{"id":66013,"date":"2026-07-02T07:40:39","date_gmt":"2026-07-02T07:40:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/panduan-vaksin-dbd-anak-di-indonesia-jenis-efektivitas-dan-estimasi-biaya\/"},"modified":"2026-07-02T07:40:39","modified_gmt":"2026-07-02T07:40:39","slug":"panduan-vaksin-dbd-anak-di-indonesia-jenis-efektivitas-dan-estimasi-biaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/panduan-vaksin-dbd-anak-di-indonesia-jenis-efektivitas-dan-estimasi-biaya\/","title":{"rendered":"Panduan Vaksin DBD Anak di Indonesia Jenis, Efektivitas, dan Estimasi Biaya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/02\/1782977760_763d8137a0d4cfa4087a.jpg\" alt=\"Panduan Vaksin DBD Anak di Indonesia: Jenis, Efektivitas, dan Estimasi Biaya\"\/><figcaption>Jenis vaksin DBD anak.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>VAKSINASI menjadi salah satu langkah krusial dalam menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak di Indonesia. Saat ini, terdapat dua jenis vaksin utama yang telah mendapatkan izin edar, yakni Qdenga (TAK-003) dan Dengvaxia (CYD-TDV), dengan ketentuan penggunaan yang berbeda berdasarkan riwayat infeksi sebelumnya.<\/p>\n<h2>Mengenal Jenis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/vaksin-dbd\" title=\"Vaksin DBD\">Vaksin DBD<\/a>: Qdenga vs Dengvaxia<\/h2>\n<p>Berdasarkan data BPOM dan Kemenkes, vaksin <strong>Qdenga<\/strong> dapat diberikan pada rentang usia 4\u201360 tahun tanpa melihat riwayat infeksi dengue sebelumnya. Vaksin ini diberikan dalam 2 dosis dengan interval 3 bulan. Sebaliknya, <strong>Dengvaxia<\/strong> diperuntukkan bagi anak usia 9\u201316 tahun yang sudah pernah terinfeksi dengue (seropositif). Pemberian Dengvaxia pada anak yang belum pernah terinfeksi justru berisiko meningkatkan keparahan jika nantinya terkena DBD.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Vaksin<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Usia Anak<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Syarat Riwayat DBD<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Jadwal<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Qdenga<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">4-60 Tahun<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Tidak Harus<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">2 Dosis (Jarak 3 Bulan)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Dengvaxia<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">9-16 Tahun<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">Wajib Pernah DBD<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 8px; border: 1px solid #ddd;\">3 Dosis (Jarak 6 Bulan)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Efikasi dan Keamanan<\/h2>\n<p>Data fase 3 menunjukkan Qdenga memiliki efikasi pencegahan dengue sebesar 80,2% dan efikasi pencegahan rawat inap mencapai 95,4%. Efek samping yang dilaporkan umumnya bersifat ringan hingga sedang, seperti nyeri di area suntikan, sakit kepala, nyeri otot, dan demam singkat. Namun, vaksin ini tidak disarankan bagi individu dengan gangguan imun, ibu hamil, atau sedang menyusui.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/720582\/kemenkes-sarankan-masyarakat-vaksiniini-jenis-yang-sudah-dapat-izin-edar-bpom\" title=\"Kemenkes Sarankan Masyarakat VaksinIIni Jenis yang Sudah Dapat Izin Edar BPOM\" target=\"_blank\">Kemenkes Sarankan Masyarakat VaksinIIni Jenis yang Sudah Dapat Izin Edar BPOM<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Catatan Penting:<\/strong> Anak yang sudah pernah terkena DBD tetap dianjurkan divaksinasi. Hal ini karena infeksi alami biasanya hanya memberikan kekebalan terhadap satu dari empat serotipe virus dengue, sehingga risiko terinfeksi serotipe lain tetap ada.<\/p>\n<h2>Estimasi Biaya Vaksinasi di Indonesia<\/h2>\n<p>Hingga saat ini, vaksin dengue belum masuk dalam program imunisasi nasional gratis, sehingga tersedia secara mandiri di rumah sakit atau klinik swasta. Berdasarkan pantauan harga di berbagai fasilitas kesehatan seperti Mandaya Royal Hospital Puri dan RS Pantai Indah Kapuk, kisaran harga per dosis berada di angka <strong>Rp600.000 hingga Rp1.000.000<\/strong>.<\/p>\n<p>Untuk perlindungan lengkap Qdenga (2 dosis), orang tua perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp1,2 juta hingga Rp2 juta per anak. Biaya ini umumnya belum termasuk jasa konsultasi dokter, administrasi, atau biaya skrining awal. Meski sudah divaksin, masyarakat tetap diimbau menjalankan protokol 3M Plus dan perlindungan diri dari gigitan nyamuk karena vaksin tidak memberikan perlindungan 100%.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/906672\/panduan-vaksin-dbd-anak-di-indonesia-jenis-efektivitas-dan-estimasi-biaya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jenis vaksin DBD anak.(Dok. Magnific) VAKSINASI menjadi salah satu langkah krusial dalam menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak di Indonesia. Saat ini, terdapat dua jenis vaksin utama yang telah mendapatkan izin edar, yakni Qdenga (TAK-003) dan Dengvaxia (CYD-TDV), dengan ketentuan penggunaan yang berbeda berdasarkan riwayat infeksi sebelumnya. Mengenal Jenis Vaksin DBD: Qdenga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":66014,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-66013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66013"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66013\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}