{"id":65854,"date":"2026-07-02T00:02:57","date_gmt":"2026-07-02T00:02:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/korban-penyekapan-karyawan-percetakan-di-jakpus-masih-trauma\/"},"modified":"2026-07-02T00:02:57","modified_gmt":"2026-07-02T00:02:57","slug":"korban-penyekapan-karyawan-percetakan-di-jakpus-masih-trauma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/02\/korban-penyekapan-karyawan-percetakan-di-jakpus-masih-trauma\/","title":{"rendered":"Korban Penyekapan Karyawan Percetakan di Jakpus Masih Trauma"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/02\/1782950450_efacaf5f8af7bd28756f.png\" alt=\"Korban Penyekapan Karyawan Percetakan di Jakpus Masih Trauma\"\/><figcaption>Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengunjungi korban penyekapan bernama Tegar di kediamannya di kawasan Kebon Jeruk, Rabu (1\/7\/2026).( ANTARA\/HO-Dokumentasi Pribadi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>KORBAN dugaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyekapan\" title=\"penyekapan\">penyekapan<\/a> dan penyiksaan di sebuah percetakan di Jakarta Pusat, Tegar Saputra, mengaku masih mengalami trauma berat akibat kekerasan fisik yang dialaminya.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut diungkapkan Tegar saat dijenguk oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/said-iqbal\" title=\"Said Iqbal\">Said Iqbal<\/a>, di kediamannya, Rabu (1\/7). Perkara tragis ini total menelan tiga korban penyekapan, yakni Tegar Saputra, Adit Saputra, dan Rafly Jaelani.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Tegar menuturkan, peristiwa pilu itu bermula saat dirinya dituduh mengambil limbah pelat cetak di tempatnya bekerja sebanyak 10 kali.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/906444\/negara-tanggung-pengobatan-pekerja-korban-penyekapan-di-jakpus\" title=\"Negara Tanggung Pengobatan Pekerja Korban Penyekapan di Jakpus\u00a0\" target=\"_blank\">Negara Tanggung Pengobatan Pekerja Korban Penyekapan di Jakpus\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cAwalnya saya dituduh mencuri limbah plat cetak. Setelah itu saya mengalami kekerasan bersama teman-teman saya dan kemudian langsung dibawa ke rumah dan dipermalukan di depan warga sekitar,\u201d kata Tegar dikutip dari <em>Antara.<\/em><\/p>\n<p>Pihak perusahaan kemudian menuntut uang ganti rugi yang tidak masuk akal, yakni sebesar Rp50 juta kepada masing-masing korban. Padahal, nilai limbah pelat yang diambil hanya berkisar Rp200 ribu. Tegar tidak menampik khilaf mengambil limbah tersebut demi alasan mendesak.<\/p>\n<p>\u201cSaat itu saya memang sedang membutuhkan uang untuk keperluan keluarga yang sedang sakit,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/905910\/ahli-sebut-aksi-penyekapan-terjadi-karena-ketimpangan-relasi-kuasa\" title=\"Ahli Sebut Aksi Penyekapan Terjadi karena Ketimpangan Relasi Kuasa\" target=\"_blank\">Ahli Sebut Aksi Penyekapan Terjadi karena Ketimpangan Relasi Kuasa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kendati demikian, ia membantah keras tuduhan perusahaan yang menyebutnya telah berulang kali melakukan aksi tersebut. Akibat tidak mampu membayar uang tebusan fantastis yang diminta, ancaman demi ancaman pun datang bertubi-tubi.<\/p>\n<p>\u201cAdik pemilik perusahaan, Albert, mengancam kalau saya tidak membayar Rp50 juta maka tangan saya akan dipatahkan. Teman-teman saya juga mendapat ancaman yang sama,\u201d ungkap Tegar.<\/p>\n<p>Ironisnya, kepedihan Tegar seolah melengkapi potret buram ketenagakerjaan di perusahaan tersebut. Ia mengaku telah bekerja sebagai pekerja lepas selama dua tahun dengan upah minim, yakni Rp500 ribu per bulan, tanpa mendapatkan jaminan sosial sama sekali.<\/p>\n<p>\u201cKalau sakit atau membutuhkan biaya pengobatan, saya tanggung sendiri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa negara akan melindungi hak-hak para korban.<\/p>\n<p>\u201cSaya memastikan seluruh biaya pengobatan yang berkaitan dengan kasus ini menjadi tanggung jawab negara. Seluruh biaya akan ditanggung pemerintah, termasuk apabila korban membutuhkan pendampingan psikiater akibat trauma yang dialami,\u201d tegas Iqbal saat menjenguk Tegar.<\/p>\n<p>Ia juga mendesak agar proses hukum berjalan objektif dan bebas dari segala bentuk intimidasi, termasuk terhadap tim kuasa hukum korban dari LBH Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>\u201cSaya ingin memastikan Saudara Petrus beserta tim kuasa hukum dapat bekerja tanpa tekanan dari pihak mana pun. Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,\u201d kata Iqbal.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Iqbal mengutuk keras tindakan tidak manusiawi tersebut. Menurutnya, merantai dan menyekap pekerja merupakan tindak pidana murni sekaligus pelanggaran HAM berat yang tidak memiliki ruang pembenaran. Ia pun bergerak cepat melakukan koordinasi vertikal.<\/p>\n<p>\u201cSaya juga telah menyampaikan langsung kepada Kapolri agar kasus ini mendapat perhatian serius. Siapa pun pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>(Ant\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/906569\/korban-penyekapan-karyawan-percetakan-di-jakpus-masih-trauma\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengunjungi korban penyekapan bernama Tegar di kediamannya di kawasan Kebon Jeruk, Rabu (1\/7\/2026).( ANTARA\/HO-Dokumentasi Pribadi) KORBAN dugaan penyekapan dan penyiksaan di sebuah percetakan di Jakarta Pusat, Tegar Saputra, mengaku masih mengalami trauma berat akibat kekerasan fisik yang dialaminya. Kondisi tersebut diungkapkan Tegar saat dijenguk oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":65855,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-65854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}