{"id":65825,"date":"2026-07-01T22:18:52","date_gmt":"2026-07-01T22:18:52","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/01\/56-tahun-jamkrindo-merawat-kepercayaan-di-tengah-perubahan\/"},"modified":"2026-07-01T22:18:52","modified_gmt":"2026-07-01T22:18:52","slug":"56-tahun-jamkrindo-merawat-kepercayaan-di-tengah-perubahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/07\/01\/56-tahun-jamkrindo-merawat-kepercayaan-di-tengah-perubahan\/","title":{"rendered":"56 Tahun Jamkrindo, Merawat Kepercayaan di Tengah Perubahan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<div class=\"owl-carousel dt-foto-slider\">\n<div class=\"item\">\n<figure class=\"main-img\">\n                                            <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/07\/02\/1782938439_e47f04a372d20845707a.jpg\" style=\"width:100%\" alt=\"MI\/Seno\"\/><figcaption>MI\/Seno(Dok. Pribadi)<\/figcaption><\/figure>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>                                                                <!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>TIDAK banyak perusahaan yang mampu bertahan lebih dari setengah abad. Terlebih di tengah dunia yang bergerak begitu cepat. Ketidakpastian ekonomi global, percepatan digitalisasi, perkembangan <em>artificial intelligence<\/em>, hingga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perubahan\" title=\"Perubahan\">perubahan<\/a> perilaku pelanggan telah mengubah lanskap industri jasa keuangan dalam waktu relatif singkat.<\/p>\n<p>Dalam situasi seperti itu, umur panjang sebuah perusahaan tidak lagi ditentukan oleh seberapa besar modal yang dimiliki atau seberapa lama ia berdiri. Banyak perusahaan tumbuh dengan cepat, tetapi kemudian tergeser karena gagal membaca arah perubahan. Sebaliknya, hanya sedikit institusi yang mampu beradaptasi, menjaga relevansi, dan terus memperbarui diri sehingga tetap memperoleh <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kepercayaan\" title=\"Kepercayaan\">kepercayaan<\/a> masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/26225854,21835028929\/MediaIndonesia\/mediaindonesia.com\/300x250_3 --><\/p>\n<p>Momentum hari ulang tahun ke-56 Jamkrindo karena itu layak dimaknai lebih dari sekadar perayaan bertambahnya usia. Ia menjadi ruang refleksi bahwa perjalanan panjang sebuah perusahaan sesungguhnya dibangun oleh sesuatu yang tidak kasatmata. Bukan semata modal, teknologi, ataupun aset jumbo. Melainkan kepercayaan yang dirawat dari waktu ke waktu, diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya, dan dijaga melalui ribuan keputusan yang diambil dengan penuh integritas.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/879647\/moralitas-dan-kepercayaan--paradoks-masyarakat-modern\" title=\"Moralitas dan Kepercayaan:  Paradoks Masyarakat Modern\" target=\"_blank\">Moralitas dan Kepercayaan:  Paradoks Masyarakat Modern<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>WARISAN PALING BERHARGA<\/strong><\/p>\n<p>Kepercayaan memang selalu menjadi mata uang paling berharga dalam dunia usaha. Gedung dapat dibangun lebih megah. Teknologi dapat diperbarui setiap saat. Strategi bisnis dapat disusun ulang mengikuti dinamika pasar. Tapi kepercayaan tidak pernah lahir secara instan. Ia dibangun melalui konsistensi pelayanan, tata keola yang baik, keberanian memegang integritas, serta kemampuan memenuhi amanah yang diberikan masyarakat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/835292\/mitos-atau-fakta-benarkah-telur-tembean-bisa-meningkatkan-peluang-hamil\" title=\"Mitos atau Fakta: Benarkah Telur Tembean Bisa Meningkatkan Peluang Hamil?\" target=\"_blank\">Mitos atau Fakta: Benarkah Telur Tembean Bisa Meningkatkan Peluang Hamil?