{"id":65866,"date":"2026-07-02T01:00:48","date_gmt":"2026-07-02T01:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/safari-politik-jokowi-ke-tokoh-adat-berpotensi-dongkrak-elektoral-psi\/"},"modified":"2026-07-02T01:00:48","modified_gmt":"2026-07-02T01:00:48","slug":"safari-politik-jokowi-ke-tokoh-adat-berpotensi-dongkrak-elektoral-psi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/safari-politik-jokowi-ke-tokoh-adat-berpotensi-dongkrak-elektoral-psi\/","title":{"rendered":"Safari Politik Jokowi ke Tokoh Adat Berpotensi Dongkrak Elektoral PSI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/02\/1782953739_9a7d55a4ac57de604aed.jpg\" alt=\"Safari Politik Jokowi ke Tokoh Adat Berpotensi Dongkrak Elektoral PSI\"\/><figcaption>Presiden ke-7 RI Joko Widodo menghadiri Rakorda DPD PSI di kota Bandar Lampung.(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M\u00a0Jamiluddin Ritonga, menilai langkah Presiden ke-7 RI <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/joko-widodo\" title=\"Joko Widodo\">Joko Widodo<\/a> mendekati tokoh adat dalam sejumlah safari politik berpotensi menjadi strategi untuk mendongkrak elektoral Partai Solidaritas Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/psi\" title=\"PSI\">PSI<\/a>).\u00a0Menurutnya, pendekatan itu bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari upaya meraih dukungan massa melalui para pemimpin informal di daerah.<\/p>\n<p>\u201cKalau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jokowi\" title=\"Jokowi\">Jokowi<\/a> membawa panji-panji PSI mendekati tokoh adat, itu sama saja dengan meminta dukungan agar massa pendukung tokoh adat beralih ke partai berlogo gajah tersebut,\u201d kata Jamiluddin dalam keterangannya, Kamis (2\/7).<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Jamiluddin mencontohkan kedekatan Jokowi dengan tokoh adat terlihat dalam prosesi pemberian gelar adat Lampung di Kedatun Keagungan. Dalam konteks politik Indonesia, kata dia, pendekatan kepada tokoh adat bukan hal baru karena hampir semua partai politik melakukan hal serupa untuk memperluas basis dukungan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/905844\/pakar-sebut-jokowi-sulit-dongkrak-elektoral-psi-lewat-safari-politik\" title=\"Pakar Sebut Jokowi Sulit Dongkrak Elektoral PSI lewat Safari Politik\" target=\"_blank\">Pakar Sebut Jokowi Sulit Dongkrak Elektoral PSI lewat Safari Politik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu, tokoh adat merupakan opinion leader yang umumnya memiliki pengaruh kuat di tengah komunitasnya. Karena itu, dukungan tokoh adat dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi partai politik untuk menjangkau massa pemilih dalam jumlah besar.<\/p>\n<p>\u201cTujuan utama mendekati para opinion leader tentu untuk meningkatkan elektoral PSI. Namun efektivitasnya sangat bergantung pada karakter massa pendukung tokoh adat itu sendiri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pendekatan semacam itu akan lebih efektif bila basis pendukung tokoh adat didominasi kelompok pemilih emosional. Kelompok ini, kata dia, cenderung mudah mengikuti arahan tokoh yang mereka percaya, termasuk dalam menentukan pilihan politik.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/905775\/jokowi-safari-politik-pdip-lebih-baik-tahan-diri\" title=\"Jokowi Safari Politik, PDIP: Lebih Baik Tahan Diri\" target=\"_blank\">Jokowi Safari Politik, PDIP: Lebih Baik Tahan Diri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cPemilih emosional relatif lebih mudah diarahkan oleh tokoh adat untuk memilih partai tertentu karena tingkat kepercayaannya tinggi dan tidak terlalu kritis terhadap arahan tersebut,\u201d tutur Jamiluddin.<\/p>\n<p>Sebaliknya, pengaruh tokoh adat dinilai tidak akan terlalu besar terhadap kelompok pemilih rasional. Menurut Jamiluddin, kelompok ini cenderung menilai partai politik berdasarkan pertimbangan program, rekam jejak, dan kepentingan mereka sendiri, bukan semata arahan elite lokal.<\/p>\n<p>\u201cPemilih rasional tidak akan begitu saja mengikuti arahan tokoh adat. Mereka akan menyeleksi sendiri partai politik yang dianggap layak didukung,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Karena itu, Jamiluddin menilai pendekatan kepada tokoh adat tetap menjadi strategi yang relevan dalam politik elektoral Indonesia. Pasalnya, proporsi pemilih emosional dinilai masih lebih besar dibandingkan pemilih rasional.<\/p>\n<p>\u201cSelama pemilih emosional masih dominan, pendekatan terhadap tokoh adat akan tetap dianggap efektif untuk mendongkrak elektoral partai. Kiranya itu pula yang membuat Jokowi mendekati tokoh adat dengan harapan dapat meningkatkan elektoral PSI,\u201d tandasnya. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/906576\/safari-politik-jokowi-ke-tokoh-adat-berpotensi-dongkrak-elektoral-psi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden ke-7 RI Joko Widodo menghadiri Rakorda DPD PSI di kota Bandar Lampung.(Antara) Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M\u00a0Jamiluddin Ritonga, menilai langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo mendekati tokoh adat dalam sejumlah safari politik berpotensi menjadi strategi untuk mendongkrak elektoral Partai Solidaritas Indonesia (PSI).\u00a0Menurutnya, pendekatan itu bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari upaya meraih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":65867,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-65866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65866"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65866\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}