{"id":65928,"date":"2026-07-02T03:55:36","date_gmt":"2026-07-02T03:55:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/penemuan-gua-purba-di-israel-ungkap-akar-budaya-manusia-400-ribu-tahun-lalu\/"},"modified":"2026-07-02T03:55:36","modified_gmt":"2026-07-02T03:55:36","slug":"penemuan-gua-purba-di-israel-ungkap-akar-budaya-manusia-400-ribu-tahun-lalu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/penemuan-gua-purba-di-israel-ungkap-akar-budaya-manusia-400-ribu-tahun-lalu\/","title":{"rendered":"Penemuan Gua Purba di Israel Ungkap Akar Budaya Manusia 400 Ribu Tahun Lalu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/02\/1782964377_e3d91063d929d1cd79a6.jpg\" alt=\"Penemuan Gua Purba di Israel Ungkap Akar Budaya Manusia 400 Ribu Tahun Lalu\"\/><figcaption>Guar purba Israel(IFL Science)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>SEBUAH <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gua\" title=\"gua\">gua<\/a> purba di lereng bukit dekat Fureidis, wilayah selatan Haifa, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/israel\" title=\"israel\">Israel<\/a> utara, baru-baru ini menjadi pusat perhatian dunia <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/arkeologi\" title=\"Arkeologi\">arkeologi<\/a>. Penelitian terbaru di lokasi tersebut berhasil mengungkap petunjuk krusial mengenai awal mula perkembangan perilaku dan budaya manusia, jauh sebelum kemunculan <em>Homo sapiens<\/em>.<\/p>\n<p>Tim peneliti dari Otoritas Purbakala Israel (IAA) dan Universitas Haifa menemukan bahwa antara 400.000 hingga 250.000 tahun yang lalu, kawasan ini telah dihuni oleh kelompok manusia purba dengan tingkat kompleksitas kehidupan yang mengejutkan. Lokasi gua yang strategis menjadikannya titik temu penting bagi populasi purba yang bermigrasi antara Afrika dan Eurasia.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<h3>Jejak Budaya Acheulo-Yabrudian<\/h3>\n<p>Para ahli mengidentifikasi penghuni awal gua tersebut sebagai kelompok yang terkait dengan budaya <strong>Acheulo-Yabrudian<\/strong>. Kelompok ini diyakini merupakan populasi pra-Neanderthal atau garis keturunan manusia purba lain yang mendiami Asia Barat sebelum era Neanderthal maupun manusia modern dimulai.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/906489\/arkeolog-temukan-gua-purba-400000-tahun-di-israel\" title=\"Arkeolog Temukan Gua Purba 400.000 Tahun di Israel\" target=\"_blank\">Arkeolog Temukan Gua Purba 400.000 Tahun di Israel<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dr. Kobi Vardi, Kepala Cabang Prasejarah Otoritas Purbakala Israel, menyatakan bahwa situs ini memberikan kesempatan langka bagi ilmuwan untuk mempelajari detail kehidupan masa itu.<\/p>\n<p>Budaya Acheulo-Yabrudian diketahui telah menguasai teknik pembuatan alat batu yang canggih, mulai dari kapak tangan kecil yang tajam hingga pisau dari batu api.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Kategori Temuan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Detail Informasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Estimasi Usia Situs<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">400.000 hingga 250.000 tahun lalu<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Lokasi Spesifik<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Selatan Haifa, dekat Fureidis, Israel Utara<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Afiliasi Budaya<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Acheulo-Yabrudian (Pra-Neanderthal)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Artefak Batu<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kapak tangan kecil, alat pengikis, pisau batu api<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Temuan Fauna<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Tulang rusa, kijang, dan kuda purba<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Fondasi Perilaku Manusia Modern<\/h3>\n<p>Selain peralatan, tim arkeolog menemukan sisa-sisa tulang hewan seperti rusa dan kuda purba, serta bukti keberadaan sumber air di sekitar gua. Hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut adalah tempat tinggal ideal bagi kelompok pemburu-pengumpul untuk menetap dalam durasi yang lama.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/864483\/jejak-sejarah-di-balik-reruntuhan-masjid-kuno-abad-ke-8-ditemukan-di-dekat-danau-galilea\" title=\"Jejak Sejarah di Balik Reruntuhan, Masjid Kuno Abad ke-8 Ditemukan di Dekat Danau Galilea\" target=\"_blank\">Jejak Sejarah di Balik Reruntuhan, Masjid Kuno Abad ke-8 Ditemukan di Dekat Danau Galilea<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Profesor Ron Schimelmitz dari Universitas Haifa menjelaskan bahwa periode ini menandai transisi besar dalam anatomi, teknologi, dan pola sosial manusia. Munculnya kelompok sosial yang lebih besar dan penggunaan api secara intensif menunjukkan adanya organisasi kehidupan perkemahan yang lebih tertata.<\/p>\n<p>\u201cGua-gua dari periode ini dapat dianggap sebagai cikal bakal lahirnya budaya manusia yang maju,\u201d ujar Schimelmitz. Perubahan yang terekam di gua ini menjadi fondasi bagi karakteristik sosial yang nantinya berkembang pesat pada Neanderthal dan <em>Homo sapiens<\/em>.<\/p>\n<p>Para peneliti menilai temuan ini setara dengan situs Nahal Me&#8217;arot yang telah diakui UNESCO. Penemuan ini menegaskan bahwa perjalanan manusia menjadi spesies dominan di Bumi merupakan proses panjang selama puluhan ribu tahun, di mana gua di Israel utara ini menjadi salah satu catatan sejarah paling penting. (IFL Science\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/906607\/penemuan-gua-purba-di-israel-ungkap-akar-budaya-manusia-400-ribu-tahun-lalu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guar purba Israel(IFL Science) SEBUAH gua purba di lereng bukit dekat Fureidis, wilayah selatan Haifa, Israel utara, baru-baru ini menjadi pusat perhatian dunia arkeologi. Penelitian terbaru di lokasi tersebut berhasil mengungkap petunjuk krusial mengenai awal mula perkembangan perilaku dan budaya manusia, jauh sebelum kemunculan Homo sapiens. Tim peneliti dari Otoritas Purbakala Israel (IAA) dan Universitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":65929,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-65928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65928\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}