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Laporan 2025 Edelman Trust Barometer menunjukkan bahwa sektor bisnis masih menjadi institusi yang memperoleh tingkat kepercayaan tertinggi jika dibandingkan dengan pemerintah, media, maupun organisasi nonpemerintah. Temuan tersebut menegaskan bahwa di tengah dunia yang semakin kompleks, kepercayaan telah menjadi modal strategis yang menentukan keberlanjutan sebuah organisasi. Bagi perusahaan jasa keuangan, kepercayaan bahkan menjadi fondasi yang tak tergantikan. Tanpanya, pertumbuhan sebesar apa pun akan kehilangan makna.<\/p>\n<p>Namun, kepercayaan bukanlah hasil akhir dari sebuah transformasi. Justru sebaliknya, kepercayaan adalah alasan mengapa transformasi harus terus dilakukan. Hari ini, tidak ada perusahaan yang dapat bertahan hanya dengan mengandalkan keberhasilan masa lalu.<\/p>\n<p>Sejarah bisnis dunia menunjukkan bahwa perubahan selalu menjadi ujian bagi setiap institusi. Kodak, Nokia, hingga Blokbuster pernah berdiri sebagai pemimpin pasar di zamannya. Namun, ketika perubahan datang lebih cepat daripada kemampuan mereka beradaptasi, kejayaan itu perlahan memudar. Pelajaran tersebut mengingatkan kita bahwa umur panjang sebuah perusahaan tidak pernah ditentukan oleh besarnya aset atau kuatnya reputasi semata, melainkan juga oleh keberanian untuk terus berubah.<\/p>\n<p>Dunia berubah terlalu cepat. Digitalisasi mengubah cara masyarakat memperoleh layanan. Kecerdasan artifisial melahirkan model bisnis baru. Regulasi berkembang mengikuti dinamika ekonomi. Pada saat yang sama, pelanggan menuntut layanan yang semakin cepat, mudah, aman, dan berkualitas. Dalam situasi seperti itu, perusahaan yang bertahan bukanlah mereka yang paling besar, melainkan mereka yang paling adaptif.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>MAKNA TRANSFORMASI<\/strong><\/p>\n<p>Di sinilah transformasi menemukan makna sesungguhnya. Transformasi bukan sekadar menganti sistem teknologi, mempercepat proses digitalisasi, atau menghadirkan layanan baru. Transformasi adalah keberanian mengubah cara berpikir organisasi. Ia menyentuh tata kelola, penguatan manajemen risiko, peningkatan kualitas layanan, hingga pembangunan sumber daya manusia yang adaptif dan berintegritas. Adapun teknologi hanyalah alat. Manusialah yang menentukan ke mana perubahan itu akan diarahkan.<\/p>\n<p>Dalam konteks Jamkrindo, sebagai bagian dari Holding Indonesia Financial Group, transformasi yang dijalankan pada akhirnya juga tidak berhenti di lingkungan internal perusahaan. Dampaknya mengalir jauh lebih luas dan deras. Di balik setiap target perusahaan, sesungguhnya terdapat amanah untuk menjaga keberlangsungan jutaan pelaku usaha yang membutuhkan akses pembiayaan. Sebab, di balik setiap penjaminan terdapat usaha yang terus berkembang, lapangan kerja yang tetap bertahan, dan roda perekonomian yang terus bergerak.<\/p>\n<p>Ini tecermin setidaknya dari capaian Jamkrindo dalam mendukung pembiayaan usaha rakyat. volume penjaminan Jamkrindo mencapai Rp247,57 triliun, menunjukkan skala bisnis yang kuat dan kontribusi terhadap sektor produktif nasional. Jamkrindo telah menjangkau lebih dari 5,56 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.<\/p>\n<p>Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa fungsi penjaminan bukan sekadar aktivitas bisnis, melainkan instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan, memperkuat daya tahan UMKM, dan menjaga perekonomian tetap berdenyut.<\/p>\n<p>Karena itu, menjaga keberlanjutan Jamkrindo pada hakikatnya juga menjaga keberlanjutan jutaan pelaku usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Disinilah sebuah perusahaan tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan korporasi, melainkan ikut membangun fondasi pembangunan nasional.