sensitif<\/h3>\n<p>Kualitas udara yang buruk dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius, mulai dari infeksi berulang (<em>recurrent infection<\/em>) hingga eksaserbasi atau serangan akut pada penderita asma dan alergi.<\/p>\n<p>Pada anak-anak, polutan yang terhirup berisiko mengganggu mekanisme bersihan jalan napas. Hal ini terjadi karena produksi lendir meningkat, sementara gerakan silia (rambut halus di saluran napas) terhenti akibat polutan seperti asap rokok.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/887100\/udara-jakarta-tak-sehat-untuk-kelompok-ini\" title=\"Udara Jakarta tak Sehat untuk Kelompok Ini\u00a0\" target=\"_blank\">Udara Jakarta tak Sehat untuk Kelompok Ini\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKetika asap rokok terhirup, gerakan silia di saluran napas kita berhenti bergerak. Akibatnya muncul suara &#8216;grok-grok&#8217; karena lendir menumpuk di sana,\u201d jelas dr. Wahyuni.<\/p>\n<p>Berdasarkan data IQAir pada Kamis (2\/7) pukul 05.50 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai angka 174. Angka ini masuk dalam kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 73 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini sangat berisiko bagi kelompok sensitif dan dapat merugikan kesehatan manusia serta ekosistem.<\/p>\n<p>Melihat kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan perlindungan fisik seperti masker, tetapi juga aktif menciptakan lingkungan dalam ruang yang bebas polusi demi kesehatan jangka panjang. (Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/906894\/pentingnya-memantau-kualitas-udara-untuk-menjaga-kesehatan-pernapasan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang wanita melintas dengan latar belakang Monas yang tertutup polusi udara di Jakarta.(Dok. Antara) MASYARAKAT diimbau untuk meningkatkan kesadaran terhadap fluktuasi kualitas udara guna menjaga kesehatan pernapasan. Dokter spesialis anak subspesialis respirologi, Wahyuni Indawati, menekankan pentingnya memantau kondisi udara secara rutin melalui berbagai aplikasi yang tersedia saat ini. \u201cInformasi terkait fluktuasi kualitas udara, kapan dia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":66167,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-66166","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66166"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66166\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}