<\/p>\n<p>Terlebih, peringatan HUT ke-56 Jamkrindo berlangsung pada momentum yang sangat penting, di saat industri penjaminan tengah memasuki fase konsolidasi sejalan dengan arah kebijakan pemegang saham untuk memperkuat struktur industri, meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan daya saing agar industri penjaminan tumbuh semakin sehat, efisien, profesional, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>KOMPAS MASA DEPAN<\/strong><\/p>\n<p>Semangat tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam lima spirit yang diusung Jamkrindo pada usianya yang ke-56. Spirit bersyukur mengingatkan bahwa perjalanan panjang adalah anugerah yang harus dijaga. Spirit berubah menegaskan bahwa masa depan tidak pernah berpihak kepada mereka yang merasa nyaman.<\/p>\n<p>Lalu, spirit bertumbuh mengajak setiap insan terus meningkatkan kompetensi dan karakter. Spirit berkolaborasi menempatkan keberhasilan sebagai hasil kerja bersama. Sementara spirit memberi dampak menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan harus menghadirkan manfaat, bukan hanya bagi perusahaan, melainkan juga bagi masyarakat, UMKM, dan bangsa Indonesia. Lima spirit itu bukan sekadar slogan perayaan, melainkan kompas yang mengarahkan langkah organisasi menghadapi masa depan.<\/p>\n<p>Sebesar apa pun sebuah perusahaan berkembang, kekuatannya tetap bertumpu pada manusianya. Aset terbesar bukanlah gedung yang tinggi, teknologi yang yang berkembang, ataupun angka-angka hijau dalam laporan keuangan, melainkan orang-orang yang setiap hari datang dengan semangat, bekerja dengan integritas, terus belajar, dan melayani dengan hati. Sebab, perusahaan besar tidak dibangun oleh satu keputusan monumental, melainkan oleh ribuan kontribusi kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.<\/p>\n<p>Karena itulah, menjaga integritas, tidak berhenti belajar, dan berani menghadapi perubahan menjadi pesan yang relevan, tidak hanya bagi insan Jamkrindo, tetapi bagi setiap organisasi yang ingin tetap bertahan di tengah dunia yang terus berubah.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perusahaan tidak cukup diukur dari besarnya aset atau tingginya perusahaan. Pertumbuhan tidak cukup diukur dari besarnya aset atau tingginya pertumbuhan. Pertumbuhan hanyalah konsekuensi. Yang lebih mendasar ialah kemampuan menjaga kepercayaan, memperkuat kolaborasi, membangun manusia, dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Ketika seluruh ikhtiar itu berjalan beriringan, perusahaan tidak hanya mampu melewati perubahan zaman, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pembangunan bangsa. Mungkin, di situlah makna terdalam dari perjalanan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/56-tahun-jamkrindo\" title=\"56 Tahun Jamkrindo\">56 tahun jamkrindo<\/a>, Bukan semata tentang usia yang terus bertambah, melainkan tentang keberanian untuk terus berubah tanpa kehilangan integritas.<\/p>\n<p>Sebab, perusahaan boleh bertumbuh karena modal, tetapi perusahaan hanya akan bertahan karena kepercayaan. Dan, ketika kepercayaan itu terus dirawat, setiap perubahan bukan lagi menjadi ancaman, melainkan kesempatan untuk bertumbuh bersama dan terus memberi makna bagi negeri.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/906546\/56-tahun-jamkrindo-merawat-kepercayaan-di-tengah-perubahan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MI\/Seno(Dok. Pribadi) TIDAK banyak perusahaan yang mampu bertahan lebih dari setengah abad. Terlebih di tengah dunia yang bergerak begitu cepat. Ketidakpastian ekonomi global, percepatan digitalisasi, perkembangan artificial intelligence, hingga perubahan perilaku pelanggan telah mengubah lanskap industri jasa keuangan dalam waktu relatif singkat. Dalam situasi seperti itu, umur panjang sebuah perusahaan tidak lagi ditentukan oleh seberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-65825","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65825\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}